Berpakaian Ketat, 118 Wanita Terjaring Razia di Aceh

BANDA ACEH– Bagi Anda seorang wanita yang biasa menggunakan pakaian ketat, sebaiknya jangan menggunakannya di Aceh. Jika tidak anda akan terjaring razia yang digelar Polisi Syariah atau Wilayatul Hisbah (WH).

Dalam razia busana di depan Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh hari ini, petugas menjaring 118 perempuan berpakaian ketat dan tidak mengenakan jilbab karena dinilai melanggar qanun (Perda) Syariat Islam.

Razia Polisi Syariah dibantu Satpol PP dengan menghentikan para pengendara sepeda motor yang melintas, khususnya jika dilihat berpakaian ketat. Petugas langsung mencatat identitas pengendara jika dinilai berpakaian tidak sesuai Syariat Islam.

“Mereka hanya diberi pembinaan saja tidak ditangkap. Kami hanya mencatat identitasnya jika diketahui melakukan hal sama lagi akan ditindak,” kata Kepala Seksi Penyidikan Satpol PP dan WH Aceh, Samsuddin, di sela razia, Kamis (9/5/2011).

Sebanyak 118 perempuan yang terjaring razia tersebut adalah mahasiswi. Menurut Samsuddin perbuatan mereka melanggar qanun nomor 11/2002 tentang Syariat Islam bidang akidah, ibadah, dan syiar.

Mereka yang terjaring diberi pembinaan di lokasi razia agar tidak lagi mengenakan pakaian ketat. “Ini razia rutin untuk menyosialisasikan qanun nomor 11,” ujarnya.

Insiden memalukan sempat mewarnai jalannya razia. Seorang perempuan berpakaian ketat menolak dicatat namanya oleh petugas. Dia pun mengaku sebagai istri Polisi.

Untuk menciutkan nyali petugas yang menjaringnya, dia lantas menelpon suaminya. Tak lama kemudian sang suami datang dengan berpakain bebas, membantu pembebasan isterinya. Polisi Syariah tak berkutik. Mereka akhirnya melepaskan perempuan tersebut. “Untuk menghindari ribut,” kilah seorang Polisi Syariah.

Sayangnya nasib yang sama tidak berlaku bagi 118 mahasiswi yang terjaring dan diceramahin di lokasi razia.

(kem)

Okezone, Salman Mardira – Kamis, 9 Juni 2011 19:14 wib

(nahimunkar.com)