Baasyir : Bom Bunuh Diri Dilarang Agama

PASAR MINGGU (Pos Kota) – Ustadz Abu Bakar Baasyir mengatakan tindakan bom bunuh diri di Cirebon dan ditemukannya bom di Serpong, merupakan tindakan terlarang tidak diperbolehkan agama. “Tindakan itu terlarang,” ujarnya usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (25/4).

Menurut Baasyir selama ini tidak terbukti masyarakat atau gereja yang menghina umat Islam. Pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki Sukohardjo, Solo tersebut mengaku tidak kenal dengan orang bernama M Syarif, pelaku bom bunuh diri di Cirebon. Dia juga tidak tahu pelaku teroris yang kini ditangkap Densus.”Sangat bodoh jika orang menuding saya dikaitkan adanya bom akhir-akhir ini,” ujarnya.(winarno/B

Demikian berita dari http://www.poskota.co.id, Senin, 25 April 2011 – 13:30 WIB

Mengenai jihad, Ba’asyir menyebut Indonesia belum masuk wilayah jihad, masih dakwah. Inilah beritanya:

Ba’asyir: Indonesia Belum Masuk Wilayah Jihad, Masih Dakwah

Jakarta – Abu Bakar Ba’asyir mengatakan Indonesia belum masuk wilayah operasional jihad. Islam di Indonesia belum mampu angkat senjata dan mengusir kelompok yang berseberangan dengan Islam. Perjuangan muslim di Indonesia masih sebatas dakwah.

“Konsep Islam ada 2 yaitu dakwah dan jihad. Itu cara menegakkan islam. Saya berpendapat umat Islam di Indonesia jihad senjata belum mampu. Kalau saya mampu dakwah ya dakwah. Tapi dakwah-lah dengan benar. Kalau toghut ya bilang toghut. Jangan membuat penafsiran yang dimudah-mudakan seperti penafsirannya Yahudi, memudah-mudahkan aturan. Kalau bicara jihad itu seluruh dunia. Skopnya tidak hanya seluruh Indonesia. Di Indonesia masih lemah. Di Indonesia mampunya masih dakwah,” kata Pimpinan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), Abu Bakar Ba’asyir.

Hal ini dikatakan Ba’asyir saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Senin (25/4/2011).

Dalam persidangan itu, Ba’asyir juga menampik dirinya mengetahui dan merestui pelatihan militer di Aceh yang diprakarsai salah satunya oleh Luthfi Haidaroh alias Ubaid. Justru sebaliknya, Luthfi yang  merupakan bekas pengikutnya di JAT, ia pecat lantaran memilih pelatihan militer di Aceh.

“Saya tidak berani melarang karena itu syariah. Tapi saya juga tidak ikut karena belum mampu. Saya tahu itu setelah diadakan idad. Jadi saya tidak tahu sama sekali,” ucap Ba’asyir.

“Setelah kita peringatkan (Ubaid) nggak mau, saya suruh mundur (JAT). Itu setelah Ubaid memilih bergabung dengan Aceh. Sudah tidak mau ketemu pendapat lagi dengan saya,” tambah Ba’asyir.

(Ari/gun)
sumber; detiknews, Ari Saputra , Senin, 25/04/2011 13:54 WIB
(nahimunkar.com)