Syiahindonesia.com – Berdalih kerjasama pembebasan Palestina dan Rohingya, Iran dan Indonesia sepakat bekerjasama meningkatkan peran aktif untuk mempercepat kemerdekaan Palestina serta mengupayakan perlindungan bagi Komunitas Rohingya di Myanmar.

Demikian salah satu hasil pertemuan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan dan Ketua Parlemen Iran Ali Larijani di Kantor Parlemen Iran di Teheran, Senin (5/12) waktu setempat

“Isu Rohingnya dan Palestina harus mendapat Perhatian khusus dari saudara saudaranya sesama muslim. Parlemen Indonesia dan Iran sepakat terlibat aktif upayakan kemerdekaan Palestina dan Perlindungan untuk Rohingnya,” ungkap Zulkifli Hasan, lansir kantor berita abna, 5/12/16.

Zulkifli Hasan juga menyampaikan itikad baik Indonesia untuk terlibat aktif menciptakan perdamaian di Timur Tengah, yang sampai saat ini dilanda konflik berkepanjangan. (nisyi/)

http://www.syiahindonesia.com/

***

Musyrikin Budha Myanmar dan Orang Syiah Iran

by nahimunkar.com, 20 Juli 2016

Ulama Syiah bekerjasama dengan budhist Myanmar demi untuk menghapuskan umat Islam Rohingya di Myanmar

Syiah sesat (sebahagian pendapat menyebutkan bahwa syiah bukan Islam)

Masih menganggap Syiah Islam ? Dan membela mati – matian ?

Bukalah mata anda, Apa yang di perbuat Syiah kepada saudara kita sesama Ahlus Sunnah di Suriah, Iraq, Iran, Yaman dan negeri Muslim Ahlus Sunnah lainnya

Admin Seindah Sunnah

Seindah Sunnah

***

Terungkap, Syiah Itu Musyrik

by nahimunkar.com, Feb 19th, 2016

(Dalam Diskusi di Gedung PP Muhammadiyah)

Syiah itu Musyrik. Itu telah dijelaskan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan kini terungkap, dalam diskusi di Gedung PP Muhammadiyah Jakarta (16/02 2016).

Amin Djamaluddin dari LPPI mengutip pernyataan di dalam buku ‘Kecuali Ali’, yang ditebitkan Islamic Cultural Centre (ICC), Pejaten, Jakarta disebutkan bahwa Tuhan (orang-orang) Syiah itu adalah Ali. Dalam sebuah riwayat yang ditafsirkan oleh Imam Syiah, “Bahwa segala sesuatu akan musnah kecuali wajah Allah, yang dimaksud wajah Allah di situ ialah Ali alaihi salam,” tutur peneliti aliran sesat ini.

Jurus taqiyah dari pentolan syiah ternyata tetap tidak mampu menutupinya, walau sampai diajukan argumen, namun justru menambah terperosoknya pihak syiah.

Di antara agumen yang dikemukakan pentolan syiah: “Adapun, di Syiah tidak ada satu kitab syiah pun yang sahih sehingga seluruhnya bisa dipersoalkan dan diperdebatkan,” kata Ketua Dewan Syuro Ahlul Bait Indonesia Umar Shahab.

Kalau tidak ada satu kitab syiah pun yang sahih, seharusnya cukup memegangi yang shahih, bahkan dari Nabi saw lagi. Ini di antaranya:

عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ عَلِيٍّ، عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ مُحَمَّدٍ، قَالَتْ: نَظَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى عَلِيٍّ فَقَالَ: «هَذَا فِي الْجَنَّةِ، وَإِنَّ مِنْ شِيعَتِهِ قَوْمًا يَعْلَمُونَ الْإِسْلَامَ، ثُمَّ يَرْفُضُونَهُ، لَهُمْ نَبَزٌ يُسَمَّوْنَ الرَّافِضَةَ مَنْ لَقِيَهُمْ فَلْيَقْتُلْهُمْ فَإِنَّهُمْ مُشْرِكُونَ»مسند أبي يعلى الموصلي (12 / 116): 6749 –  [حكم حسين سليم أسد] : إسناده صحيح

Nabi -Shalallahu alaihi wa salam- melihat kepada Ali -Radiallahuanhu- lalu berkata: “Ini (maksudnya adalah Ali) ada di surga, dan diantara syiahnya ada satu kaum yang mengerti Islam kemudian menolaknya, mereka memiliki tanda disebut rafidhah, barang siapa bertemu mereka maka bunuhlah (di riwayat lain perangilah) sesungguhnya mereka itu musyrik.” مسند أبي يعلى الموصلي

Husain Salim Asad menghukuminya: sanadnya shahih.

Dengan terungkap musyrikya syiah ini, maka menambah jelas terbuktinya hadits Nabi saw tersebut, dan Umat Islam semakin faham, bahwa syiah itu justru merusak aqidah Islam.

https://www.nahimunkar.com/terungkap-syiah-musyrik/

***

Sadisnya Yahudi dan musyrikin plus betapa bahayanya munafiqin

Allah Ta’alaberfirman:

) وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ  [البروج : 8]

Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, (QS Al-Buruj/ 85: 8)

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (Qs Al-Maaidah/5: 82).

Selama bulan Ramadhan 1433H/ 2012, (empat tahun yang lalu, namun kini derita umat Islam Suriah belum selesai) dapat didengarkan setiap malam dari Masjidil Haram Makkah yang juga disiarkan oleh radio-radio da’wah di Indonesia, Imam Shalat Taraweh di Kota Suci itu senantiasa mengumandangkan do’a qunut nazilah atas penderitaan Muslimin di Suriah yang dibantai oleh penguasa minoritas Syi’ah Nushairiyah, yaitu syiah yang kayikanannya kufur dan tidak mewajibkan puasa Ramadhan bahkan sangat benci terhadap Islam. Syiah Nushairiyah yang membantai Muslimin itu juga dibantu syi’ah dari Iran, Irak, dan Lebanon serta kafirin Rusia dan Cina. Juga doa qunut nazilah itu atas penderitaan Muslimin Palestina yang sejak lama senantiasa dibunuhi dan diusir serta dijajah oleh Yahudi Bani Israel. Serta qunut nazilah itu mendoakan keselamatan Muslimin Rohingya di Arakan Burma Myanmar yang dibantai oleh musyrikin Budha. Wanita-wanita muslimah diperkosa, Muslimin dibunuhi, dan rumah-rumah Muslimin dibakari.

Sadisnya Yahudi dan musyrikin serta kafirin dan munafiqin terhadap kaum Muslimin bukan hanya terjadi sekarang, dan bukan hanya menimpa di luar negeri, namun terjadi dari dulu hingga entah kapan nanti, dan juga termasuk di dalam negeri. Sehingga Allah melarang Ummat Islam mengangkat manusia-manusia kafir menjadi pemimpin atau orang kepercayaan.

Allah Ta’ala berfirman:

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ  [آل عمران : 28]

janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali[192] dengan meninggalkan orang-orang mukmin. barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. dan hanya kepada Allah kembali (mu).(Ali Imran: 28).

[192] Wali jamaknya auliyaa: berarti teman yang akrab, juga berarti pemimpin, pelindung atau penolong.

Penjajah Belanda yang beragama Kristen, dan mereka itu adalah minoritas di Nusantara, terbukti telah bercokol mencengkeramkan kuku-kukunya di Nusantara selama 350-an tahun dengan aneka pelanggaran dan pemerkosaan hak-hak sipil. Berapa ribu ulama yang telah dibantai dengan cara diadu domba. Contohnya, di zaman Amangkurat I, pengganti Sultan Agung di Kerajaan Mataram Islam, di Jogjakarta, Amangkurat I mengadakan perjanjian dengan Belanda, lalu para ulama tidak setuju, maka dikumpulkanlah para ulama itu di alun-alun (lapangan) sejumlah 5.000-an ulama, lalu dibantai. Sejarahnya sebagai berikut:

Amangkurat I membantai ribuan ulam

Pembantaian terhadap umat Islam kadang bukan hanya menimpa umat secara umum, namun justru inti umat yang dibantai, yaitu para ulama. Pembantaian yang diarahkan kepada ulama itu di antaranya oleh Amangkurat I, penerus Sultan Agung, raja Mataram Islam di Jawa, tahun 1646.

Peristiwa itu bisa kita simak sebagai berikut:

‘Penyebaran Islam menjadi benar-benar terhambat dan sekaligus merupakan sejarah paling hitam tatkala Amangkurat I mengumpulkan 5000 sampai 6000 orang ulama seluruh Jawa dan membunuhnya seluruhnya secara serentak.’ (Sjamsudduha, Penyebaran dan Perkembangan Islam- Katolik- Protestan di Indonesia, Usaha Nasional,Surabaya, 1987, halaman 119).

Masalah ini ditegaskan lagi oleh Sjamsudduha pada halaman lain: ‘Penyebaran Islam pernah mengalami hambatan yang bersifat politis, yaitu adanya pergolakan intern dalam kerajaan-kerajaan Islam. Hambatan yang paling hebat dalam proses penyebaran Islam terjadi ketika Amangkurat I melakukan pembunuhan besar-besaran terhadap lima sampai enam ribu ulama dan keluarganya. Penyebaran Islam di Jawa mengalami stagnasi untuk beberapa lama karena kehabisan muballigh, dan perasaan takut.’(Sjamsudduha, Penyebaran dan Perkembangan Islam- Katolik- Protestan di Indonesia, Usaha Nasional,Surabaya, 1987, halaman 167). https://www.nahimunkar.com/sadisnya-yahudi-dan-musyrikin-plus-betapa-bahayanya-munafiqin-maka-dilarang-mengangkat-mereka-sebagai-pemimpin/

(nahimunkar.com)