Berita awal dari polisi, tukang ojek yang tewas di Ambon itu disebut dipukuli. Berita lain menyebut ditikam.

Kepala Bareskrim Polri, Komjen (Pol) Sutarman mengatakan:

“Ada seorang tukang ojek yang sebenarnya kecelakaan tunggal tapi malah dipukuli kelompok tertentu, sehingga terjadi balas dendam setelah upacara pemakaman,” ujar Sutarman.

“Kecelakaan lalulintas tunggal, out of control. Tapi malah dipukuli oleh warga desa itu, ya mungkin oleh kelompok lain. Orang kecelakaan tunggal, kok digebukin?. Itu yang jadi pemicu,” ujarnya. (Tribunnews.com – Minggu, 11 September 2011 18:41 WIB).

Radio Nederland memberitakan, Darmin (tukang ojek, muslim, red) tewas dikeroyok kelompok warga lain. Darmin, menurut cerita warga, mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Nona, Kudamati, sebuah wilayah -yang dikenal sebagai daerah- Nasrani. Ia kemudian dipukuli dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Demikian berita awal yang beredar.

Tetapi tampaknya ada upaya untuk menutupi kasus itu. Sehingga ada pihak dari Muslimin yang bereaksi karena adanya upaya menutupi kejadian itu, hingga mereka ingin bertandang ke markas polisi untuk menunjukkan bukti-bukti.

Inilah berita dan rangkaian berita sebelumnya:

 

Inilah Skenario Salibis.. Tukang Ojek Nyatanya Tewas Ditusuk, Bukan Kecelakaan

Teka-teki mengenai kasus Ambon berdarah minggu lalu mulai mengalami titik terang. Satu demi satu fakta di lapangan membuktikan bahwa kejadian Ambon berdarah yang menewaskan umat muslim adalah agenda yang sudah direncanakan pihak Kristen.

Fakta itu semakin menguat setelah pernyataan Kadiv Humas Mabes Polri, Anton Bachrul Alam yang menyatakan bahwa Tukang Ojek, Darmin Saiman tewas karena kecelakaan mulai dipertanyakan. Ustadz Bernard Abdul Jabbar, kepada Eramuslim.com, Selasa pagi (13/9), mengatakan bahwa rupanya Darmin tewas dengan luka tusuk di punggung.

“(Ucapan Poltri) itu tidak benar, di tubuh Darmin ada luka jahitan bekas tusukan. Saya memiliki fotonya. Mer-C pun juga sudah mendokumentasikan foto Darwin yang tewas karena ditusuk.” Ujarnya kepada Eramuslim.com

“Masak kalau kecelakaan, kepalanya pecah, tapi helmnya gak kenapa-kenapa.” tambahnya

Untuk membuktikannya, Ustadz Bernard bersama rekan-rekan, hari ini berencana menyambangi Kabareskrim Mabesm Polri dalam rangka memberikan fakta itu.

“Jam 12 siang kita akan ke Bareskrim, biar semuanya tahu kasus di Ambon sudah disetting.” Tandasnya

Sebelumnya, Anton Bahcrul Alam, minggu (11/9), menuturkan kericuhan Ambon minggu lalu, berawal dari kecelakaan murni tukang ojek, yang menabrak pohon dan menabrak rumah seorang warga bernama Okto. Darmin lalu dibawa ke rumah sakit dan meninggal. Namun ia diisukan dibunuh. “Itu bisa dibuktikan dari hasil otopsi. Semua tidak ada tanda-tanda kekerasan, Kami harap masyarakat memahami hal ini,” tambahnya.

Menurut sumber Eramuslim.com dari Ambon, Darmin mulanya menabrak seorang warga yang pada gilirannya diketahui beragama Nasharani. Kasus ini semakin melebar, setelah Darmin kemudian diserang dan ditusuk oleh warga Nashrani. Tidak hanya itu, pemakaman Darmin pun diserang masa kafir yang tidak terima atas tragedi naas itu.

Menurut Ustadz Bernard, konflik di Ambon ini memang sudah disetting jauh-jauh hari.Konsentrasi massa yang langsung terbentuk hanya lewat sms mengenai kematian Darmin, dinilainya sama sekali tidak masuk akal.

“Tidak mungkin hanya dalam beberapa waktu, konsentrasi massa muslim dan Kristen sudah terbentuk. Konflik ini disetting oleh kaum Kristiani.” (pz)

ERAMUSLIM > BERITA NASIONAL

http://www.eramuslim.com/berita/nasional/inilah-skenario-salibis-tukang-ojek-nyatanya-tewas-ditusuk-bukan-kecelakaan.htm
Publikasi: Selasa, 13/09/2011 09:49 WIB

***

Berita tersebut ada kemiripan dengan apa yang diungkapkan Kepala Bareskrim Polri, Komjen (Pol) Sutarman:

“Ada seorang tukang ojek yang sebenarnya kecelakaan tunggal tapi malah dipukuli kelompok tertentu, sehingga terjadi balas dendam setelah upacara pemakaman,” ujar Sutarman.

“Kecelakaan lalulintas tunggal, out of control. Tapi malah dipukuli oleh warga desa itu, ya mungkin oleh kelompok lain. Orang kecelakaan tunggal, kok digebukin?. Itu yang jadi pemicu,” ujarnya.

Inilah berita selengkapnya:

 

Kerusuhan Ambon

Kabareskrim: Tukang Ojek Kecelakaan Tunggal

Tribunnews.com – Minggu, 11 September 2011 18:41 WIB

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Bareskrim Polri, Komjen (Pol) Sutarman mengatakan kerusuhan di Ambon dipicu tewasnya seorang tukang ojek dalam kecelakaan tunggal, namun sempat dipukuli oleh sekelompok orang. Nyawanya tidak tertolong saat dilarikan ke rumah sakit.

“Ada seorang tukang ojek yang sebenarnya kecelakaan tunggal tapi malah dipukuli kelompok tertentu, sehingga terjadi balas dendam setelah upacara pemakaman,” ujar Sutarman saat hendak mengikuti rapat perihal rusuh Ambon ini di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (11/9/2011) petang.

Berdasarkan informasi yang diterima, lanjur Sutarman, tewasnya si tukang ojek adalah murni karena kecelakaan tunggal. Perbedaan keyakinan antara kelompok si tukang ojek dan kelompok pemukul memicu kerusuhan makin meluas.

“Kecelakaan lalulintas tunggal, out of control. Tapi malah dipukuli oleh warga desa itu, ya mungkin oleh kelompok lain. Orang kecelakaan tunggal, kok digebukin?. Itu yang jadi pemicu,” ujarnya.

Sepengetahuan Sutarman, kondisi terakhir di Ambon masih mencekam. Namun, ia belum mendapatkan laporan korban jiwa ataupun luka dalam kerusuhan tersebut.

Penulis: Abdul Qodir  |  Editor: Hasiolan Eko P Gultom

http://www.tribunnews.com/2011/09/11/kronologi-kerusuhan-ambon-versi-mabes-polri

***

 

Berita dari okezone pun menyebutkan:

Bentrokan diduga dipicu tewasnya seorang tukang ojek bernama Darmin Saiman dengan sejumlah luka di tubuhnya. Massa menuntut polisi bertanggung jawab atas kematian Darmin. Hingga kini Kota Ambon masih tegang dan massa masih terlibat bentrokan.

Inilah berota selengkapnya:

 

By kemas, okezone.com, Updated: 9/11/2011 3:59 AM

Bentrok Antarwarga di Ambon, Polisi Keluarkan Tembakan

AMBON- Kota Ambon tegang menyusul bentrokan antarwarga yang saling berhadapan dan baku lempar. Bentrokan dipicu tewasnya seorang warga yang berprofesi sebagai tukang ojek.

Kerusuhan antarwarga terjadi di sejumlah titik di pusat Kota Ambon, Minggu (11/9/2011). Bentrokan awalnya hanya terjadi di kawasan Mangga Dua, usai pemakaman seorang tukang ojek.

Entah siapa yang memulai, massa kemudian marah dan terlibat bentrokan dengan warga lainnya di kawasan tersebut. Warga saling serang dan lempar batu.

Aparat Kepolisian yang jumlahnya hanya dua orang, terlihat kewalahan mengatasi bentrokan. Petugas akhirnya mengeluarkan rentetan tembakan untuk menghalau warga, namun tetap kewalahan membubarkan massa.

Dalam bentrokan ini, massa sempat membakar sejumlah kendaraan roda dua dan merusak kendaraan roda empat. Selain di kawasan Mangga Dua, bentrokan ternyata meluas ke sejumlah titik di Kota Ambon, di antaranya kawasan tugu Trikora Kota Ambon.

Bentrokan diduga dipicu tewasnya seorang tukang ojek bernama Darmin Saiman dengan sejumlah luka di tubuhnya. Massa menuntut polisi bertanggung jawab atas kematian Darmin. Hingga kini Kota Ambon masih tegang dan massa masih terlibat bentrokan.

Hingga kini, sejumlah kawasan diblokir warga, sehingga kosentrasi massa hanya terjadi di sejumlah kawasan di Kota Ambon di antaranya kawasan Mardika, Talake, dan Tantui, Ambon.

http://news.id.msn.com/okezone/regional/article.aspx?cp-documentid=5258022

Foto: okezone

(nahimunkar.com)