Buntut Rumor Apartemen Mewah untuk Syafii Maarif dari Abu Rizal Bakrie

Todung Diduga Berkepentingan Mau Menyeret SI Lewat Kasus Syafii Maarif

Todung Mulya Lubis pembela Majalah Playboy Indonesia (bermuatan porno) dikalahkan oleh Munarman dari kelompok Tabloid SI (Suara Islam) beberapa waktu lalu hingga mantan pemrednya dijebloskan ke penjara.

Kini ada kasus rumor Syafii Maarif disebut-sebut menerima apartemen mewah seharga 2 milyar rupiah dari Aburizal Bakrie diberitakan Tabloid Suara Islam. Lalu Todung tampak bersemangat mempersoalkan berita itu dalam konferensi pers, di Jakarta Rabu (8/12/2010).

Ada kalangan yang menilai, Todung berkepentingan dalam kasus ini.

Berita tentang reaksi dari dimuatnya rumor, dan di bagian bawah dilanjutkan dengan keterangan dari sumber SI, sebagai berikut:

Syafii Laporkan Tabloid Suara Islam ke Dewan Pers

Rabu, 8 Desember 2010 – 12:17 wib

Ajat M Fajar – Okezone

JAKARTA – Syafii Maarif akan melaporkan Tabloid Suara Islam ke Dewan Pers. Pendiri Maarif Institut ini menganggap tabloid tersebut membuat berita bohong, terkait apartemen mewah yang diterimanya dari Aburizal Bakrie.

“Kami juga akan melaporkan permasalahan ini ke Dewan Pers. Karena itu merupakan forum yang paling tepat,” kata kuasa hukum Maarif, Todung Mulya Lubis, dalam jumpa pers di Gedung Mayapada, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (8/12/2010).

Pelaporan akan dilakukan dengan melayangkan surat, dua atau tiga hari mendatang.

“Buya sendiri sebenarnya menghargai pers dan mendukung kebebasan pers, dan tidak mau mematikan pers. Tapi ini kan perlu diluruskan,” katanya.

Dalam artikel Tabloid Suara Islam Edisi 101 halaman 13 tanggal 19 November-3 Desember 2010 yang berjudul “Multi Accident Awards”, Maarif disebutkan menerima apartemen mewah senilai Rp2 miliar dari Aburizal Bakrie.

Akibat menerima pemberian dari Ketua Umum Partai Golkar itu, Maarif dinilai menjadi bungkam dan tidak kritis lagi.

“Ini tidak benar. Dengan tegas bahwa rumor yang dimaksud dalam tabloid tersebut sama sekali tidak benar. Ini adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab serta merupakan bentuk fitnah, tindakan pencemaran nama baik, dan upaya pembunuhan karakter terhadap buya Syafii sebagai guru besar bangsa dan pejuang kemajemukan bangsa,” jelas Todung.

Selama di Jakarta, Syafii memang tinggal di sebuah apartemen di bilangan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Namun, apartemen itu bukan dari Aburizal Bakrie dan tidak pula bernilai Rp2 miliar.

“Apartemen itu tipe studio yang nilainya sangat jauh di bawah Rp2 miliar. Apartemen itu milik M. Deddy Julianto. Dia seorang pembina Maarif Institut dan tokoh gerakan tutup lumpur Lapindo. Itu dipinjamkan kepada Buya jika beliau di Jakarta,” tutup dia.(hri)

Sumber: okezone

Wartawan SI tidak dilayani untuk konfirmasi

Sumber dari Tabloid Suara Islam ketika nahimunkar.com minta konfirmasi, dia menjawab bahwa sebenarnya sekitar dua bulanan Tabloid SI berupaya mengkonfirmasi rumor itu. Bahkan dua kali SI mengirim wartawannya untuk menemui Syafii Maarif. Yang pertama dikirim wartawan yang kenal dengan Syafii Maarif. Tetapi sampai di kantornya justru diancam-ancam oleh staf dia, mau dilaporkan ke polisi karena dianggap mencemarkan nama baik.

Lho, mencemarkan nama baik apa, orang mau bertanya kok dianggap mencemarkan nama baik, ungkap sumber SI.

Demikian pula wartawan yang dikirim lagi kedua kalinya, tetap tidak dilayani.

Sikap pihak Syafi’I Maarif, lanjut sumber SI, tidak menanggapi, menghindar, marah-marah, mengancam mau mengadukan ke polisi karena mengadakan pencemaran nama baik. Lha wong mau bertanya kok dianggap pencemaran nama baik.

SI merasa bahwa itu pelecehan terhadap wartawan muslim, sedangkan dia (Syafii Maarif) disebut Todung sebagai guru bangsa.

Dalam kasus ini dapat dilihat ,Todung ini pembela Majalah Playboy Indonesia dan perkaranya masalah porno itu dikalahkan oleh Munarwan dari SI, hingga mantan pemred Playboy (majalah bermuatan porno) dihukum penjara.

Dan apakah ini karena Todung pembela Playboy kalah dengan Munarman dari SI, hingga Todung tampak lebih bersemangat untuk mempersoalkan kasus ini dibanding Syafii Maarif sendiri, gumam pihak SI. (nahimunkar.com)