Walikota Padang


Pasca Aksi 212 yang meninggalkan bekas cukup mendalam di hati warga pelosok nusantara, seruan boikot produk-produk Cina kafirpun mengalir deras tak terbendung. Mulai dari boikot Sari RotiBoikot Media (MetroTV dll), sampai boikot Indomaret dan Alfamaret.

Boikot Alfa dan Indomaret, Ini Alasan Walikota Padang!

Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat selalu berupaya meningkatkan kemajuan usaha mikro kecil serta menengah (UMKM) serta UKM di daerahnya, komitmen itu yang membuat Padang masih malas membuka pintu bagi waralaba seperti Alfamaret dan Indomaret, kendati kedua gerai itu belum pernah mengajukan izin pada Pemkot Padang.

Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah berujan, alasan tertutupnya pintu untuk kedua minimarket itu berkaitan dengan ekonomi daerah itu. “Kita lihat mereka, kan duit daerah investasi berbarengan. Kedua produk-produknya datang dari luar kota Padang, jadi barang kita mau di kemanakan?” kata dia pada media awal Agustus 2016.

Pemkot Padang mensyaratkan sejumlah hal jika kedua gerai itu ingin masuk ke daerahnya. Salah satunya yaitu siap mengambil produk-produk pelaku UKM serta UMKM di Kota Padang. Syarat itu, dikarenakan ada 80 ribu UKM serta UMKM di Kota Padang.

Selama ini Mahyeldi menjelaskan, Pemkot Padang mengakomodir produk UKM serta UMKM dalam instansi atau toko berbasis koperasi. Dalam perkembangannya, menurut dia, koperasi tidak pernah terganggu krisis ekonomi dan selalu berpihak kepada anggotanya. “(Usaha retail berbasis koperasi) Iya. Dengan koperasi itu, kita dapat meningkatkan kesejahteraan warga, serta UMKM dapat bersinergi“, ujarnya.

Mahyeldi membandingkan konsep koperasi akan lebih menguntungkan untuk daerah. Ia menjabarkan bahwa uang yang dihasilkan gerai Alfamaret dan Indomaret akan dibawa keluar Kota Padang. Itu berarti, memiskinkan daerahnya. Seharusnya yang perlu dipikirkan yaitu bagaimana membawa uang dari pusat ke daerah, “Sehingga kantong rakyat diisi”, imbuhnya.

Mahyeldi menyebut, konsennya Pemkot Padang pada beberapa konten lokal, sesuai dengan arahan Jokowi. Hingga ia menuturkan bahwa jika kedua gerai tiu siap mengambil produk-produk UKM dan UMKM setempat, Pemkot Padang akan mempertimbangkan kedua waralaba itu.

Kita buat koperasi itu untuk meningkatkan daya saing serta daya tawar produk kita. Bila dikelola, koperasi bisa tembus pasa lebih luas, dapat tingkatkan kualitas produk“, ujar dia. (Media Nusantara)

Ada Alasan lain?

Kutipan di atas adalah tulisan seorang netizen yang telah tersebar luas melalui sosial media, dan dana sebesar itu yaitu 14 miliar rupiah per-jam itu kemana? Umat harus sadar….

Cepat atau lambat, umat mulai sadar untuk meninggalkan produk-produk kafir apalabi ketika mereka mengetahui bahwa keuntungan dari produk tersebut diperuntukkan untuk memusuhi kaum muslimin.

Hitung-hitungan tersebut seharusnya menjadi bahan renungan bagi kaum mayoritas di negeri ini!*/serupedia.net – Saturday, December 10, 2016

(nahimunkar.com)