Di antara dampak dari watak mbulet dan gemar ngeles, cara buruk itu pun ditiru menteri pendidikan Anies Baswedan (waktu masih jadi menteri).

Ketika dia mau menggusur doa cara Islam di sekolah untuk diganti doa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan alasan agama yang dipeluk bukan hanya Islam, maka mendapatkan protes keras dari Umat Islam. Dia dicurigai akan menyusupkan faham pluralism agama alias kemusyrikan baru untuk para murid sekolah.

Ramainya protes Umat Islam itu menjadikan urungnya “pemberedelan” doa cara Islam di sekolah, tapi perlu diingat, menterinya Jokowi ini juga bermodal ngeles pula. Watak mbulet dan gemar ngeles rupanya sudah jadi modal “berharga” di kalangan mereka. Padahal, dalam Al-Qur’an, orang yang berwatak seperti itu telah dikecam sebagai golongan yang tidak adil, mengikuti hawa nafsu, menyimpang dari kebenaran, dan memutar balikkan kata-kata.

(artikel selengkapnya ada di nahimunkar.com, Dari Watak Mbulet dan Suka Ngeles Sampai Mau Gusur Doa Islami)

(nahimunkar.com)