Kemarin (5/1) kubu Ahok menyelenggarakan istigasah di rumah ketua PPP Djan Faridz, dihadiri Nusron Wahid dan juga Gus Nuril. Pihak PBNU membantah terlibat dalam istigasah ini, apalagi mengingat Ahok baru saja “menyakiti” warga NU dengan menghardik dan menuding rais amm NU KH Ma’ruf Amin berbohong.

Pertanyaan nya, tepatkah kubu Ahok menyelenggarakan istigasah-yang merupakan syari’at Islam- untuk memenangkan Ahok?

Kata “istighotsah” استغاثة berasal dari “al-ghouts”الغوث yang berarti pertolongan. Dalam tata bahasa Arab kalimat yang mengikuti pola (wazan) “istaf’ala” استفعل atau “istif’al” menunjukkan arti pemintaan atau pemohonan. Maka istighotsah berarti meminta pertolongan. Seperti kata ghufron غفران yang berarti ampunan ketika diikutkan pola istif’al menjadi istighfar استغفار yang berarti memohon ampunan.

Jadi istighotsah berarti “thalabul ghouts” طلب الغوث atau meminta pertolongan. Para ulama membedakan antara istghotsah dengan “istianah” استعانة, meskipun secara kebahasaan makna keduanya kurang lebih sama. Karena isti’anah juga pola istif’al dari kata “al-aun” العون yang berarti “thalabul aun” طلب العون yang juga berarti meminta pertolongan.

Istighotsah adalah meminta pertolongan ketika keadaan sukar dan sulit

Baik Istighotsah terdapat di dalam nushushusy syari’ah atau  teks-teks Al-Qur’an atau hadits Nabi Muhammad SAW. Dalam surat Al-Anfal ayat 9 disebutkan:

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ

“(Ingatlah wahai Muhammad), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu lalu Dia mengabulkan permohonanmu.” (QS Al-Anfal:9)

Ayat ini menjelaskan peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW memohon bantuan dari Allah SWT, saat itu beliau berada di tengah berkecamuknya perang badar dimana kekuatan musuh tiga kali lipat lebih besar dari pasukan Islam. Kemudian Allah mengabulkan permohonan Nabi dengan memberi bantuan pasukan tambahan berupa seribu pasukan malaikat.

Dengan demikian, jelas bahwa istigasah yang dilakukan Rasul di perang Badar adalah untuk menang melawan orang-orang kafir. Maka alangkah tidak tepat jika kubu Ahok dari kalangan umat Islam malah menyelenggarakan istigasah untuk memenangkan Ahok sebagai pemimpin muslim, padahal jelas Ahok adalah termasuk orang kafir, dan juga jelas Islam melarang memilih pemimpin kafir.

Saksikan lah Ya Allah, kami telah menyampaikan dan mengingatkan. [mhy]

Sumber: tribunislam.com

(nahimunkar.com)