Caleg, Dukun, dan Kuburan Keramat

Dirangkum oleh Hartono Ahmad Jaiz


Coba mari berfikir sejenak. Di antara para pejabat dan anggota DPR atau legislative, ketika masih hidup baik masih menduduki jabatan maupun sudah tidak–, cukup banyak yang kemudian masuk penjara gara-gara korupsi dan lainnya. Ada juga yang terpaksa meletakkan jabatan atau mengundurkan diri karena melakukan skandal perzinaan. Mereka masih hidup saja telah sulit mempertanggung jawabkan perbuatannya. Namun anehnya, tidak sedikit orang-orang yang ingin mempertahankan jabatan atau ingin meraih jabatan, di antaranya caleg (calon legislative), mereka berduyun-duyun mendatangi kuburan pejabat yang sudah mati.

Untuk apa?

Mereka meyakini, untuk apa yang mereka sebut ngalap berkah, yaitu minta keberkahan, namun kepada isi kubur. Ini dari segi akal sudah tidak masuk akal, sedang dari segi aqidah Islam termasuk kemusyrikan, dosa terbesar.

Lhah, pejabat masih hidup saja belum tentu mampu mempetanggung jawabkan perbuatan diri mereka, kok yang sudah mati malah dimintai tolong oleh caleg-caleg dan lainnya agar mayat-mayat itu memberi berkah, sehingga caleg-caleg dan lainnya itu agar bisa menduduki jabatan. Ini bagaimana?

Secara akal sehat, mereka itu sudah tidak memakai akal sehatnya. Sedang secara Islam, mereka yang meminta-minta tolong kepada isi kubur itu berarti mempraktekkan kemusyrikan, menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan lain-Nya. Itu dosa terbesar, tak diampuni oleh Allah Ta’ala, bila tidak bertaubat dengan sebenar-benar taubat sebelum menjelang sakaratul maut. Bahkan amalnya muspra, musnah tiada guna. Karena Allah Ta’ala telah berfirman:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ(65)

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (QS Az-Zumar: 65).


إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا(48)

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS An-Nisaa’: 48).


Ancaman terhadap kemusyrikan sangat keras. Namun anehnya, hanya untuk meraih kursi DPR atau DPRD ternyata mereka berduyun-duyun ke kubur-kubur untuk minta berkah kepada isi kubur. Di samping itu ada juga yang mendatangi dukun, walau adanya di puncak gunung. Bahkan aneh dan sangat memprihatinkannya, di antara mereka ada yang caleg dari apa yang disebut Partai Islam. Beritanya sebagai berikut:


Ngebet Terpilih, Caleg Datangi Mbah Betung

Selasa, 24 Maret 2009 – 13:29 wib

Agusta Hidayatullah – Okezone

BANDAR LAMPUNG – Persaingan yang sangat ketat menjadi wakil rakyat membuat sejumlah pihak menghalalkan segala cara. Salah satunya menyambangi dukun dan melakukan ritual mistis.

Seperti di Lampung, sejumlah caleg kerap mendatangi puncak Gunung Betung untuk melakukan kegiatan irasional.

Di gunung tersebut, seorang kuncen yang ingin disebut Mbah Betung (65) mengaku kerap didatangi para caleg jelang pemilu ini. “Yang datang cukup banyak. Bahkan, ada beberapa caleg dari partai Islam,” ujar Mbah Betung kepada okezone, Selasa (24/3/2009).

Sejumlah alat digunakan Mbah Betung untuk menjalankan tugasnya sebagai paranormal. Di antaranya, dua cincin bermata hijau pudar, sebilah keris terbungkus kain mori yang panjangnya sejengkal tangan dan sebatang bambu yang disebut Mbah Betung sebagai bambu petuk.

Semua barang itu diakui memiliki kasekten. Bahkan, Mbah Betung dapat menerawang masa depan seseorang cukup dengan meraba cincinnya. “Tetapi harus ada minyak zaparon untuk penganannya.” ceritanya.

Untuk caleg atau siapa pun yang ingin mengincar jabatan ada syarat lain yang harus dikerjakan, yakni mandi di mata air pegunungan Gunung Betung pada tengah malam. “Setelah itu, mereka saya beri sebotol air yang diambil dari mata air di gunung ini.” tandasnya.

Pada pemilu ini, kata dia, banyak caleg yang mengunjungi tempatnya. Sebelumnya, Mbah Betung hanya memberikan pengasihan bagi yang mencari jodoh, pelaris dagangan, dan susuk. Bagi yang ingin berkonsultasi dengan Mbah Betung, harus mendaki mendaki gunung sejauh 2.000-an meter dengan tingkat kemiringan hampir 90 derajat.

“Itu risiko mereka, bersakit-sakit dahulu kemudian berenang-renang ke tepian lah,” pungkas Mbah Betung. (teb) http://pemilu.okezone.com/read/2009/03/24/267/204324/ngebet-terpilih-caleg-datangi-mbah-betung-4


Lantaran bersaing antara 11.000 caleg, maka mereka minta tolong kepada dukun dan kuburan keramat. Inilah berita yang menyindir mereka:


Caleg Jadi Sasaran Empuk Dukun Nakal

Selasa, 24 Maret 2009 – 12:15 wib

Lamtiur Kristin Natalia Malau – Okezone

JAKARTA – Persaingan menuju Senayan memang sering membuat orang kehilangan akal sehatnya. Karenanya, banyak calon anggota dewan yang menempuh jalur mistis seperti mendatangi makam keramat dan membeli barang-barang mistis.

Mantan politisi dari PDI Perjuangan Permadi mengungkapkan, persaingan ketat 11.000 orang caleg mengantarkan mereka kehilangan akal sehat sehingga menempuh cara-cara mistis.

Karenanya, mereka bisa saja menjadi sasaran empuk para dukun nakal atau juru makam keramat yang menjual barang-barang mistis atau keramat dengan harga puluhan hingga ratusan juta.

“Belum lagi kalau mereka ditipu sama dukun, disuruh beli keris dengan harga yang mahal, hahaha,” ungkap Permadi.

Permadi menegaskan, ke makam manapun mereka datang, tetap saja yang menentukan adalah usaha mereka sendiri dalam meraih simpati masyarakat. “Dia pikir dengan datang ke makam bisa jadi (anggota DPR),” sindir Permadi. (uky) http://pemilu.okezone.com/read/2009/03/24/267/204296/caleg-jadi-sasaran-empuk-dukun-nakal-3


Ancaman Allah dan Rasul-Nya terhadap Dukun dan yang Minta Didukuni

Firman Allah Ta’ala:

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(17)وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ(18)

“Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya melainkan Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan Dialah Yang Berkuasa atas sekalian hamba-Nya, dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui”. (QS. al-An-am [6] : 17-18)


Hadis-hadis Nabi s.a.w :

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً.(رواه مسلم وأحمد).

“Orang yang mendatangi tukang ramal (paranormal) kemudian ia bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka shalatnya tidak akan diterima selama 40 malam”. (Hadist Riwayat Imam Muslim dan Imam Ahmad dari sebagian isteri Nabi [Hafshah]).


مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُول فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ (رواه أحمد والحاكم).

“orang yang mendatangi dukun atau tukang ramal, kemudian membenarkan apa yang dikatakannya maka orang tersebut telah kufur terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad saw”. (HR. Imam Ahmad dan al- Hakim dari Abu Hurairah).


مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوْ امْرَأَةً فِي دُبُرِهَا , أَوْ كَاهِنًا , فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّد.ٍ (رواه أحمد والترمذي وأبو داود وابن ماجة).

Orang yang mendatangi dukun, kemudian membenarkan apa yang dikatakanya atau mendatangi wanita yang sedang haidh, atau menjima’ istrinya dari duburnya, maka sesungguhnya orang tersebut telah terlepas (kafir) dari apa yang telah diturunkan kepada Muhammad saw”. (HR. Imam Ahmad, Tirmidzi, Abu Daud dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah).


وَمِنْ طَرِيقِ مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ { أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ , وَمَهْرِ الْبَغِيِّ , وَحُلْوَانِ الْكَاهِنِ. (متفق عليه).

“Bahwa Rasulullah saw melarang pemanfaatan harga (jual beli) anjing, mahar kedurhakaan (mahar perzinaan/pelacuran) dan memberi upah kepada dukun”. (HR. Bukhari dan Muslin dari Abu Mas’ud).


Ngalap Berkah ke Kuburan

Di samping mendatangi dukun, tak sedikit yang mendatangi kuburan orang yang ketika hidupnya jadi pejabat. Seperti ulasan di atas, di antara para pejabat yang masih hidup saja tidak sedikit yang kejeblos sampai akhirnya ke penjara, lha kok yang sudah mati justru didatangi untuk dimintai berkah. Sedang minta berkah kepada orang shalih yang di dalam kubur pun terlarang di dalam Islam, apalagi yang bukan orang shalih. (lihat fatwa di bagian bawah tulisan ini).

Tentang mereka mendatangi kuburan pejabat, di antara beritanya sebagai berikut:


Para Caleg Ziarahi Makam Keramat

By Republika Newsroom

Kamis, 26 Maret 2009 pukul 17:00:00

NGANJUK — Para calon anggota legislatif (caleg) mendekati Pemilu 9 April mendatang nampaknya melakukan berbagai macam cara, untuk bisa terpilih menjadi anggota legislatif.

Selain melakukan kampanye untuk merayu memperoleh dukungan masyarakat, mereka juga melakukan hal-hal yang bersifat supra natural. Seperti misalnya mendatangi makam-makam keramat, terutama makam para penguasa tempo dulu.

Seperti yang terjadi di Makam Pakuncen, Kecamatan Patihanrowo, Kabupaten Nganjuk. Sejak memasuki masa kampanye Pemilu terbuka beberapa hari lalu, makam ini banyak dikunjungi para caleg. Para caleg tersebut berasal dari berbagai daerah, termasuk dari luar Jawa Timur. Saat berada dalam komplek makam tersebut, mereka melakukan ziarah ke makam Tumenggung Purwodiningrat, Bupati Pertama Kertosono.

Temenggung Purwodiningrat ini, merupakan kerabat Pangeran Puger, Raja Mataram. Ia mendapat perintah dari Pangeran Puger untuk mendirikan kadipaten di barat Sungai Brantas. Tujuan mendirikan kadipaten ini untuk menaklukan sejumlah daerah di Jawa Timur yang belum mengakui Mataram, seperti Surabaya dan Madura.

Nandir, Juru Kunci Makam Pakuncen menyatakan, dirinya hanya bisa melayani, ketika ada peziarah datang ke makam tersebut. Ia mengaku tidak tahu apa maksud dari peziarah itu.

“Sebagai juru kunci, saat ada orang datang ingin berziarah dan ingin berziarah, saya buka kunci Makam. Lalu mereka saya antar ke dalam makam. Saya tidak tahu apa maksudnya. Cuma yang saya tahu, mereka sepertinya berdoa di Makam Tumenggung,” ujar Nandir, keturunan ketujuh Nur Jalipah, yang diberi tanah perdikan Keraton Mataram, di Desa Pakuncen tersebut.

Dijelaskan dia, biasanya mereka datang pada malam hari. Banyak diantara mereka datang secara rombongan.

Buku tamu makam Pakuncen yang dilihat Republika menyebutkan, sejak beberapa hari terakhir jumlah pengunjung mencapai ratusan. Menurut Nandir, banyak peziarah yang enggan menulis di buku tamu. Sehingga, masih banyak peziarah yang tidak bisa dideteksi.

Salah seorang Caleg dari partai tertentu menjelaskan, dirinya mendatangi makam para penguasan tempo dulu tersebut bertujuan untuk ngalap berkah. Selain itu juga untuk menenangkan jiwa.

“Di tengah persaingan keras seperti ini, sering saya setres. Makanya kami mencari ketenangan,” ujar salah seorang Caleg, yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, kata dia, berziarah ke makam penguasa tempo dulu sudah menjadi kebiasaan, bagi orang yang ingin mendapatkan pangkat. “Para pejabat itu kan secara diam-diam, sering berziarah ke makam Bupati-Bupati dan raja tempo dulu,” tandas dia.

Selain makam Pakuncen, makam keramat yang banyak didatangi para Caleg, adalah makam Kanjeng Jimat, Bupati Pertama Nganjuk, di Berbek. Namun demikian, kedatangan para Caleg tersebut sulit dideteksi, karena mereka berbaur dengan para peziarah lain. Makam ini selalu ramai dikunjungi orang, baik dari Nganjuk maupun dari luar daerah, terutama pada malam Jumat dan Selasa Pon. – juw/ahi (http://www.republika.co.id/berita/40160/Para_Caleg_Ziarahi_Makam_Keramat)


Memberi sesaji di kuburan dan minta berkah kepada kuburan serta nantinya akan mengadakan apa yang disebut syukuran apabila sukses, merupakan praktek-praktek kemusyrikan yang nyata. Namun itulah yang dilakukan oleh sebagian caleg. Bahkan caleg-caleg itu sampai nglurug (datang dari jauh-jauh) ke kuburan dengan membawa sesaji segala. Beritanya sebagai berikut:


Makam Ki Ageng Balak Jadi Tujuan Caleg Menjelang Pemungutan Suara

Datang H-3 Pemilu, Kalau Terpilih Sembelih Kambing

Segala cara dilakukan sejumlah calon anggota legislatif untuk memuluskan jalan masuk parlemen. Salah satunya dengan ngalap berkah di beberapa daerah, yang dipercaya punya kekuatan mistis.

HERY SETIAWAN, Sukoharjo

TERIK matahari siang terasa menyengat kulit saat koran ini tiba di kompleks Makam Ki Ageng Balak di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Minggu kemarin (5/4). Dua ratus meter sebelum masuk kompleks makam terlihat puluhan penjual bunga berjajar rapi di tepi jalan.

Rata-rata para penjual ini bermodalkan meja kayu dengan tinggi 40 centimeter. Di atas meja ini diletakkan beraneka bunga yang akrab disebut kembang setaman. Kompleks makam Ki Ageng Balak terdiri dari beberapa bagian. Sebagian besar terdiri dari kompleks pemakaman biasa yang sudah hampir penuh dengan nisan.

Di bagian lain berdiri kokoh pendapa memanjang bergaya joglo dengan ukuran 3 x 15 meter persegi. Tepat di depan pendapa terdapat bangunan permanen berbentuk kotak yang terbuat dari batu bata dan dilapisi keramik merah. Di dalam bangunan ini berukuran 3 x 5 meter persegi. Di sinilah makam Ki Ageng Balak berada.

Di dalam bangunan makam yang terlihat dua orang tengah tertidur pulas. “Biasanya kalau orang mempunyai hajat sampai tidur-tiduran di tempat itu. Dia (orang yang tertidur) kelihatannya mempunyai tujuan besar,” celutuk Paimo, salah satu warga sekitar yang tengah berada di halaman makam.

Paimo menyebut ada lima juru kunci makam ini. Dua laki-laki dan tiga perempuan. Nama dan foto juru kunci ini terpampang jelas di dinding pendapa. Bambang Suherman, Sardi, Ny Sidem, Ny Harto Sutarto, dan Ny Reso adalah kelima juru kunci makam.

Koran ini melangkah ke rumah Sidem Hadi Sudarmo, salah satu juru kunci. Kebetulan dialah yang paling dekat rumahnya dengan makam. Sidem sudah 12 tahun didaulat menjadi juru kunci. Nenek berumur 65 tahun dengan 17 cucu ini menyatakan makam selalu ramai dikunjungi peziarah pada malam Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon. Namun pagi pun juga bisa banyak pengunjung.

Nah, pada musim kampanye kemarin pengunjung meningkat tajam. Sidem tak membantah mayoritas peziarah yang datang saat masa kampanye ini adalah para caleg. “Caleg yang datang ke sini banyak, mungkin mencapai ratusan orang. Mulai dari caleg DPR, DPRD provinsi, sampai DPRD,” bebernya.

Sidem tahu jika peziarah ini adalah caleg lantaran sebelum berziarah harus menyampaikan maksudnya kepada juru kunci. Biasanya juru kunci bertanya dulu mulai nama, alamat, dan keperluan atau cita-cita dari calon peziarah ini. Ini dilakukan lantaran juru kunci juga ikut “memanjatkan doa” pengantar peziarah.

Makam paling ramai dikunjungi caleg pada tiga hari sebelum pemungutan suara. “Umur saya yang sudah tua ini kadang lupa nama caleg. Setelah diberitahu saya yang memulai berdoa sesuai keinginan dari tamu,” bebernya.

Kebanyakan caleg yang datang ke makam berasal dari luar Sukoharjo. Yang diantarnya masuk ke makam ada yang berasal dari Surabaya, Malang, Semarang, Jakarta, Bekasi, Tangerang Palembang, dan Medan. Sedangkan untuk Sukoharjo dirinya tidak pernah mengantarkan. “Mungkin ada, tapi dengan juru kunci lainnya. Soalnya yang melayani peziarah ada lima juru kunci. Namun, kalau saya, lebih banyak mengantar tamu dari luar Sukoharjo,” katanya

Permintaan sang caleg yang mengalap berkah macam-macam, mulai dari lulus menjadi wakil rakyat, sampai kedudukannya tidak tergusur. Sedangkan sesaji yang dibawa biasanya bunga dan pisang raja. Dalam pengalamannya, para caleg yang benar-benar terpilih biasanya kembali lagi ke makam. Mereka menggelar syukuran di makam dengan menyembelih kambing atau ayam. Daging hewan sembelihan ini dibagi-bagikan kepada peziarah makam lainnya. (nan) (Radar Solo, Rabu, 08 April 2009).


Meniru Musyrikin Jahiliyah

Semua permintaan dan apa yang disebut ngalap berkah kepada isi kubur alias mayat, serta berkilah bahwa mereka juga meyakini bahwa yang menentukan itu Allah Ta’ala, itu semua menirukan penyembahan orang musyrik jahiliyah. Jadi itu adalah perbuatan syirik. Berikut ini fatwanya:


Fatwa tentang Meminta kepada Isi Kubur

Soal: Orang-orang berkata ketika ada bencana dan kesulitan-kesulitan: Ya Rasulallah, dan yang lainnya di antara para wali. Dan mereka pergi ke kubur-kubur orang-orang shalih ketika mereka sakit, seraya minta tolong kepada mereka (mayat dalam kubur), dan mereka berkata: Sesungguhnya Allah akan menolak bala’ karena mereka (mayat dalam kubur), kami minta tolong kepada mereka tetapi niat kami kepada Allah, karena yang membekasi adalah Allah. Apakah ini syirik (menyekutukan Allah dengan lain-Nya) atau tidak? Dan apakah mereka dikatakan musyrik? Padahal mereka shalat, membaca Al-Qur’an dan lainnya dari amal yang baik.

Jawab: Apa yang mereka lakukan itu adalah syirik yang dulu ahli jahiliyah pertama ada di atasanya, karena mereka dulu menyembah Lata, Uza, Manat dan lainnya, mereka minta kepadanya dengan mengagungkannya dan mengharapkan agar berhala-berhala itu mendekatkan diri para penyembahnya kepada Allah. Dan mereka berkata:

{ ما نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى }

Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya“. (QS Az-Zumar/ 39: 3)

Mereka juga berkata:

{ هؤلاء شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ }

mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah“. (QS Yunus: 18).

Sungguh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa do’a itu adalah ibadah, dan sesungguhnya ibadah itu tidak ada kecuali milik Allah, dan Allah Ta’ala melarang berdoa kepada selain-Nya, maka Dia berfirman:

{ وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ }{ وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ }

106. Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim”.

107. Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Yunus/ 10: 106, 107).


Wajib atas orang muslimin untuk mengatakan:

{ إياك نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ }

5. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. (QS Al-Fatihah: 5).


(Pengucapan ayat itu) dalam setiap raka’at dalam shalat, sebagai petunjuk bagi mereka bahwa ibadah itu tidak ada kecuali bagiNya, dan bahwa permintaan tolong itu tidak ada kecuali pada-Nya, bukan orang-orang mati dari para nabi dan seluruh orang yang shalih. Dan janganlah menjadikan kamu tertipu yang demikian itu dengan banyaknya shalat mereka, puasa mereka, bacaan-bacaan (Al-Qur’an) mereka, karena sesungguhnya mereka termasuk orang yang sesat usaha mereka dalam kehidupan di dunia, sedang mereka mengira bahwa mereka berbuat baik. Dan yang demikian itu bahwasanya tidak terbangun di atas landasan tauhid yang murni, maka usaha mereka itu adalah bagai debu yang beterbangan. Dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah atas kesyirikan mereka dan musnahnya amal mereka itu banyak, maka rujukkanlah hal itu kepada ayat-ayat Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih dan kitab-kitab Ahlus Sunnah. Kami memohon kepada Allah hidayah untuk kami dan kamu.

Al-Lajnah Ad-Daaimah lil-buhuts al-‘ilmiyyah wal ifta’, fatwa nomor 9027

Ketua : Abdul aziz bin Abdullah bin Baaz

Anggota: Abdul Razzaq ‘Afifi

Anggota; Abdullah bin Ghadyan

Anggota: Abdullah bin Qu’ud.

Teks Fatwa tentang Meminta kepada Isi Kubur:

السؤال الثاني والخامس من الفتوى رقم (9027):

س3: يقول الناس عند النوازل والشدائد: يا رسول الله، وغيره من الأولياء، ويذهبون إلى مقابر الصالحين في حالة المرض ويستغيثون بهم، ويقولون: إن الله يدفع البلاء بهم، نحن نستمدهم لكن نيتنا إلى الله، لأن المؤثر هو الله، هل هذا شرك أم لا، وهل يقال لهم: إنهم مشركون؟ والحال أنهم يصلون ويقرأون القرآن وغيره من العمل الصالح.

ج3: ما يفعله هؤلاء هو الشرك الذي كان عليه أهل الجاهلية الأولى، فإنهم كانوا يدعون اللات والعزى ومناة وغيرهم ويستغيثون بهم؛ تعظيمًا لهم، ورجاء أن يقربوهم إلى الله

ويقولون: { ما نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى } (1) ويقولون أيضًا: { هؤلاء شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ } (2) وقد بين النبي صلى الله عليه وسلم أن الدعاء عبادة، وأنها لا تكون إلا لله، ونهى الله تعالى عن دعاء غيره، فقال: { وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ }{ وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ } (3) وعلى المسلمين أن يقولوا: { إياك نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ } (4) في كل ركعة من صلواتهم؛ إرشادًا لهم إلى أن العبادة لا تكون إلا له، وأن الاستعانة لا تكون إلا به دون الأموات من الأنبياء وسائر الصالحين، ولا يغرنك مع ذلك كثرة صلاة هؤلاء وصيامهم وقراءتهم، فإنهم ممن ضل سعيهم في الحياة الدنيا وهم

_________

(1) سورة الزمر ، الآية 3 .

(2) سورة يونس ، الآية 18 .

(3) سورة يونس ، الآيتان 106، 107 .

(4) سورة الفاتحة ، الآية 5 .

يحسبون أنهم يحسنون صنعًا؛ وذلك أنها لم تبن على أساس التوحيد الخالص، فكانت هباًء منثورًا، والأدلة من الكتاب والسنة على شركهم وإحباط عملهم كثيرة، فراجع في ذلك آيات القرآن والسنة الصحيحة وكتب أهل السنة، نسأل الله لنا ولك الهداية.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو // عضو // نائب رئيس اللجنة // الرئيس //

عبد الله بن قعود // عبد الله بن غديان // عبد الرزاق عفيفي // عبد العزيز بن عبد الله بن باز //

فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء – (ج 1 / ص 133– ص 134135)