Benar-benar Miskin Etika

Belajar Mencaci Muslimin dengan Kata Kotor, Yunani lah Tempatnya

Belajar etika ke Yunani dengan menguras duit Negara sekitar Rp 1,5 miliar (menurut perkiraan), telah menggemparkan banyak orang yang masih punya daya nalar waras.

Kritikan bahkan kecaman pun dilontarkan, namun 11 anggota Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat pada hari Ahad 23 Oktober 2010 tetap berangkat ke Yunani negeri terkorup ( tahun 2007), dan negeri tertua kemusyrikannya itu.

Alasan mereka, karena Yunani adalah negeri demokrasi tertua, sehingga mereka selama sepekan belajar etika ke sana (Yunani), di antaranya ada yang menyebut, mereka belajar etika merokok.

Kalau mereka ini (anggota Dewan Kehormatan DPR) orang-orang Muslim, mestinya mengerti bahwa etika yang paling baik hanyalah etika Islam. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الأَخْلاَقِ.

“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlaq yang baik.” (Hadits riwayat Ahmad, dishahihkan oleh Syu’aib al-Arnauth).

Sehingga kalau mau belajar etika mestinya ke negeri yang dikenal penduduknya teguh keislamannya. Bukan ke Yunani, negeri kemusyrikan tertua, masyarakatnya bermulut kotor , dan moralnya paling korup.

Bukti mulutnya paling kotor adalah kasus yang terjadi di Athena Yunani pada hari raya Idul Adha 1431H/ 2010, tepatnya hari Selasa 16 November 2010. Sementara umat Islam shalat, beberapa penduduk setempat berteriak dengan kata-kata kotor dari balkon dan melambaikan bendera Yunani. Leaflet yang menggambarkan seekor babi, yang merupakan binatang najis dan haram dalam Islam – tersebar di seluruh alun-alun.

Lebih dari itu, menurut pengakuan Shamasul pria 30 tahun seorang muslim migran dari Bangladesh: “Kadang-kadang orang Yunani di lingkungan ini mengancam untuk membunuh kami.”

Singga Shamasul takut ke masjid, dengan mengatakan: “Ada sebuah masjid (resmi) di dekat sini, tapi kami takut untuk pergi ke sana,” kata pria Muslim migran dari Bangladesh itu.

Komunitas Muslim di Yunani diperkirakan sekitar 1 juta orang, di negara di mana kebanyakan penduduknya adalah penganut Kristen Ortodoks Yunani. (lihat eramuslim.com, Rabu, 17/11/2010 07:37 WIB,   Shalat Idul Adha Muslim Athena Disambut Cacian dan Poster Babi).

Kumpul dengan yang sejalan

Manusia, bagaimanapun diingatkannya, biasanya akan berkumpul dengan siapa yang menjadi kecocokannya. Dan akan menyingkir dari yang tidak dicocokinya. Ini sebagaimana telah disabdakan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

« الأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ ».

Roh-roh itu seperti prajurit yang berkelompok-kelompok, jika saling cocok (sifat dan akhlaqnya) maka mereka akan kompak (cinta dan sayang), dan jika saling bertentangan (tabiatnya) maka mereka akan saling menjauh lagi benci.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam pepatah Arab ada ungkapan, burung-burung akan berkumpul sesamanya.

Dalam kasus ini, bagaimanapun mereka tetap merasa benar, karena sudah mendapatkan habitatnya, yakni tempat yang orang-orangnya miskin etika. Maka mereka tidak merasa salah ketika belajar ke sana. Justru mereka merasa tepat, karena kompatibel, yakni sama-sama miskin etika, jadi pas, klop. Walau jauh dan menelan biaya banyak, tidak masalah.

Benar-benar miskin etika!

*Hartono Ahmad Jaiz, penulis buku Sumber-sumber Penghancur Akhlaq Islam

(nahimunkar.com)