Bawa Misi Pemurtadan, Masyarakat Sumsel Tolak Pembangunan RS Siloam

bawa-misi-pemurtadan

Foto Oleh: Irwan Wahyudi- sumselterkini.com, Wednesday, 25 May, 2011

Palembang (SI ONLINE) – Upaya pemurtadan terhadap umat Islam terus dilakukan. Kali ini program Kristenisasi itu dikomandani James T Riyadi melalui grup usahanya, Grup Lippo. Berdalih Corporate Social Responsibility (CSR), mereka menggaet Pemerintah Provinsi Sumetara Selatan kerjasama mendirikan Rumah Sakit Internasional Siloam di Palembang, Sumatera Selatan.

Rumah Sakit Siloam rencananya akan dibangun di atas Lapangan Parkir Bumi Sriwijaya yang diapit Jalan POM IX Palembang dan Jalan Angkatan 45. Tepatnya di pojok kanan depan lapangan parkir undermall di kawasan Kampus POM IX Palembang.

Rumah sakit berstandar internasional ini akan selesai dibangun sebelum pelaksanaan SEA Games XXVI November 2011 mendatang. Rencananya, Rumah Sakit Siloam ini akan digunakan sebagai salah satu rujukan RSMH Palembang untuk peserta SEA Games.

Umat Islam Menolak

Menanggapi rencana pendirian RS ini, umat Islam Sumatera Selatan tegas menolak rencana pembangunan RS oleh Grup Lippo karena tanah tempat RS dibangun itu adalah aset Pemprov Sumsel. Penolakan masyarakat ditunjukkan dalam unjuk rasa menolak pembangunan RS Siloam pada Rabu, 25/5/2011 lalu di depan Kantor DPRD Sumsel. Sejumlah elemen ormas dan umat Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Selatan tegas menyatakan sikapnya.

Ketua FUI Sumsel Umar Said mengatakan, rumah sakit tersebut tidak pantas berdiri di Sumsel yang berpenduduk mayoritas Muslim. Pihaknya juga menyesalkan pernyataan yang menyebut RS Siloam hanya sebuah merek dagang, bukan misionaris.

Ibarat memakan bubur panas, kata Umar, gerakan misionaris di Palembang bergerak dari daerah pinggiran. Mereka berhasil mengubah akidah umat. “Kini, mereka mulai masuk ke tengah bubur panas itu dengan membangun RS Siloam di tengah jantung Kota Palembang.”

Koordinator aksi umat Islam, Habib Mahdi Shahab, mengatakan  pembangunan tersebut mengandung misi  pemurtadan  umat Islam karena pemerintahan daerah bekerja sama dengan lembaga Misionaris Kristen terbesar di Indonesia.

”Memang mereka tidak menampakkan gelagat pemurtadan, tapi kami telah mengetahuinya ini merupakan kerja Zionis yang akan merusak akidah umat  Islam karena nantinya penghasilan dari kerjasama tersebut akan digunakan memurtadkan umat Islam di Indonesia.  Kerjasama tersebut kami tolak karena mengandung unsur memurtadkan umat  Islam. Bagaimana kelak umat kita kalau pembangunan tersebut sudah berjalan, apalagi kerja sama  tersebut selama tiga puluh tahun!” terang Habib saat orasi.

DPRD Ikut Menolak

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel turut menolak pembangunan RS Siloam di Jalan POM IX, Palembang. Penolakan itu disampaikan oleh anggota DPRD Sumsel melalui fraksi-fraksinya dalam dialog dengan Forum Umat Islam Sumsel, ormas, dan mahasiswa di Gedung DPRD Sumsel, saat berlangsung aksi.

Menurut Wakil Ketua DPRD Sumsel Ahmad Jauhari, penolakan pembangunan itu akan disampaikan langsung oleh fraksi-fraksi dalam rapat paripurna DPRD Sumsel yang akan digelar Kamis (26/5/2011).

Dikatakan Ahmad Jauhari yang juga anggota Fraksi Partai Demokrat, dalam dialog dengan FUI, ormas, dan mahasiswa disimpulkan DPRD Sumsel akan mengirimkan surat kepada Ketua DPR RI dan Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono.
“Atas usulan FUI, ormas, dan mahasiswa akan meneruskan kepada pemerintah pusat agar pembangunan RS Siloam ini ditolak,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Darmadi Djufri, anggota Komisi IV DPRD Sumsel dari Fraksi PDIP, bahwa PDIP menolak pembangunan RS Siloam serta usut penjualan aset-aset pemerintah provinsi yang dijual kepada pihak swasta.

“Kita tetap menolak pembangunan RS Siloam dan minta diseret pihak yang menjual aset pemerintah provinsi Sumsel,” ujar Darmadi.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Fraksi Partai Golkar, Nasrun Madang. “Fraksi Partai Golkar mendengar aspirasi dari umat Islam. Apabila di belakang hari pembangunan RS Siloam menimbulkan mudharat, Fraksi Partai Golkar akan meminta pembangunannya dihentikan,” ujarnya.

Sementara di tempat terpisah, Wakil Wali Kota Palembang Romi Herton menegaskan, tidak akan memberikan izin pembangunan rumah sakit swasta di areal parkir Stadion Bumi Sriwijaya menyusul keberatan warga atas penggunaan nama “Siloam”.

“Pemerintah kota tidak akan menerbitkan izin operasional rumah sakit tersebut kalau tetap menggunakan nama Siloam,” tandas Romi.

Misi Kristenisasi

Menurut Ketua Forum Anti Gerakan Pemurtadan (FAKTA) Bekasi, Abu Deedat Syihab, pembangunan RS Siloam merupakan salah satu program Kristenisasi di Indonesia yang dijalankan Grup Lippo. Kelompok pimpinan James T Riady ini memang disebut-sebut sebagai pembawa misi pemurtadan umat Islam. “Mereka menyebarkan agama dengan kedok bisnis, lembaga donor, dan konsultasi.”, kata Abu Deedat sebelum marak kasus RS Siloam ini kepada Hidayatullah.

Kegiatan mereka bermacam-macam. Diantaranya berupa bantuan kemanusiaan, pendidikan, dan dana amal. Juga membuat proyek media seperti Radio Pelita Kasih dan Televisi CBN (Cahaya Bagi Negeri) yang membangun kerjasama dengan stasiun televisi yang sudah ada.

“Program atau proyek ini berpusat di Lippo Cikarang di bawah naungan Gospel Overseas (GO). Bidang kesehatan juga digarap, salah satunya mendirikan RS Siloam Gleneagles di kawasan Lippo yang sering menyediakan pelayanan doa bagi pasien, termasuk pasien yang beragama Islam.”, ungkapnya.

Pembangunan RS Siloam Palembang juga menjadi bagian dari misi pemurtadan Grup Lippo.

Rep: Shodiq Ramadhan

Sumber: Media Indonesia/Republika/Hidayatullah

Suara Islam online, Tuesday, 31 May 2011 18:17 | Written by Shodiq Ramadhan

(nahimunkar.com)