Bismillah! Jama’ah Haji Indonesia 1430H/ 2009 Siap Diberangkatkan

Bismillah. Jamaah haji Indonesia 1430H/ 2009 insya Allah mulai berangkat 23 Oktober 2009/ 6 Dzulqa’dah 1430H. Dua ratus ribu lebih jamaah haji Indonesia akan ditempatkan di 407 pondokan, di antaranya yang seperempatnya (Ring 1) berjarak sampai dua kilometer dari Masjidil Haram Makkah. Sedang tiga perempatnya (Ring 2) berjarak 2 sampai 7 kilometer dari Masjidil Haram.

16.000 jamaah haji khusus (VIP), penempatannya tergantung biro-biro perjalanan berizin yang membawa mereka.

11 embarkasi akan memberangkatkan jamaah haji Indonesia, di antaranya dari Kalteng justru pilih embarkasi Solo Jawa Tengah, bukan ke Banjarmasin Kalimantan Selatan, karena lebih mudah ke Solo.

Paspor dan visa haji sudah selesai, tinggal sedikit lagi. Sementara itu calon jamaah haji yang masih tercatat sebagai daftar tunggu mencapai 820.000 orang. Mereka tidak bisa berangkat tahun ini dan harus menunggu satu hingga empat tahun ke depan.

Berita-beritanya sebagai berikut:

Jamaah Haji RI Akan Tempati 407 Pondokan

Rabu, 30 September 2009 | 22:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada musim haji tahun 2009 ini, jemaah haji Indonesia selama di kota suci Mekkah akan menempati 407 pondokan. Sebanyak 115 rumah berada di ring I dengan jarak sampai dengan 2.000 meter ke Masjidil Haram, dengan kapasitas 52.499 orang (26,36 persen). Ring I ini mencakup wilayah hafair, Jarwal, Sulaimaniah, Jumaizah, Misfalah dan Syari Mansour I.

Sebagian besar lainnya, menurut Menteri Agama Maftuh Basyuni di Jakarta, Rabu (30/9), sebanyak 72,90 persennya, dengan 292 rumah dan kapasitas tampungnya mencapai 143.603 orang, berada di ring II. Jaraknya 2.000-7.000 meter ke Masjidil Haram. Ring II ini tersebar di wilayah Mahbas Jin, Aziziyah Syimaliah, Aziziyah Janubiah, Syisa/Raudhah, Bakhutmah, Maabdah, Rai Zakhir, Syari Mansour II, Syari Ummul Qura II, Syari Sittin, Zahir dan Nuzhah.

“Untuk pemondokan di ring I, tidak disediakan transportasi,” ujar Maftuh.

MAM

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/30/22175254/jamaah.haji.ri.akan.tempati.407.pondokan

Tangga Darurat Menjadi Ganjalan Jemaah Haji

Jemaah Tempati Asrama Haji 22 Oktober

Senin, 19 Oktober 2009 | 05:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com-Departemen Agama memastikan semua pemondokan haji di Tanah Air ataupun di tanah suci Mekkah dan Madinah sudah siap digunakan. Akan tetapi, peraturan mengenai tangga darurat di pemondokan yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi masih menjadi ganjalan.

Hal itu diutarakan Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Departemen Agama A Ghofur Djawahir di Jakarta, Minggu (18/10).

Depag sudah menyiapkan 406 rumah sewa untuk pemondokan jemaah haji di Mekkah. Jumlah tersebut lebih sedikit dari tahun sebelumnya yang mencapai 516 rumah. Namun, peraturan Pemerintah Arab Saudi mewajibkan rumah sewa yang berkapasitas lebih dari 50 orang untuk memasang tangga darurat.

”Kalau tidak ada tangga darurat, jumlah jemaah yang menginap harus dikurangi 30 persen. Itu yang membuat kami khawatir karena semua uang sewa sudah dibayar,” tutur Ghofur.

Menteri Agama Maftuh Basyuni telah mengirimkan surat kepada Pemerintah Arab Saudi terkait dengan peraturan baru tersebut. Menteri meminta Pemerintah Arab Saudi menunda pelaksanaan peraturan tersebut karena baru dikeluarkan pada bulan Ramadhan sehingga banyak pemilik rumah sewa yang belum siap mengadakannya.

Selain itu, Depag mengusulkan agar sanksi hanya diberlakukan untuk para pemilik pemondokan yang belum menyiapkan tangga darurat, bukan negara penyewa pemondokan.

Apabila peraturan tangga darurat itu tetap diterapkan tahun ini, pemilik pemondokan harus mengembalikan 30 persen uang sewa yang sudah dibayarkan. Namun, hingga kemarin, Departemen Agama belum memperoleh jawaban dari Pemerintah Arab Saudi.

Menyangkut kesiapan keberangkatan, dijadwalkan jemaah haji mulai menempati asrama haji di 11 embarkasi pada 22 Oktober nanti. Kecuali Padang dan Palembang, pemberangkatan jemaah haji di sembilan embarkasi lain akan dimulai tanggal 23 Oktober. Pemberangkatan jemaah haji dari embarkasi Padang dan Palembang akan dimulai 24 Oktober.

Di Bandung, calon haji asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengumpulkan dana hingga terkumpul Rp 10 juta untuk disumbangkan kepada korban gempa bumi di Bandung.

Kepala Subbagian Pemberitaan dan Publikasi Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Bandung Asep Syahdiana menyebutkan, dana terkumpul secara spontan saat mereka mengikuti penutupan dan peragaan manasik haji. (Antara/NTA) http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/10/19/05120335/Tangga.Darurat.Menjadi.Ganjalan.Jemaah.Haji

820.000 Calon Daftar Tunggu

Pemondokan Jemaah Haji Tanpa Tangga Darurat

Jumat, 16 Oktober 2009 | 04:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Sedikitnya 820.000 anggota jemaah calon haji masuk daftar tunggu. Mereka tidak bisa berangkat tahun ini dan harus menunggu satu hingga empat tahun ke depan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Departemen Agama A Ghofur Djawahir, Kamis (15/10) di Jakarta, menuturkan, calon jemaah yang sudah mendaftar tetapi belum dapat berangkat mencapai 820.000 orang. Mereka masuk daftar tunggu dan baru bisa diberangkatkan tahun 2010 hingga 2012.

Departemen Agama tak bisa langsung memberangkatkan seluruh jemaah calon haji karena kuota haji terbatas. Rata-rata dalam satu tahun Pemerintah Arab Saudi memberikan jatah 200.000 anggota jemaah untuk Indonesia.

Tahun 2009, kuota yang diberikan sebanyak 207.000 orang. Kuota itu terdiri dari haji reguler 191.000 orang dan haji khusus 16.000 orang. ”Jumlah pendaftar terus meningkat. Hampir setiap hari ada calon jemaah yang mendaftar,” kata Ghofur. Akibatnya, calon jemaah tak bisa langsung berangkat meski sudah mendaftar.

Seorang calon haji yang pernah masuk daftar tunggu adalah Fatimah, warga Karawaci, Tangerang, Banten. Ia mendaftar awal tahun 2008, tetapi baru berangkat tahun 2009. ”Awalnya masuk daftar tunggu untuk tahun 2010, tetapi bisa dimasukkan dan berangkat tahun ini,” ujarnya. Sesuai jadwal, ia akan berangkat pada 13 November 2009.

Dalam paparan persiapan penyelenggaraan ibadah haji beberapa waktu lalu, Menteri Agama Maftuh Basyuni mengatakan, pihaknya sudah mengajukan tambahan kuota 3.000 orang kepada Pemerintah Arab Saudi. Permohonan penambahan kuota itu diajukan mengingat jumlah calon jemaah yang masuk daftar tunggu semakin banyak. Namun, Pemerintah Arab Saudi belum memberikan jawaban.

Tangga darurat

Di Serang, Banten, Kamis, Menag mengakui Pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian sejauh mana pemberlakuan kewajiban adanya tangga darurat bagi hunian bertingkat empat yang ditempati lebih dari 200 anggota jemaah. Padahal, sekitar 19.000 anggota jemaah haji asal Indonesia tahun ini tinggal di pemondokan yang tidak memiliki tangga darurat.

”Tangga itu diperlukan supaya kalau ada kebakaran dan sebagainya, jemaah bisa langsung diselamatkan. Angka 19.000 itu hitungan kami,” ujar Menag.

Maftuh juga menyatakan masih dimungkinkan mengganti pemondokan jemaah. (NTA/CAS)

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/10/16/04544593/820.000.calon.daftar.tunggu

Tetap Lewat Solo

Senin, 05 Oktober 2009 12:28

Banjarmasin (MCH). Jemaah calon haji Kabupaten Kotawaringi Barat, Lamandau dan Sukamara, Kalteng tetap memilih embarkasi Solo untuk keberangkatan mereka ke tanah suci. Sebanyak 169 jamcalhaj yang menggabungkan diri ke jamaah Jawa Tengah itu berada di kloter 11.

“Mereka akan bergabung satu kloter dengan jamcalhaj dari kabupaten Grobokan”, jelas Kabid Haji, Wakaf dan Zakat, Kanwil Depag Kalteng, H Abdul Wahid AHA sebagaimana dikutip wartawan ini.

Dijadwalkan, kloter 11 meninggalkan tanah air menuju Jeddah pada 26 Oktober 2009 setelah masuk asrama haji pada 25 Oktober 2009.

Ketiga kabupaten terBarat di Kalteng ini ke tanah suci lewat bandara Adi Sumarmo, Solo karena waktu tempuh ke Solo lebih mudah dibanding ke Banjarmasin. (Tamrin Yunus/Siska) http://informasihaji.com/index.php?option=com_content&view=article&id=877:tetap-lewat-solo&catid=18:berita&Itemid=1

Sejak Hari Selasa Kemarin Paspor dan Visa Haji Selesai

PDF

Cetak

E-mail

Rabu, 14 Oktober 2009 13:00

Jakarta (MCH). Sejumlah 192.395 paspor yang telah divisa telah dikirim ke semua daerah untuk diberikan kepada jemaah haji hari Selasa, 13 Oktober kemarin. Hal ini dikemukakan Hj. Sri Ilham Lubis, Lc, Kasubdit Penyiapan Dokumen Haji Departemen Agama RI, Rabo, 14 Oktober hari ini.

“Masih ada sisa lima karena ada kesalahan sedikit,” kata Sri. Lima paspor tersebut adalah milik jemaah haji Jakarta yang sebenarnya telah divisa, namun karena ada kesalahan sedikit yang akan mengganggu, sehingga harus dikembalikan ke Kedutaan Besar Arab Saudi.

Menurut Sri, proses visa termasuk cepat walaupun terkendalan dengan keharusan pembuatan paspor yang hanya berlangsung 45 hari. “Ini sungguh pertolongan Allah, semua berjalan cepat dan lancar dan bahkan lebih cepat dibanding tahun lalu,” katanya. Sebab, pada tahun lalu, pada hari yang sama, sepuluh hari sebelum pemberangkatan jemaah haji, baru 55,52% yang selesai divisa atau 118.400 paspor. Sekarang, sudah 192.395, yang artinya sudah 91.51% paspor yang belum divisa. Sisa, sekitar 8,5% adalah paspor jemaah haji khusus.

Sedangkan proses visa haji khusus masih menunggu barcode dari masing-masing penyelenggara yang hingga kini masih diurus. Hingga kini, pihak Kasubdit Penyiapan Dokumen Haji baru menerima 5.178 paspor haji khusus dari 16.000 jemaah. (Musthafa Helmy) http://informasihaji.com/index.php?option=com_content&view=article&id=911:sejak-hari-selasa-kemarin-paspor-dan-visa-haji-selesai&catid=18:berita&Itemid=1

Ibadah haji adalah satu dari lima rukun Islam. Bagi siapa yang mampu dan ada jalannya maka diwajibkan berhaji satu kali seumur hidup. Ibadah Haji yang mabrur (baik, diterima oleh Allah) maka termasuk amal yang palinng utama.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – قَالَ سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ » . صحيح البخارى – (ج 6 / ص 55 :1519)

Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya: Amal apa yang paling utama? Beliau menjawab: “Iman kepada Allah dan rasul-Nya.” Dikatakan, kemudian apa? Beliau menjawab: “Jihad fi sabilillah (di jalan Allah).” Dikatakan, kemudian apa? Beliau menjawab: “Haji mabrur.” (HR Al-Bukhari).

(Redaksi nahimunkar.com)