NASIONAL.INFO – Wapres China: Megawati yang Minta Harga Murah jual ke China

Laporan wartawan Kompas, Suhartono (Kamis, 28 Agustus 2008)

Wakil Presiden China Xi Jinping menyatakan Presiden RI lah (Presiden RI saat itu, Megawati Soekarnoputri -red) yang minta harga murah untuk gas alam dalam kontrak LNG Tangguh.

Pernyataan Xi ini disampaikan Wapres Jusuf Kalla saat diberi kesempatan Presiden Yudhoyono menjelaskan proses renegosiasi kontrak LNG dengan China di hadapan sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden di Kompleks Istana di Jakarta, Kamis (28/8) siang.

“Itu presiden Indonesia yang minta,” kata Kalla menirukan pernyataan Xi Jinping saat mereka bertemu di Beijing pekan lalu. “Benar, karena kita ini kan bersahabat, tapi mari kita bicara jangka panjang. Kalau kita bicara jangka pendek, OK proyek ini selesai. Bisa-bisa ini tidak akan jalan,” tambah Kalla, mengulang percakapannya dengan Xi waktu itu.

Penjelasan Kalla di hadapan sidang kabinet paripurna ini terkait rencana pemerintah untuk melakukan renegosiasi harga proyek LNG Tangguh. Harga gas alam dalam kontrak LNG ini dinilai sangat murah sehingga jika pada Oktober mendatang produksi gasnya sudah diekspor ke China, maka Indonesia akan mengalami kerugian.

Menurut Kalla, wapres China seorang yang sangat terbuka sehingga mau diajak berdiskusi. “Coba lihat keadaan. Masak Anda akan membeli gas negeri kami dengan harga seperdelapan dari harga dunia sekarang ini,” kata Kalla lagi menirukan jawabannya kepada Xi.

Oleh karena itu, tambah Kalla, pemerintah akan mengajukan harga dan formula, dan  latar belakang baru untuk merevisi kontrak LNG Tangguh. Wapres Kalla menyatakan di akhir pertemuannya dengan wapres China, keduanya sepakat untuk membentuk tim negosiasi kembali. “Dan kami akan bertemu untuk merundingkan kembali kontrak itu,” kata Kalla.

Lebih jauh, mengambil hikmah kontrak LNG yang kontroversial ini, wapres minta tim yang akan dibentuk untuk menegosiaasi kembali kontrak itu tidak tergesa-gesa mengambil keputusan apalagi jika tanpa dasar.

Jokowi: 2017 Indonesia Mulai Impor LPG dari Iran.metronews (16/12/2016)

Presiden Joko Widodo menyatakan, telah menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama di bidang energi antara Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri ESDM Iran.

Jokowi mengatakan, kerja sama itu akan dimulai pada 2017. Indonesia akan mengimpor bahan bakar gas cair (LPG) dari Iran sebesar kurang lebih 500 ribu metrik ton dan Iran akan membangun mobile powerplant di Indonesia sekitar 5.000 megawatt (MW). Ia pun berharap kerja sama ini dapat menciptakan efisiensi harga gas.

“Dengan kerja sama energi ini maka efisiensi harga akan bisa dilakukan,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (15/12/2016).

Presiden mengungkapkan, Indonesia dan Iran juga sedang membahas kemungkinan lainnya, seperti kerja sama pengelolaan dua ladang minyak di Ab-Teymoura dan Mansouri.

Pada bulan Agustus lalu, Pertamina dan National Iranian Oil Company (NIOC) telah menandatangani nota kesepahaman untuk melakukan studi pendahuluan terhadap kedua lapangan minyak raksasa di Iran tersebut.

Senada dengan Presiden Joko Widodo, Presiden Hassan Rouhani menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan Indonesia. Rouhani juga menyambut baik usulan pemerintah Indonesia terkait pengelolaan ladang minyak di Iran.

“Kami siap berpartisipasi dalam pembangunan pembangkit listrik, bendungan, saluran air, serta berbagai bantuan teknis kepada Republik Indonesia. Tentu saja Republik Indonesia juga dapat aktif dan berpartisipasi dalam industri migas di Republik Islam Iran,” ujar Hassan.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Iran juga menganggap kerja sama di sektor energi antara kedua negara merupakan suatu hubungan strategis. Pihaknya pun menyatakan kesiapan untuk memenuhi kebutuhan Indonesia dalam bidang tersebut.

Negara indonesia makin aneh dan kacau.Yang satu jual gas murah kecina yang satu malah mau impor gas dari iran.Apa yang sedang terjadi di negri ini? Indonesia semakin hari semakin sakit. komp/metro [ks]*/nasional.info – Senin, 19 Desember 2016

(nahimunkar.com)