Ilustrasi : China Menginstal Senjata Canggih di Laut China Selatan (sumber : AMTI)


Laut China Selatan (SI Online)   — Think tank Amerika Serikat menyebut China telah memasang sistem persenjataan seperti peralatan anti serangan udara dan anti rudal di tujuh pulau buatan yang dibuat negara tersebut di Laut China Selatan.

Seperti dilansir CNN Indonesia Kamis 15 Desember,  Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI) di Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyatakan temuan yang didukung citra satelit ini mencuat meski China telah menyatakan tidak berniat memiliterisasi pulau-pulau di rute perdagangan strategis.

Sebagaimana diberitakan Reuters, Kamis (15/12), AMTI menyatakan sempat melacak konstruksi pembangunan berbentuk segi delapan di Fiery Cross, terumbu karang Mischief dan Subi di Kepulauan Spratly sejak Juni dan Juli. China juga telah membangun landasan terbang militer di sana.

“Struktur bangunan ini tampak seperti evolusi dari titik pertahanan yang telah dibangun sebelumnya di fasilitas-fasilitas lebih kecil milik China, di terumbu karang Gaven, Hughes, Johnson dan Cuarteron,” kata AMTI merujuk pada citra satelit yang diambil November lalu.

“Model ini telah mengalami evolusi lain di pangkalan yang jauh lebih besar di Fiery Cross, Subi dan Mischief.”

Citra satelit terumbu Hughes dan Gaven menunjukkan benda yang tampak seperti senjata anti serangan udara dan sistem pertahanan anti rudal, lanjutnya. Sementara citra dari Fiery Cross menunjukkan menara yang kemungkinan digunakan sebagai radar targeting.

AMTI menyebut menara-menara tersebut diselimuti penutup. Namun, ukuran selimut maupun menara itu sendiri menyiratkan sistem pertahanan yang serupa dengan di sejumlah terumbu karang.

“Senjata-senjata ini menunjukkan Beijing serius soal pertahanan pulau buatannya, jika suatu saat nanti kontingensi bersenjata terjadi di Laut China Selatan,” kata AMTI.

“Di antara hal lainnya, peralatan ini akan jadi garis terakhir pertahanan melawan peluru kendali Amerika Serikat ke arah pangkalan udara yang akan segera beroperasi.”

Direktur AMTI Greg Poling mengatakan pihaknya telah menghabiskan waktu berbulan-bulan mencoba untuk mencari tahu apa tujuan pembangunan di pulau-pulau tersebut.

“Ini kali pertamanya kami yakin menyatakan benda-benda tersebut adalah senjata anti serangan udara dan anti rudal. Kami tidak tahu mereka mempunyai sistem sebesar dan semaju ini di sana,” katanya kepada Reuters.

“Ini adalah upaya militerisasi. China boleh saja menyatakan ini hanya untuk pertahanan, tapi jika Anda membangun senjata raksasa, artinya Anda bersiap menghadapi konflik di masa depan.

“Mereka tetap menyatakan tidak akan melakukan militerisasi, tapi mereka bisa mengerahkan jet tempur dan peluru kendali darat-ke-udara besok jika mereka mau,” ujarnya.

Red : msa
Sumber CNN Indonesia/suara-islam.com

(nahimunkar.com)