BBC Indonesia Kampanyekan Penyimpangan Sex dan Ceroboh?

— Festival Film Gay Dibuka di Indonesia

Berita tentang festival film gay dibuka di Indonesia mengandung kampanye penyimpangan sex yang menjijikkan secara ceroboh. Baik dari segi muatan beritanya yang mempromosikan gay maupun kecerobohan yang menipu.

Berita itu di antaranya melegalkan hubungan sex sesama jenis, dengan ungkapan:

“Hubungan seks dengan sesama jenis secara teknis legal di Indonesia, tetapi isu ini masih merupakan tabu bagi sebagian kalangan.”

Dari mana sumbernya ungkapan berita yang sangat menyinggung perasaan Indonesia terutama 200-an juta Ummat Islam itu?

Inilah beritanya:

Terbaru 24 September 2010 – 11:05 GMT

Festival film gay dibuka

Festival film gay yang dikatakan terbesar di Asia dan satu-satunya di negara Muslim dibuka hari ini (24/9) dan berharap dapat menarik 15.000 penonton di sejumlah kota Indonesia.

Kantor berita AFP melaporkan festival tahunan bernama Q! Film Festival yang sudah memasuki tahun ke-9 akan memutar 150 film dari sekitar 20 negara, termasuk Prancis, Jepang, dan Filipina.

Festival film ini menekankan beragam tema seperti hak-hak kaum gay dan HIV/AIDS.

Direktur festival itu, John Badalu, mengatakan kepada AFP panitia penyelenggara memperkirakan tidak akan ada penentangan publik, tetapi tidak akan mempublikasikan secara besar-besaran karena masih ada “stigma terhadap kaum gay” di Indonesia, yang banyak penduduknya konservatif.

“Kami tidak ingin mempublikasikan acara ini di media mainstream,” kata Badalu.

Legal tapi terancam

Akan tetapi situs-situs jejaring sosial seperti Twitter menjadi ajang diskusi dan promosi acara itu, untuk “mengumumkan kepada semua orang bahwa masyarakat gay ada di Indonesia,” tambahnya.

Hubungan seks dengan sesama jenis secara teknis legal di Indonesia, tetapi isu ini masih merupakan tabu bagi sebagian kalangan.

Pada bulan Maret lalu sebuah konferensi gay dan lesbian se-Asia Pasifik yang diadakan di Surabaya terpaksa dibubarkan karena lokasi acara diserbu oleh kelompok Islam radikal yang dilaporkan memburu peserta konferensi dari ruangan ke ruangan.

Sebulan kemudian kelompok Islam radikal di Depok menyerbu seminar hak-hak kaum waria yang diadakan oleh Komnas HAM.

Panitia penyelenggara mengambil langkah hati-hati dalam menyelenggarakan festival ini. Pemutaran film dilakukan secara gratis di sejumlah tempat terbatas dan di beberapa pusat kebudayaan asing.

http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2010/09/100924_gayfilm.shtml

Kampanye penyimpangan sex dengan menipu –bahwa hubungan seks dengan sesama jenis secara teknis legal di Indonesia– semacam ini disamping menjijikkan, masih pula mengkampanyekan ketidak normalan. Orang yang anti penyimpangan seks dikesankan dengan julukan konservatif yang berkonotasi negative. Seolah baru tidak berkonotasi negative bila menerima tingkah bejat penyimpangan sex.

Betapa cerobohnya. (nahimunkar.com)