« إنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إلَّا طَيِّبًا»

Bunga Bank untuk Menutup Kenaikan Pemondokan Jamaah Haji

Bunga bank setoran awal calon haji digunakan untuk membayar kenaikan harga sewa pemondokan jamaah haji.

Itu keterangan dari Menteri Agama.

Untuk biaya pemondokan, menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, meski harga pemondokan mengalami kenaikan tapi kenaikan itu tidak lagi menjadi beban jamaah. “Tetapi ditutup dengan dana optimalisasi yakni memanfaatkan dana pembayaran awal calon jamah haji yang berasal dari bunga bank yang jumlahnya mencapai Rp1 triliun lebih,” katanya.

Lhah, bagaimana ini ya? Sudah pakai bunga bank, masih pula dari “anakan” setoran awal calon jamaah haji, artinya calon jamaah haji yang lagi mengantri?

Di samping masalah vaksin meningitis yang mengandung unsure enzim babi dan belum terselesaikan, ada lagi bunga bank untuk menutup pembayaran kenaikan pemondokan.

Bagaimanapun, bunga bank adalah riba, dan itu sudah difatwakan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia), sedang riba adalah sesuatu yang amat sangat dilarang dalam Islam. Nah ini malah dicampurkan untuk pembayaran yang kaitannya dengan ibadah haji ke rumah Allah (Ka’bah Baitullah).

Inilah beritanya:

Penetapan ONH Terganjal Tiket Pesawat

Rabu, 16 Juni 2010 – 22:12 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Penetapan harga tiket pesawat membuat pembahasan penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH/ONH) berlarut-larut. Kemungkinan BPIH baru akan ditetapkan 18 Juni.

Wakil Ketua Komisi VIII, H Gondo Radityo Gambiro, mengatakan Menteri Agama Suryadharma Ali meminta agar pihak Garuda menurunkan harga tiket 150 dolar AS atau Rp1.425.000,- (dengan kurs Rp 9.500,-).

Namun, kata Gondo, Garuda hanya memenuhi 51 dolar AS atau Rp484.500,-. “Masalah penurunan harga tiket ini kewenangan  Menteri Agama dan Garuda, jadi DPR masih menunggu,” tambah Gondo.

Ia mengatakan tidak yakin sebelum reses DPR besaran BPIH dapat ditetapkan bersama Kementerian Agama. Karena itu, pihaknya akan membahas kembali besaran bersama Kementerian Agama pada saat reses DPR yang dimulai 18 Juni ini.

Anggota Komisi VIII Zainun Ahmadi dari F-PDIP menyebutkan  sebenarnya ada penerbangan lain, yang memberikan harga tiket lebih murah. Tapi ditolak Menteri Agama. “Batavia menawarkan 1250 dolar AS, sedangkan Menteri Agama mengajukan 1728 dolar AS. Selisihnya sangat signifikan,” katanya.  Kalau dihitung selisihnya sekitar 500 dolar AS (= Rp 4,5 juta).

TOLAK TAWARAN

Alasan penolakan, lanjut Zainun, karena melihat faktor pengalaman, Batavia belum pernah menangani angkutan haji, dan pesawatnya tidak masuk spesifikasi yang ditetapkan. “Lah, pesawat semua kan sewaan dari luar. Garuda juga dari luar. Itu alasan mengada-ada dan tidak masuk akal,” katanya.

Sebelumnya, Suryadharma menyatakan, pihak Garuda melalui Kementerian Perhubungan telah mengajukan penawaran harga tiket haji tahun ini (2010) 1.754 dolar AS/ calhaj atau Rp16.663.000,- (kurs Rp9.500,-). Suryadharma sendiri minta harga tiket turun 150 dolar atau menjadi 1.604 dolar AS atau  Rp15.238.000,- dengan kurs yang sama.

Prinsipnya, Menag dan DPR telah sepakat untuk menurunkan ONH musim haji tahun ini. Namun, pembahasan masalah besaran BPIH ini alot sehingga pemerintah dan DPR belum menetapkan BPIH.

Untuk biaya pemondokan, Suryadharma menambahkan meski harga pemondokan mengalami kenaikan tapi kenaikan itu tidak lagi menjadi beban jamaah. “Tetapi ditutup dengan dana optimalisasi yakni memanfaatkan dana pembayaran awal calon jamah haji yang berasal dari bunga bank yang jumlahnya mencapai Rp1 triliun lebih,” katanya. (winoto/johara/us/O)

Sumber: poskota.coid

Harta yang haram tidak diterima hajinya

Dalam hadits ditegaskan:

« إنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إلَّا طَيِّبًا»

أخرجه أحمد 2 / 328، ومسلم 2 / 703 برقم (1015)، والترمذي 5 / 220 برقم (2989)، والدارمي 2 / 300، وعبد الرزاق 5 / 19 برقم (8839)، والبيهقي 3 / 346.

Sesungguhnya Allah itu Maha Baik, tidak menerima kecuali yang baik. (HR Ahmad, Muslim, At-Tirmidzi, Ad-Darimi, Abdur Razzaq, dan Al-Baihaqi).

Fatwa Al-Azhar menegaskan:

فتاوى الأزهر – (ج 1 / ص 198)

من علامات الإخلاص أن يعد نفقة الحج من أطيب كسبه وحلاله، فإنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إلَّا طَيِّبًا ، ومن حج من مال غير حلال ولبى ( لبيك اللهم لبيك .

قال الله سبحانه له – كما جاء فى الحديث الشريف – لا لبيك ولا سعديك حتى ترد ما فى يديك ) .

Di antara tanda-tanda ikhlas adalah menyiapkan nafakah haji dari sebaik-baik pencarian dan kehalalannya. Karena Allah itu Maha Baik tidak menerima kecuali yang baik. Dan barangsiapa berhaji dari harta yang tidak halal dan dia bertalbiah Labbaikallohumma labbaik (aku penuhi –panggilanMu—ya Allah, aku penuhi panggilanMu, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menjawab kepadanya –sebagaimana yang datang dalam hadits mulia: Tidak ada pemenuhanmu dan tidak ada kebahagianmu sehingga kamu kembalikan apa yang di kedua tanganmu).

(nahimunkar.com)