“Berzinalah” Ini Kondomnya, Gratis Lho…

Ketika manusia sudah tidak takut dosa, maka untuk memperbanyak dan meratakan dosa pun diprogram untuk masyarakat. Seolah memperbanyak dosa itu adalah satu pilihan yang tepat bagi masyarakat, hingga sarananya diperbanyak dan ditingkatkan.

Para pelacur dan bajingan (yang suka membajing alias berzina) yang jelas-jelas sampah masyarakat justru dihadiahi kondom gratis untuk melaksanakan perzinaan. Seakan program itu berbunyi: Berzinalah, ini kondomnya, gratis lho…

Ini bukan cerita khayal namun adalah kebejatan moral yang diprogramkan di suatu negeri.

Inilah beritanya:

Pekanbaru Operasikan 35 Gerai Kondom

Sasaran utamanya adalah PSK dan kaum lelaki hidung belang.

KAMIS, 27 MEI 2010, 10:33 WIB

Amril Amarullah

VIVAnews – Meningkatnya potensi penyebaran virus HIV/AIDS di Kota Pekanbaru, membuat pemerintah pada tahun 2010 ini akan menambah gerai kondom untuk ditempatkan di berapa lokasi strategis sebanyak 35 outlet.

Adapun wilayah yang diutamakan seperti penginapan, warung kopi maupun pangkalan truk dijadikan gerai kondom. Pada tahun sebelumnya, hanya terdapat 22outlet kondom, namun pada tahun 2010 ini meningkat menjadi 35.

“Hal ini berdasarkan tingginya potensi penyebaran HIV/AIDS di Pekanbaru,” kata Staf Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Pekanbaru, Dede Hermania, Kamis 27 Mei 2010.

Ia menambahkan, sebelum beroperasi, outlet tersebut terlebih dahulu disurvei oleh sejumlah LSM mengenai potensi penyebaran AIDS. “Baru kemudian ditetapkan daerah itu sebagai outlet kondom,” ia berujar.

Nantinya, kondom tersebut tidak diperjualbelikan. Namun untuk warga yang mampu dikenakan biaya Rp 500, itupun jika mereka ingin membelinya. Sasaran utamanya adalah PSK dan kaum lelaki hidung belang.

“Setiap pekan di Pekanbaru, setiap outlet rata-rata menghabiskan hingga mencapai 30 kondom. Jadi kira-kira dalam sebulan menghabiskan sekitar 4.200 kondom baik yang untuk perempuan dan laki-laki,” kata dia.

Jumlah ini meningkat dibandingkan pada tahun sebelumnya, yang sebulannya hanya menghabiskan sekitar 2.000 kondom. Kondom tersebut merupakan bantuan dari Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), yang diberikan pada KPAN disetiap Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

“Meski demikian, masih banyak juga masyarakat yang malu menggunakan kondom dan akhirnya melakukan seks berisiko,” ujar dia.

Data KPA menyebutkan hingga Maret 2010, terdapat 130 penderita AIDS yang terdeteksi di Pekanbaru. Jumlah ini merupakan terbesar di seluruh Riau. (adi)

Sumber: • VIVAnews