Bocah pun Akhlaqnya Bejat Gara-gara Gambar Porno

(Banyaknya bencana karena merajalelanya zina, mengabdi kepada syetan, dan aneka kemaksiatan)

Bocah umur 12 tahun pun bejat akhlaqnya gara-gara sering melihat situs porno di warung internet (warnet) yang dibuka temannya.

Angan-angan bocah itupun jadi rusak, hingga ia nekat memperkosa nenek-nenek umur 70 tahun yang tergolek di kamar dalam keadaan sakit.

Ini baru contoh yang tertangkap tangan. Kemungkinan yang lain pun ada. Kasus sangat memalukan sekaligus memprihatinkan ini kami muat, untuk bukti bahwa akhlaq bangsa ini rusaknya sudah sampai meranggas ke lapisan anak-anak.

Inilah beritanya:

Gara-gara Sering Lihat Situs Porno, Bocah Perkosa Nenek 70 Tahun

Gara-gara sering melihat temannya membuka situs porno di warung internet, bocah berinisial Ro (12) nekad memperkosa seorang nenek berusia 70 tahun.

Peristiwa ini terjadi Jumat (19/11/2010) lalu sekitar pukul 09.00 WIB di Jalan Bangun Karya, Tuah Karya, Tampan, Pekanbaru. Akibat ulahnya terhadap si nenek berinisial MD, saat ini Ro ditahan di Polsek Tampan, karena tertangkap tangan oleh anak si nenek.

Menurut pengakuan Ro kepada wartawan, ia nekat melakukan perbuatan itu karena selalu terbayang adegan porno yang dibukanya di internet. “Saat saya masuk ke kamar nenek itu pikiran saya langsung mengarah ke adegan yang selalu saya tonton di internet itu,” ucapnya lugu.

Kapolsek Tampan, AKP Hardian Pratama, mengatakan, saat itu pelaku yang sedang bermain singgah sebentar ke rumah korban untuk buang air kecil. Karena masih kecil, Ro diizinkan oleh anak korban. Ro kemudian masuk ke dalam rumah dan pergi ke kamar mandi.

Namun setelah selesai dari kamar mandi dan hendak keluar, Ro melihat MD terbaring lemah karena sakit di atas kasur dalam kamar. Karena selalu terbayang adegan porno, Ro pun nekat masuk ke dalam kamar tanpa sepengetahuan anak korban.

Setelah berada dalam kamar, awalnya Ro memijat-mijat nenek itu. Kemudian Ro membuka celananya sendiri dan hendak memperkosa si nenek.

Kondisi fisik yang sudah uzur dan tengah menderita sakit, membuat sang nenek tidak berdaya. Untung saja saat itu anak si nenek datang ke kamar dan melihat Ro yang sedang membuka celananya.

Hal itu membuat anak MD langsung emosi dan menghajar Ro. Suara gaduh itu didengar oleh warga sekitar dan kemudian langsung mendatangi rumah MD.

Saat mengetahui apa yang terjadi, warga langsung emosi dan sempat ingin menghakimi Ro. Tapi perbuatan ingin main hakim sendiri itu sempat dicegah oleh pemuka masyarakat setempat, dan selanjutnya Ro diserahkan ke Polsek Tampan.

“Saat kami periksa, tersangka mengaku nekat melakukan itu karena selalu terbayang adegan porno di situs internet yang selalu ia lihat ketika dibuka temannya di warnet,” ujar Kapolsek Tampan, Hardian, kepada Tribun Pekanbaru, Minggu (21/11/2010).

Karena pelakunya anak di bawah umur, Hardian bersama anggotanya pergi menemui kedua orangtua tersangka, dan ternyata rumah itu sudah lama kosong. “Tersangka di Pekanbaru sebatang kara dan gelandangan. Ia tidur di mana ia mau,” ujar Hardian.

Sumber: Gudangden.blogspot.com/ ltsbrt, Senin, 22 November 2010

Mengabdi pada syetan, mengakibatkan azab bencana

Gambar porno terbukti sangat berbahaya, hingga anak-anak pun senekat itu, bagai bukan anak manusia.

Bagaimana pula para pengendali negeri ini, ketika mereka memegangi bahwa zina itu kalau suka sama suka maka tidak dihukumi. Bahkan orang-orang yang jelas-jelas gambar video zinanya tersebar sampai ke seantero dunia, dan mengaku pula bahwa yang zina itu memang benar mereka, tetapi tidak ditahan, hanya jadi saksi. Sedang yang ditahan dan diadili, tidak dipersoalkan sama sekali kasus zinanya. Hanya kasus sebagai tertuduh membantu proses tersebarnya video porno.

Ketika zina justru seakan dijadikan bahan dagangan, maka tidak mengherankan, provinsi yang terbanyak pesantrennya ternyata ada pusat pelacuran terbesar se-Asia Tenggara. Ketika Gubernur Jawa Timur mendesak Walikota Surabaya (wanita) dari partai berlambang banteng, kabarnya desakan pembubaran tempat pelacuran itu ditolak dengan alasan yang tampak dibuat-buat.

Sebenarnya hanya syetan saja yang berani mempertahankan pelacuran, dan tidak mau adanya hukuman bagi pelaku zina. Namun ketika manusia ini sudah banyak yang mengabdi kepada syetan, dan bahkan bisa mengangkangi negeri ini entah mereka itu dengan cara lahir di antaranya main sogok, dan cara batin yaitu minta tolong kepada syetan-syetan dan para dedemit di gunung, kuburan dan lainnya, maka akibatnya misi syetan lah yang mereka emban.

Padahal Allah Ta’ala telah mengancam lewat utusan-Nya:

إذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللَّهِ .

Apabila zina dan riba telah tampak nyata di suatu negeri maka sungguh mereka telah menghalalkan adzab Allah untuk diri-diri mereka. (Hadits Riwayat Al-Hakim dengan menshahihkannya dan lafadh olehnya, At-Thabrani, dan Al-Baihaqi).

لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ فَيُعْلِنُوا بِهَا إلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا

Tidaklah merajalela kekejian di suatu kaum sama sekali, lantas mereka melakukan kemaksiatan secara terang-terangan kecuali mereka akan dilanda penyakit wabah dan penyakit yang belum pernah terjadi pada umat dahulu-dahulunya yang telah lalu. (HR Ibnu Majah, Abu Nu’aim, Al-Hakim, Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan Ibnu ‘Asakir, hasan-shahih menurut Syaikh Al-Albani).

Bagaimana jadinya, ketika zina tidak dianggap sebagai pelanggaran yang perlu dijatuhi hukuman, sedang orang menikah malah dihalang-halangi dengan aneka aturan bikinan lalu kalau dianggap melanggar maka diadili dan diancam hukuman (misalnya dianggap menikahi anak-anak, padahal dalam Islam dibolehkan, sedangkan menjalankan agama itu dalam konstitusinya dijamin).

Itu semua adalah mencerminkan misi syetan, musuh Allah Ta’ala. Sehingga mengakibatkan merajalelanya zina, yang berarti menghalalkan azab atas diri-diri mereka.

Jadi ketika bencana bertubi-tubi di sana-sini silih berganti bahkan bareng-bareng, itu tidak lain karena keterlaluannya manusia ini dalam mengabdi kepada syetan, dan mengingkari aturan Allah Ta’ala. Sadarilah wahai manusia, mumpung masih hidup, sebelum nyawa dicabut oleh Malaikat Maut, hingga tidak lagi diterima taubatnya.

(nahimunkar.com)