• Setelah bukti berupa surat-surat Sri Mulyani (mantan Ketua KKSK) kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berisi laporan mengenai proses penyelamatan Bank Century terungkap, kini muncul informasi, bahwa KPK punya bukti baru lainnya.
  • Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekarang memiliki rekaman pembicaraan antara Sri Mulyani dengan `seseorang penting`.
  •  Pembicaraan itu dilakukan sekitar pukul 05.00 pagi WIB, sebelum diambilnya keputusan final `bailout`.

Inilah beritanya.

***

Bambang: Saatnya Menyikapi Serius Skandal Bank Century

Pekanbaru (ANTARA) – Anggota Tim Pengawas Kasus Bank Century di DPR RI, Bambang Soesatyo (Fraksi Partai Golkar), mengatakan, saatnya Pemerintah RI melalui berbagai instrumennya menyikapi secara serius penuntasan berbagai skandal besar, terutama kasus Bank Century.

“Sekarang adalah momentum yang tepat bagi Pemerintah untuk mengubah posisinya dalam menyikapi sejumlah kasus besar, terutama skandal Bank Century, mafia pajak, dan beberapa lainnya yang sudah hadir di ruang publik,” katanya, Jumat.

Ia mengatakan itu kepada ANTARA Pekanbaru, melalui jejaring komunikasi, terkait penangkapan mantan Presiden Filipina, Gloria Macapagal-Arroyo oleh pihak berwajib di Manila.

“Dengan kejadian tersebut, pemerintahan yang berkuasa di mana pun saat ini patut belajar, bahwa kekuasaan sebesar apa pun tak akan mampu selamanya bisa menyembunyikan kejahatan politik maupun kejahatan korupsi,” ujarnya.

Artinya, menurut Bambang Soesatyo, semua kejahatan politik dan korupsi suatu rezim yang pada masa tertentu ditutup-tutupi oleh oknum penguasa, akan terungkap pada waktunya nanti.

Segera Tuntaskan 

Terkait itu, demikian Bambang Soesatyo, fakta-fakta skandal Bank Century, mafia pajak dan sejumlah kasus besar lainnya yang sudah hadir di ruang publik, mestinya segera dituntaskan, agar tak menjadi `bom waktu` di kemudian hari.

“Faktanya penyelesaian hukum penuh rekayasa, karena penegak hukum dikendalikan oknum tertentu di tampuk kekuasaan,” ujarnya.

Makanya di mata publik, para penegak hukum terkesan dikendalikan kekuasaan, dipaksa melindungi atau mengamankan figur-figur tertentu,” katanya.

Bambang Soesatyo mengingatkan, apa yang menimpa mantan Presiden Arroyo di Filipina saat ini, patut menjadi pelajaran.

“Bahwa, selama berkuasa sebagai presiden, indikasi keterlibatan Arroyo dalam kejahatan politik dan korupsi bisa ditutup-tutupi oleh mesin penegak hukum yang dikendalikan orang-orang kepercayaannya,” paparnya.

Tetapi, lanjutnya, setelah kekuasaan lepas dari genggaman, Arroyo bahkan ditangkap saat dia terbaring lemah di rumah sakit, karena dituduh melakukan kecurangan Pemilu serta tindak korupsi.

“Oleh karena itu, saya menilai, sekarang adalah kesempatan emas bagi Pemerintah RI mengubah posisinya dalam menyikapi sejumlah kasus besar itu, terutama skandal Bank Century,” tandasnya.

Bukti Baru

Bambang Soesatyo lalu menunjuk alasan mengapa saat ini merupakan momentum yang tepat untuk menuntaskan kasus Bank Century.

Sebab, menurutnya, bukti-bukti baru kasus Bank Century terus bermunculan.

“Setelah bukti berupa surat-surat Sri Mulyani (mantan Ketua KKSK) kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berisi laporan mengenai proses penyelamatan Bank Century terungkap, kini muncul informasi, bahwa KPK punya bukti baru lainnya,” ungkapnya.

Dikatakannya, pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekarang memiliki rekaman pembicaraan antara Sri Mulyani dengan `seseorang penting`.

“Pembicaraan itu dilakukan sekitar pukul 05.00 pagi WIB, sebelum diambilnya keputusan final `bailout`,” tuturnya.

Tidak berjalannya proses hukum terhadap mega skandal ini, demikian Bambang Soesatyo, akan memunculkan arus tekanan kepada DPR RI untuk menggunakan Hak Menyatakan Pendapat.

http://id.berita.yahoo.com 25/11/2011

(nahimunkar.com)