وَتَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ [المائدة/62]

Astaghfirullah Uang Bantuan Kemanusiaan Diembat Juga Oleh Zionis Israel

Pemerintah Israel tidak hanya menembaki dan menahan para relawan dari kapal kemanusiaan Mavi Marmara, namun mereka juga turut menyita bantuan, termasuk uang tunai.

Demikian disampaikan Pemimpin Redaksi Hidayatullah, Mahladi, ketika ditanya nasib bantuan yang dibawa para relawan Indonesia untuk bangsa Palestina di Gaza. “Alat komunikasi dan uang tunai disita pemerintah Israel,” kata Mahladi ketika dihubungi, Rabu (2/6).

Dia menambahkan, uang tunai itu sedianya untuk bantuan bagi rakyat Palestina. Sedangkan, alat komunikasi dibawa untuk mempermudah proses penyaluran bantuan. Mahladi tidak bisa memastikan bagaimana nasib barang bantuan itu.

“Belum diketahui bagaimana barang dan uang yang disita Israel, apakah akan dikembalikan atau tidak,” katanya. Hidayatullah merupakan salah satu media yang mengirimkan wartawannya ke Gaza. Hidayatullah juga membawa bantuan dan peralatan untuk pembuatan sumur artesis untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Palestina. Kini, bantuan itu disita.

Semua perwakilan relawan, kata Mahladi, membawa bantuan yang sudah disiapkan oleh masing-masing kelompok relawan. “Mer-C itu membawa peralatan dan bahan bangunan untuk mendirikan Rumah Sakit, kami (Hidayatullah) membawa peralatan untuk membuat sumur artesis,” kata Mahladi. Bantuan-bantuan juga dibawa oleh relawan Indonesia lainnya, seperti dari Sahabat Al-Aqsa.

Berapa nilai barang dan uang tunai yang disita Israel? “Kami belum bisa memperkirakan jumlahnya, yang jelas hampir semua bantuan disita,” kata Mahladi. Dia mengatakan, Israel menegaskan bahwa bahan-bangunan tidak boleh masuk ke negaranya. Sementara, uang tunai disita terlebih dahulu.

Sumber: ruangbacaan.blogspot.com

Di antara kecaman Allah Ta’ala terhadap orang-orang Yahudi

Allah Ta’ala berfirman:

وَتَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ [المائدة/62]

62. Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu. (QS Al-Maaidah: 62).

وَمِنْهُمْ مَنْ إِنْ تَأْمَنْهُ بِدِينَارٍ لَا يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ إِلَّا مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَائِمًا ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَيْسَ عَلَيْنَا فِي الْأُمِّيِّينَ سَبِيلٌ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ [آل عمران/75]

“…dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: “tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi[206]. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.” (Qs Ali ‘Imran: 75).

[206]. Yang mereka maksud dengan orang-orang ummi dalam ayat ini adalah orang Arab.

(nahimunkar.com)