Ilustrasi/www.imagejojo.com


Abdullah Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma pernah bercerita bahwasanya di salah satu majlis di dalam sebuah mesjid ketika perang tabuk ada seseorang yang pernah mengatakan, “aku tak pernah menemukan orang yang lebih besar perutnya, dan lisannya senang berbohong, serta pengecut ketika diajak berperang, dibandingkan mereka (maksudnya adalah Rasulullah dan para sahabatnya)”. Kemudian salah seorang yang mendengar kalimat tersebut langsung membalas, “engkau telah berbohong, dan engkau adalah orang yang munafiq, aku akan kabarkan ini kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam”, maka sampailah berita tersebut kepada Rasulullah, kemudian turunlah ayat al quran kepada beliau.

Abdullah bin Umar melanjutkan ceritanya, “aku melihat orang tadi bergelantungan di sabuk untanya Rasulullah hingga tersandung batu dan berdarah seraya berkata, “wahai Rasulullah, kami hanya bermain dan bercanda dengan perkataan kami tadi”, dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membacakan ayat yang baru turun kepada beliau,

( أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ • لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ )

” Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? • Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman “. { At Taubah 65-66 }

[Syarh Nawaqidhul Islam; Syeikh Muhammad bin Umar Bazmul]

Jaga lisanmu…

Fikirkan sebelum mengatakan sesuatu…

Bisa jadi perkataanmu menjadi penyebab tingginya derajatmu di sisi Allah atau sebaliknya… Lebih baik diam, atau katakan yang bermanfaat…

Abu Zubair Bamajbur
———————
8 Rabiul Akhir 1437 H

fb Aslam Umar Bamajbur

(nahimunkar.com)