Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabodetabek melakukan long march sejak jam 13.45 dari titik Bundaran Patung Kuda menuju Istana Negara sambil memikul mayat serta keranda mayat yang ditutupi oleh spanduk bertuliskan “Matinya Hati Nurani Pemerintah”, Kamis (12/1). 


WARTA KOTA, GAMBIR — Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabodetabek mulai melakukan long march sejak jam 13.45 dari titik Bundaran Patung Kuda menuju Istana Negara.

Dalam long marchnya, mereka memikul serta keranda mayat yang ditutupi oleh spanduk bertuliskan “Matinya Hati Nurani Pemerintah”.

Terlihat pula gambar karikatur yang mengenakan kemeja beserta dasi, namun pada bagian kepalanya digantikan dengan gambar lampu pertanda naiknya tarif dasar listrik (TDL).

Dalam aksinya, para mahasiswa terlihat mengenakan almamater beserta bendera universitas mereka masing-masing.

Selain itu, mereka juga membawa atribut unjuk rasa lain seperti spanduk dan banner yang menyindir beberapa kenaikan harga di Indonesia saat ini, seperti kenaikan harga cabai, kenaikan harga Tarif Dasar Litstrik (TDL), serta kenaikan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Seperti diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), hari ini, Kamis 12 Januari 2017 melakukan unjuk rasa di 19 titik di wilayah se-Indonesia, tak terkecuali di ibukota Jakarta.

Mereka menamakan aksinyabhari ini sebagai aksi unjuk rasa bela rakyat 121.

Terdapat lima tuntutan yang akan mereka sampaikan ke pemerintah, yaitu:

  1. Menolak dengan tegas PP No.60 Tahun 2016 dan menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) untuk mencabut PP tersebut.
  2. Menuntut Presiden Jokowi-JK untuk membuat kebijakan yang pro terhadap rakyat.
  3. Mengecam keras pemerintah dan jajarannya yang saling cuci tangan dengan kebijakan yang dibuatnya.
  4. Menuntut pemerintah untuk transparansi dan sosialisasi dalam setiap menentukan suatu kebijakan.
  5. Menolak kenaikan tarif listrik golongan 900 VA dan mendesak dikembalikannya subsidi untuk tarif listrik golongan 900 VA.

Sumber: wartakota.tribunnews.com/Rangga Baskoro/Kamis, 12 Januari 2017

(nahimunkar.com)