(Ilustrasi: nasionalisrakyatmerdeka.files.wordpress.com)


Jakarta, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia mengkritik pemerintahan Jokowi-JK yang menghadiahkan kado untuk seluruh rakyat Indonesia yaitu sebuah kebijakan di awal tahun yang menciderai perjalanan, harapan, dan perbaikan baru untuk bangsa Indonesia.

“Dengan adanya kebijakan yang menaikan harga tarif dasar listrik dan naiknya tarif pembayaran STNK dan BPKB kendaraan bermotor sehingga membuat rakyat semakin sengsara dan semakin terjerat masalah perekonomian,” ujar Koordinator Wilayah BEM Jabodetabek-Banten Fikri Azmi melalui keterangan pers tertulisnya, Jumat (6/1).

Menurut dia, pemerintah seharusnya dapat membuat kebijakan yang pro terhadap rakyat kecil, bukan seperti melupakan aspirasi dan jeritan dari rakyat yang tertindas.

“Kami pun sudah bosan melihat dagelan dan drama politik yang tidak ada habisnya ketika saling melempar permasalahan yang ada di perut pemerintahan saat ini,” tandas Ketua BEM PNJ itu.

Oleh karenanya, kata dia, Aliansi BEM Seluh Indonesia wilayah Jabodetabek-Banten menolak beberapa kebijakan Jokowi-JK yang dinilai bertentangan dengan suara rakyat.

“Kami menolak PP Nomor 60 Tahun 2016 dan menuntut Presiden Jokowi-JK untuk mencabut PP tersebut. Kemudian, menolak kenaikan Tarif Listrik Golongan 900VA dan mendesak dikembalikannya subsidi untuk tarif listrik golongan 900 VA,” tegas Fikri.

Tak hanya itu, mereka juga menuntut rezim untuk transparan dan melakukan sosialisasi dalam tiap menentukan suatu kebijakan.[]

Penulis. Melly Kartika

http://news.akurat.co/

***

Pernyataan Sikap BEM SEJABODETABEK-BANTEN

Kado awal tahun untuk rakyat Indonesia!

Awal tahun 2017 yang seharusnya merupakan awal perjalanan baru, awal harapan baru, dan awal perbaikan baru untuk bangsa Indonesia. Nyatanya pada hari ini kita saksikan pemerintahan Jokowi JK menghadiahkan kado untuk seluruh rakyat indonesia yaitu sebuah kebijakan di awal tahun yang menciderai perjalanan, harapan, dan perbaikan baru untuk bangsa Indonesia.

Dengan adanya kebijakan yang menaikan harga tarif dasar listrik dan naiknya tarif pembayaran STNK dan BPKB kendaraan bermotor sehingga membuat rakyat semakin sengsara dan semakin terjerat masalah perekonomian.

Pemerintah seharusnya selaku pemangku kebijakan dapat membuat kebijakan yang pro terhadap rakyat kecil, bukan seperti melupakan aspirasi dan jeritan dari rakyat yang tertindas. Kami pun sudah bosan melihat dagelan dan drama politik yang tidak ada habisnya ketika saling melempar permasalahan yang ada di perut pemerintahan saat ini.

Karena melihat kondisi ini kami mahasiswa aliansi BEM Seluruh Indonesia wilayah Jabodetabek-Banten menyatakan sikap:

  1. Menolak dengan tegas PP. No 60 Tahun 2016 dan menuntut Presiden Jokowi JK untuk mencabut PP tersebut
  2. Menuntut Presiden Jokowi JK untuk membuat kebijakan yang Pro terhadap rakyat
  3. Mengecam keraspemerintah dan jajarannya yang saling “cuci tangan” dengan kebijakan yang dibuatnya
  4. Menuntutpemerintah untuk transparansi dan sosialiasi dalam setiap menentukan suatu kebijakan
  5. Menolak Kenaikan Tarif listrik Golongan 900 VA dan mendesak dikembalikannya subsidi untuk tarif listrik golongan 900 VA

Awal tahun ini kami berharap dapat menjadi awal perubahan baru untuk bangsa Indonesia, dan awal dari pemerintahan Jokowi JK untuk mengkontemplasi kebijakannya yang sudah dibuat.

Kami mahasiswa yang senantiasa mengawal pemerintahan dan yang dapat melihat titik hitam dari sebuah kebijakan yang menyengsarakan rakyatnya akan selalu bersuara!

Hidup Mahasiswa!

Hidup Rakyat Indonesia!

TTD

Aliansi BEM Seluruh Indonesia

Koordinator Wilayah BEM Jabodetabek-Banten

Ketua BEM PNJ

Fikri Azmi

087886546174

http://bataranews.com/

(nahimunkar.com)