Spanduk yang terpasang di Masjid Mubasysyirin (Vino/detikcom)


Pemberitahuan di masjid yang berisi maklumat untuk tidak mensalatkan jenazah pembela penista agama nampaknya bukan isapan jempol belaka.

Sebelumnya beredar dalam bentuk selebaran, video, kini spanduk. Setidaknya ada 3 masjid yang telah memasang spanduk dengan isi serupa.

Masjid Al-Jihad misalnya. Masjid Al-Jihad berada di bawah koordinasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Setiabudi. Spanduk terpasang rapi di depan masjid, yang isi tulisannya “Masjid Ini Tidak Mensalatkan Jenazah Pendukung dan Pembela Penista Agama”.

Lokasi masjid Al-Jihad berada di Jalan BB 9A, Karet Setiabudhi, Jakarta Selatan. Berdasarkan pantauan, Sabtu (25/2/2017), ada dua spanduk yang dipasang.

Spanduk yang terpasang di Masjid Al-Jihad (Vino/detikcom)

Ada lagi satu spanduk yang bertuliskan “Penista Al-Quran, Perusak Persatuan Bangsa”.

Bukan hanya di Al-Jihad. Ditemukan pula dua masjid yang memasang spanduk serupa, yakni di Masjid Mubasysyirin dan masjid Al Ikhlas, Jakarta.

Lokasi Masjid Mubasysyirin ada di Jalan Karet Belakang Selatan 1, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan. Di depan masjid terpasang pula spanduk yang bertulisan “Waspada Bahaya Komunis Dalam Segala Bentuk”.

Spanduk yang terpasang di Masjid Mubasysyirin (Vino/detikcom)

Salah satu pengurus masjid, Sholihin, menegaskan spanduk ini untuk mengingatkan kaum muslim.

“Sebenarnya untuk memperjelas saja, bahwa orang muslim, sambil mengingatkan juga bahwa kita situasi saat ini memang sangat genting. Supaya yang belum sadar bisa sadar, kalau sudah sadar, mempertegas. Supaya jangan terpengaruh yang lain-lain,” ujar Sholihin.

Spanduk yang terpasang di Masjid Mubasysyirin (Vino/detikcom)

Ia pun mengaku bahwa pemasangan spanduk telah melalui kesepakatan pengurus masjid. Menurutnya, spanduk ini sudah terpasang sekitar dua hari lalu.

“Kita khusus untuk kesepakatan pengurus masjid, kita telaah, pelajari kembali, untuk kesadaran masyarakat. Dan ternyata teman-teman lain juga sama. Satu visi sama kita,” katanya.

Selain di Masjid Mubasysyirin, di lokasi yang tidak jauh dari sana juga terpasang spanduk yang sama, yaitu di depan Masjid Al-Ikhlas. Lokasi masjid ini berada di Jalan Karet Belakang IV, Karet Setiabudi, Jakarta Selatan.

Spanduk yang terpasang di Masjid Al-Ikhlas (Vino/detikcom)

http://jurnalindonesia.id

***

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik

{بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (138) الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا } [النساء: 138، 139]

  1. Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih
  2. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah

[An Nisa”,138-139]

***

Larangan Menshalati Jenazah Orang Munafik

Al Quran :

وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِّنْهُم مَّاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ

Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik. (QS. At Tawbah : 84)

(nahimunkar.com)