Azra Terkesan Bela Ahmadiyah, Dikomentari Weleh…Weleh…

Tidak mengherankan lagi bila Azyumardi Azra mantan Rektor UIN (Universitas Islam Negeri) Jakarta tampak membela aliran kafir sesat Ahmadiyah yang sudah difatwakan murtad oleh lembaga-lembaga keulamaan internasional maupun nasional seperti MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Sejak difatwakannya kembali oleh MUI 2005 (fatwa pertama 1980) bahwa Ahmadiyah itu sesat menyesatkan, di luar Islam, dan pengikutnya murtad; Azyumardi Azra yang saat itu Rektor UIN Jakarta tampak sibuk untuk menepis fatwa MUI itu bersama rekan-rekannya dari gerombolan liberal dan kiri seperti Ulil Abshar Abdalla dan yang kemudian bergerombol di AKKBB. (lihat buku Gejala Bahaya Laten Neo Komunisme di UIN: Islam dan Al-Qur’an pun Diserang, karya Hartono Ahmad Jaiz dkk, Pustaka Nahi munkar, Jakarta, 2009/ 1430H).

Keruan saja media-media liberal ataupun dari kelompok kafir senang sekali menampilkan suara Azra. Terakhir dalam kasus Ahmadiyah di Kuningan Jawa Barat, ada juga media yang ambil kesempatan menampilkan suara dia.

Inilah cuplikannya:

PENYERANGAN AHMADIYAH

Polisi Harus Tanggung Jawab

Kamis, 5 Agustus 2010 | 22:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra, menyatakan, duduk permasalahan polemik seputar Ahmadiyah bukan karena sesat atau tidaknya ajaran itu, tapi lebih kepada ketidaktegasan pihak kepolisian.

“Permasalahnya ada di polisi. Polisi tidak tegas. Dalam artian polisi tidak mampu menindak kelompok yang menyerang kelompok lain,” ujarnya, Kamis (5/8/2010), setelah berbicara dalam diskusi “Antara Mekkah dan Madinah”, di Samarra Resto, Jakarta. (kompas.com).

Di saat berita-berita lewat internet sekarang ini masyarakat tidak hanya jadi obyek untuk diberi berita tetapi sekaligus juga ada kesempatan berkomentar, muncullah komentar dari pembaca. Di antara komentar di internet yang memberitakan itu seperti berikut ini:

nyaman indah

Jumat, 6 Agustus 2010 | 02:38 WIB

Aduh Bapak ini gimana sih ya…itu udah jelas sesat..jgn main lidah pak…. jgn mendebatkan yg salah jadi benar… karena tempat org yg mendebatkan kebaikan adalah neraka jahanam… ajak donk saudara saudara kita utk sadar..taubat..Polisi gitu karena mereka tau..kalo ahmadiyah sesat.. sarankan aja kalo mereka ngk mau taubat..ya jgn pakai nama Islam… Islam itu hanya akui Nabi teraklhir..Nabi Muhammad SAW……. Rubah donk pak..bapakkan pemimpin…weleh welkeh welkeh…


sitorus muslim

Jumat, 6 Agustus 2010 | 01:38 WIB

Salam Pak ”SHAA”,… Saya kira bapak tidak pantas menyatakan ”POLISI HARUS TANGGUNG JAWAB”. saya bertanya pada Bapak; ”apa jasa anda buat negara ini???

Demikianlah jadinya, ketika petinggi di lembaga pendidikan tinggi Islam justru terkesan membela Ahmadiyah. Padahal Ahmadiyah itu adalah orang-orang yang menodai Islam dengan memalsu Islam namun mengaku Islam bahkan yang lain (muslimin yang mengikuti Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) dianggap kafir.

Tampaknya, Azra lebih sayang-sayang terhadap pemalsu yang menodai Islam dibanding terhadap Islam dan Ummat Islam. Makanya suaranya miring-miring, hingga digemari oleh media-media yang kalau ditelusuri ada unsur-unsur anti Islam-nya. Dan itu hanya untuk menambah jati dirinya bahwa dia lebih condong kepada yang demikian. Ya sudah. (nahimunkar.com).