Catatan Ahli, Sehari Sebelum Merapi Meletus dan 6 Jam Setelah Meletus Terdahsyat

Inilah catatan dari peringatan-peringatan ahli vulkanologi, sehari sebelum meletusnya Gunung Merapi pada hari Selasa 26 November 2010/ 18 Dzulqo’dah 1431H menjelang maghrib pas.

Di bagian bawah ada pula catatan ahli, 6 jam setelah letusan-letusan hingga yang terdahsyat Jumat (5/11/2010/ 28 Dzulqa’dah 1431H) dini hari.

Inilah catatan dari ungkapan peringatan seorang ahli, sehari sebelum Merapi meletus Selasa 26 November 2010 :

Merapi Akan Meletus, Lebih Parah dari 2006?

25-10-2010, 07:20

Empat tahun lalu, tepatnya 15 Mei 2006, Gunung Merapi meletus. Saat itu, jutaan kubik lahar dan material tumpah.

Setidaknya dua tewas diterjang awan panas letusan Merapi — atau disebut juga ‘wedhus gembel’.

Kini, Merapi dipastikan bakal meletus lagi. Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Dr Surono, situasi tahun 2010 ini beda dengan 2006.

Misalnya, hingga status ditetapkan Siaga, Merapi belum membentuk kubah.

“Pada tahun 2006 saat merapi statusnya siaga telah membentuk kubah dan kawah,” kata dia Minggu 24 Oktober 2010 malam.

Dengan kondisi belum terbentuknya kawah dan titik api, belum bisa dipastikan apakah Merapi akan meletus secara eksplosif atau seperti 2006 lalu — yang hanya mengeluarkan awan panas.

“Justru masyarakat harus waspada,” tambah dia.

Ada sejumlah petanda apakah letusan Merapi bakal eksplosif atau tidak. Salah satunya, adanya penggembungan badan Merapi di semua sisinya.

Sementara, tanda yang terbaca saat ini, Merapi lebih gendut hanya di bagian Selatan.

Namun yang pasti, “berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi, saya hanya bisa pastikan bahwa kondisi Merapi ini tak akan kembali ke normal. Merapi akan meletus, dan saya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaannya,” kata Surono.

Apalagi, “yang pasti berdasarkan data yang ada kejadian-kejadian gempa yang terjadi saat ini lebih tinggi daripada yang terjadi pada tahun 2006,” tambah dia.

Surono menyatakan, Merapi pernah meletus eksplosif pada erupsi tahun 19301-1931, dengan memuntahkan isi perutnya dan juga menebarkan awan panas.

Sementara, petugas di Pos Pemantauan Kaliurang, Heru Suparwoko, mengatakan Sabtu malam terjadi guncangan yang cukup kuat di sekitar Merapi. Ini membuat panik warga.

“Masyarakat sekitar kawasan ini sempat berdatangan ke pos kami ini untuk menanyakan apa yang terjadi. Tapi setelah dijelaskan bahwa getaran-getaran tersebut memang berkaitan dengan gempa-gempa di tubuh Merapi, mereka menjadi tenang kembali,” katanya.

Heru mengatakan memang dari pengamatan di Pos Pemantauan Merapi di Kaliurang, terlihat adanya peningkatan aktivitas di tubuh Merapi.

“Pada hari Sabtu (23/10) pos mencacat telah mencatat telah terjadi enam kali gempa vulkanik dalam, 74 kali gempa vulkanik kedangkal, 525 kali gempa multivase, dan 183 kejadian guguran,”paparnya.

http://forum.vibizportal.com/showthread.php?t=16884

Berikut ini catatan berupa berita dari ungkapan seorang ahli, 6 jam setelah letusan Merapi terdahsyat Jumat (5/11/2010/ 28 Dzulqa’dah 1431H) dini hari.

Letusan Merapi Dahulu dan Kini

Anwar Khumaini – detikNews

Sabtu, 06/11/2010 07:00 WIB

Jakarta – Letusan Gunung Merapi yang terjadi pada Jumat (5/11/2010) dini hari kemarin sangat dahsyat. Bahkan, letusan yang menewaskan 69 orang tersebut adalah yang paling dahsyat dalam 100 tahun terakhir. Bagaimana letusan Gunung Merapi tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya?

Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Dr Sukhyar, letusan Merapi yang berentetan sejak Rabu 3 November merupakan letusan terbesar selama 100 tahun terakhir. Letusan ini juga masuk kategori terbesar selama 30 tahun setelah Gunung Galunggung bererupsi.

“Merapi selama 100 tahun belum pernah ada letusan seperti ini. Ini merupakan letusan besar dalam kurun waktu 30 tahun. Terakhir letusan terbesar kedua setelah Galunggung pada tahun 1982,” kata Dr Sukhyar di Yogyakarta, Jumat (5/11/2010) kemarin.

Dibanding pada 2006 lalu, letusan Gunung Merapi kali ini memang jauh lebih besar. Jika letusan Merapi 2006 lalu hanya membutuhkan waktu 7 menit untuk erupsi, letusan tahun ini hingga erupsi berkali-kali dengan waktu yang tak terhitung. Bahkan letusan Merapi tahun ini merupakan yang terbesar dalam kurun waktu 140 tahun terakhir.

“Kalau letusan besar sebelumnya tahun 1870, berarti kali ini yang terbesar setelah 140 tahun,” ujar Sukhyar.

Karakteristik Merapi yang selama ini dikenal masyarakat adalah  biasanya membentukan kubah lava setelah erupsi. Ketika kubah lava itu gugur akibat erupsi, selanjutnya maka terjadilah awan panas.

“Kita hampir melupakan kalau Gunung Merapi itu pernah eksplosif sekali. Dan sekarang ini letusannya eksplosif vertikal. Dengan ketinggian awan panasnya mencapai 7,5 km,” jelas Sukhyar.

Luncuran awan panas Merapi kali ini pun jauh lebih panjang dari sebelumnya. Daerah bahaya diperluas dari 10 km diperpanjang menjadi 15 km hingga akhirnya diperpanjang lagi menjadi 20 km.

Hingga saat ini, total korban tewas lebih dari 100 orang, termasuk kuncen Gunung Merapi, Mbah Maridjan. Mbah Maridjan tewas saat Merapi mengeluarkan Erupsi pada 26 Oktober lalu.

Lebih dari 40 ribu pengungsi saat ini tersebar di beberapa kabupaten di Yogyakarta dan Jawa Tengah seperti Kabupaten Sleman, Klaten, Boyolali dan Magelang.

Bahkan, untuk memantau langsung kondisi Merapi, Presiden SBY mulai hari ini ngantor di Yogyakarta sampai batas waktu yang belum ditentukan. SBY juga telah menetapkan bahwa bencana Letusan Merapi ini ditangani langsung oleh BNPB.

(anw/anw) detiknews

Semoga Allah Ta’ala segera menghentikan aneka bencana, dan manusia menyadari akan kelemahannya, banyaknya dosa, pelanggaran bahkan kesombongan, menuju kepada ampunan Allah Ta’ala. (nahimunkar.com)