Astaghfirullah, Surabaya Akan Jadi Ajang Kongres Gay Asia

Ormas Islam terbesar di Indonesia, NU –Nahdlatul Ulama— tengah bermuktamar di Makassar 23-28 Maret 2010. Sementara itu kota Surabaya tempat dilahirkannya NU 1926, kini akan diadakan kongres kaum gay (homoseks) dan lesbian (wanita homo) se-Asia 26-28 Maret 2010.

Kegiatan yang baru pertama kali digelar di Indonesia ini bakal diikuti sedikitnya 200 peserta dari belasan negara di Asia dan didatangi peserta tamu dari benua lain.

Pertemuan yang berlabel The International Lesbian and Gay Association (ILGA) Asia Regional Conference ini merupakan kongres yang keempat kalinya. Tiga kali pertemuan sebelumnya digelar di Chiang Mai, Thailand (2008), Cebu, Filipina (2005), dan Mumbai, India (2002).

Gay (homoseksual) dan lesbian (wanita bermain seks dengan wanita pula) adalah perbuatan terkutuk bahkan pelakunya dihukum bunuh menurut Islam.

Lesbi adalah seorang wanita mendatangi wanita lainnya (melakukan perbuatan seks) dan begitu pula halnya dengan homo, adalah laki-laki mendatangi (melakukan perbuatan seks dengan laki-laki).

وعن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال من وجدتموه يعمل عمل قوم لوط فاقتلوا الفاعل والمفعول به ، ومن وجدتموه وقع على بهيمة فاقتلوه واقتلوا البهيمة رواه أحمد والأربعة ورجاله موثقون ، إلا أن فيه اختلافا.–الجزء :4 (سبل السلام)

الصفحة :25

1138 – وعن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال ” من وجدتموه يعمل عمل قوم لوط فاقتلوا الفاعل والمفعول به ، ومن وجدتموه وقع على بهيمة فاقتلوه واقتلوا البهيمة ” رواه أحمد والأربعة ورجاله موثقون ، إلا أن فيه اختلافاً .

Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Siapa-siapa yang kamu dapati dia mengerjakan perbuatan kaum Luth (homoseksual, laki-laki bersetubuh dengan laki-laki), maka bunuhlah yang berbuat (homo) dan yang dibuati (pasangan berbuat itu); dan barangsiapa kamu dapati dia menyetubuhi binatang maka bunuhlah dia dan bunuhlah binatang itu.” (HR Ahmad dan Empat (imam), dan para periwayatnya orang-orang yang terpercaya, tetapi ada perselisihan di dalamnya).

Dalam Kitab Subulus Salam dijelaskan, dalam hadis itu ada dua masalah. Pertama, mengenai orang yang mengerjakan (homoseks) pekerjaan kaum Luth, tidak diragukan lagi bahwa itu adalah perbuatan dosa besar. Tentang hukumnya ada beberapa pendapat: Pertama, bahwa ia dihukum dengan hukuman zina diqiyaskan (dianalogikan) dengan zina karena sama-sama memasukkan barang haram ke kemaluan yang haram. Ini adalah pendapat Hadawiyah dan jama’ah dari kaum salaf dan khalaf, demikian pula Imam Syafi’i. Yang kedua, Pelaku homo dan yang dihomo itu dibunuh semua baik keduanya itu muhshon (sudah pernah nikah dan bersetubuh) atau ghoiru muhshon (belum pernah nikah) karena hadits tersebut. Itu menurut pendapat pendukung dan qaul qadim As-Syafi’i.

Masalah kedua tentang mendatangi/ menyetubuhi binatang, hadits itu menunjukkan haramnya, dan hukuman atas pelakunya adalah hukum bunuh. Demikianlah pendapat akhir dari dua pendapat Imam As-Syafi’i. Ia mengatakan, kalau hadits itu shahih, aku berpendapat padanya (demikian). Dan diriwayatkan dari Al-Qasim, dan As-Syafi’I berpendapat dalam satu pendapatnya bahwa pelaku yang menyetubuhi binatang itu wajib dihukum dengan hukuman zina diqiyaskan dengan zina.. (Subulus Salam, juz 4, hal 25).

Dari ayat-ayat, hadits-hadits dan pendapat-pendapat itu jelas bahwa homoseks ataupun lesbian adalah dosa besar. Bahkan pelaku dan pasangannya di dalam hadits dijelaskan agar dibunuh. Maka tindakan dosa besar itu wajib dihindari, dan pelaku-pelakunya perlu dijatuhi hukuman.

Dalam sejarah kehidupan manusia, kaum Nabi Luth alaihis salam para pelaku homoseks telah diadzab dengan dihujani batu oleh Allah Ta’ala hingga mereka binasa.

Hal itu dikisahkan dalam Al-Qur’an Surat An-Naml ayat 54 – .

وَلُوْطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتًوْنَ الْفَاحِشَةَ وَأَنْتًمْ تُبْصِرُوْنَ ( 54) أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُوْنِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُوْنَ (55) فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلاَّ أَنْ قَالُوْا أَخْرِجُوْا ءَالَ لُوْطٍ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُوْنَ (56) فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلاَّ امْرَأَتَهُ قَدَّرْنَاهَا مِنَ الْغَابِرِيْنَ (57) وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَسَاءَ مَطُرٌ الْمُنْذَرِيْنَ (58) النمل : 54-58

Artinya: 54. Dan (ingat kisah ) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya: “mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah (1) itu sedang kamu melihat.(nya)?.55. mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu) , bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu).56 maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan: “Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwakan dirinya) bersih(2).57. maka kami selamatkan dia beserta keluarganya , kecuali istrinya . kami telah mentakdirkan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)58. dan kami turunkan hujan atas mereka (hujan batu), maka amat buruklah hujan yang ditimpakan atas orang-orang yang diberi peringatan itu. (An Naml: 54-58).

Bagaimanapun, kejahatan yang mendatangkan adzab Allah Ta’ala harus dicegah. Para Ulama, tokoh Islam, dan Ummat Islam pada umumnya pasti tidak rela bila negerinya ini dijadikan ajang kongres para penjahat seks itu. Terkutuklah mereka!

Berita akan diadakannya kongres gay-homo se-Asia di Surabaya sebagai berikut:

Gay-Lesbian Kongres di Surabaya

Selasa, 23 Maret 2010 | 08:14 WIB

Diikuti 200-an Peserta dari Belasan Negara

Surabaya – Surya- Organisasi gay dan lesbian se-Asia akan menggelar pertemuan akbar di Surabaya pada 26 hingga 28 Maret mendatang. Kegiatan yang baru pertama kali digelar di Indonesia ini bakal diikuti sedikitnya 200 peserta dari belasan negara di Asia dan didatangi peserta tamu dari benua lain.

Pertemuan yang berlabel The International Lesbian and Gay Association (ILGA) Asia Regional Conference ini merupakan kongres yang keempat kalinya. Tiga kali pertemuan sebelumnya digelar di Chiang Mai, Thailand (2008), Cebu, Filipina (2005), dan Mumbai, India (2002).

Ketua Panitia ILGA Asia Regional Conference, Poedjiati Tan mengatakan, perhelatan ini akan berlangsung di Hotel Mirama Grand Marcure Surabaya. Konferensi akan mempertemukan sejumlah masalah sekaligus mencari jalan keluar terkait persoalan sosial golongan minoritas ini. Di antaranya dengan menggelar seminar tentang kesehatan, pendidikan, masalah diskriminasi, dan masalah-masalah lainnya.

“Ini murni pertemuan ilmiah untuk berbagi pengalaman antarorganisasi, » kata Tan kepada Surya, Senin (22/3).

Perhatian khusus juga akan diberikan kepada perwakilan organisasi perempuan dan transgender.

Konferensi ini, kata dia, tidak eksklusif dikuti oleh organisasi gay dan lesbian saja. Namun terbuka untuk semua orang yang mendukung hak-hak semua gender dan kelompok-kelompok yang terpinggirkan secara seksual.

Acara ini diduga akan berlangsung meriah. Menurut buku panduan acara, selain seminar juga ada acara-acara hiburan untuk penutupan yaitu karnaval jalanan.

Kata Tan, sampai saat ini sudah ada 150 peserta yang mengirimkan konfirmasi kehadiran mereka. Di antaranya delegasi dari Singapura, Thailand, China, India, dan Malaysia. Beberapa peserta masih terkendala perolehan visa, menurut Tan, di antaranya peserta dari Bangladesh.

Namun berdasarkan pengalaman konferensi serupa dua tahun lalu, kongres akan dihadiri peserta yang mewakili 16 negara termasuk negara-negara peninjau. Saat ini, di Asia saja ada sekitar 100 organisasi lesbian, gay, biseksual, dan transeksual, termasuk di dalamnya organisasi perempuan.

Tan menjelaskan, persoalan kesehatan reproduksi diperkirakan bakal menjadi bahasan utama dalam pertemuan ini. Sejumlah ahli kesehatan akan didatangkan untuk mencari formula dalam menekan peyebaran penyakit menular seksual.

Herry da Costa, Ketua GAYa Nusantara –organisasi gay tertua di Indonesia– mengatakan bahwa organisasinya didapuk sebagai panitia lokal karena posisi Indonesia sebagai tuan rumah. “Ini pengalaman yang sama sekali baru menjadi tuan rumah untuk acara akbar seperti ini,” kata Herry, Senin (22/3).

Dia mengatakan, segala bentuk perizinan sudah dikantongi panitia. Mulai izin dari kepolisian di tingkat kota hingga ke Mabes Polri. Selain itu, kegiatan tersebut juga bersifat ilmiah dan terbuka sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

Lebih Terbuka

Doktor Antropologi yang juga pendiri GAYa Nusantara, Dede Oetomo, mengatakan bahwa Surabaya dipilih oleh ILGA diduga karena kota ini lebih terbuka dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Selain itu, tiga pengurus ILGA, satu di antaranya berasal dari Surabaya yaitu Poedjiati Tan.

« Saya pikir kegiatan ini juga bisa diikuti oleh kaum heteroseksual agar tidak ada lagi kesalahpahaman, » ujar mantan dosen FISIP Unair ini.

Sebab, kata dia, selama ini golongan gay kerap dibenci sekaligus dirindukan di negeri ini. Di sisi lain sebenarnya keberadaannya diakui dalam sejumlah profesi.

Dalam sebuah kesempatan seminar nasional akhir 2008 lalu, Dede Oetomo pernah menjelaskan panjang lebar tentang komunitas ini. Menurutnya, fenomena keberadaan lesbian, gay, biseksual, transgender, dan transeksual (LGBT) sebenarnya sudah lama ada. Namun tak banyak yang bisa mengungkapkan secara pasti lantaran mereka enggan menunjukkan keberadaan secara terang-terangan.

Komunitas mereka biasanya tertutup dan enggan menonjolkan diri di masyarakat. Itu tak mengherankan karena sampai sekarang keberadaan mereka masih menimbulkan sinisme di tengah-tengah masyarakat.

Kendati demikian, kini para pelaku LGBT sudah mulai mencari jenisnya dan membentuk komunitas tertentu yang mulai memperlihatkan jati diri. Mereka sudah terang-terangan berkumpul di suatu tempat.

“Untuk waria cenderung mudah ditemui dalam profesi rias dan kecantikan, hiburan, dan profesi-profesi sektor informal yang memungkinkan mereka untuk bekerja tanpa terlampau dilecehkan dan didiskriminasi. Wanita tomboi yang visibilitasnya agak kurang dibandingkan dengan waria dapat ditemukan sebagai laki-laki dengan berpakaian laki-laki, atau menjadi pengemudi angkutan umum,” kata Dede Oetama saat berbicara dalam seminar nasional Seksualitas yang Ditabukan: Tantangan Keberagamaan di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, 11 November 2008 lalu.

Gay dan lesbian, sambungnya, tidak selalu tampak beda. Di banyak tempat di Indonesia, gay berkumpul di tempat dugem yang beberapa mengadakan malam khusus gay, atau berkumpul di mal, taman, taman hiburan, terminal angkutan umum, pelabuhan, tempat fitnes, atau kolam renang. Akses internet juga dapat mempermudah bertemunya para gay. nuca

http://www.surya.co.id/2010/03/23/gay-lesbian-kongres-di-surabaya.html

Kongres kaum terlaknat dan penerus kaum yang telah diadzab itu apakah akan tetap dibolehkan berlangsung? Betapa keroposnya keimanan manusia di sini seandainya kongres kaum terlaknat itu tetap bisa berlangsung. (nahimunkar.com).