Dok. Bengawan Solo


Rimanews – Sungai Bengawan Solo meluap dan merendam ribuan rumah di wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Provinsi Jawa Timur sejak tiga hari lalu.

“Hujan terus menerus yang merata di bagian hulu dan tengah Sungai Bengawan Solo di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur telah meningkatkan debit banjir sehingga banjir makin meluas,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Dikatakannya, tinggi muka air Bengawan Solo terus naik. Kemarin, posisi tinggi muka air sungai Bengawan Solo di Kota Bojonegoro pada pukul 06.00 WIB mencapai 14,96 meter dan ketinggian air naik mencapai 15,02 meter dua jam setelahnya.

“Siaga merah, dengan kondisi siaga merah maka banjir merendam beberapa wilayah di Bojonegoro,” kata dia.

Sutopo merinci, di Bojonegoro ada 3.410 rumah di 51 desa dan 10 kecamatan. Sedangkan, di Tuban, sekitar 3.569 rumah tergenang air.

“Satu orang tewas dan 156 jiwa mengungsi di Gedung Serba Guna Jalan KH Mas Mansyur, Bojonegoro,” ujar Sutopo.

Meski ribuan rumah terendam banjir, kata Sutopo, masyarakat tidak mau mengungsi. “Mereka sudah terbiasa banjir yang hampir setiap tahun terjadi di Bojonegoro,” kata dia.

BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum Bojonegoro telah menutup 56 pintu darurat di tanggul barat dan utara untuk mengantisipasi banjir. “Disediakan 24 ribu kantong berisi pasir yang ditumpuk di pintu-pintu darurat serta tanggul desa yang terdampak banjir,” kata dia.

Sumber: rimanews.com/Stefanus Yugo

(nahimunkar.com)