KIBLAT.NET, Riyadh – Sejumlah media menyebarkan isu bahwa kerajaan Arab Saudi pada Rabu, 14 Desember 2016, memutuskan hubungan diplomatik dengan Rusia.

Isu tersebut muncul menyusul pembunuhan dan jatuhnya sejumlah besar korban sipil di Aleppo, Suriah. Rusia telah lama menjadi sekutu Basyar Assad dalam masalah ini.

Dikutip dari Arabwindow, Kementerian luar negeri Saudi, Adil Al-Jubair mengatakan pada konferensi pers Rabu pagi bahwa Arab Saudi mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Rusia dan mengusir semua diplomat Rusia dari wilayah Kerajaan.

“Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Rusia dan meminta semua personil misi diplomatik Rusia untuk meninggalkan (kerajaan) dalam waktu 48 jam,” kata Adil Al-Jubair dalam pernyataan itu.

NB: Berita ini telah mengalami perubahan pada Jumat, 16 Desember 2016. Diambil dari beberapa sumber seperti traneemnews.com dan Arabwindow. Redaksi telah berupaya untuk meminta klarifikasi ke Kantor Kedubes Arab Saudi terkait berita ini. Namun, pejabat yang bertugas belum bisa memberikan keterangan karena alasan cuti.

Informasi pemutusan hubungan diplomatik antara Russia dan Saudi tidak ditemukan di kantor berita Saudi maupun media lainnya. Sementara itu, dalam beberapa hari terakhir malah gencar diberitakan penguatan aliansi antara Moskow dan Riyadh di bidang energi. Kedua negara sepakat menandatangani kesepakatan tentang pasokan minyak mentah.

Reporter: Salem
Sumber: arabwindow/kiblat.net

(nahimunkar.com)