Previous Post
Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedInShare on Google+Email this to someoneShare on FacebookShare on VkontakteShare on Odnoklassniki
Read on Mobile

Ini Daerah dan Negara Yang Larang Perayaan Tahun Baru Masehi

Ilustrasi (Cbsnews.com)


by , 8 Januari 2016

bersamaislam.com – Beberapa daerah di Indonesia dan negara-negara di dunia tidak ikut merayakan pergantian tahun bahkan melarang warganya dalam perayaan tahun baru dengan berbagai alasan. Berikut ini adalah daerah atau negara tersebut.

1. Banda Aceh

larangan tahun baru aceh

Billboard larangan perayaan tahun baru di Aceh


Sebagai ibu kota di sebuah provinsi yang menerapkan syariat Islam, pemerintah kota Banda Aceh melarang perayaan tahun baru karena tidak sesuai dengan tradisi muslim dan adat istiadat masyarakat Aceh.

Pelarangan ini mencakup berbagai bentuk perayaan seperti pesta kembang api dan terompet hingga yang berbungkus nuansa agama seperti yasinan dan taushiyah. Dan ini sudah berlangsung sejak tahun sebelumnya.

Hukuman cambuk disiapkan bagi para pelanggar. Ulama, tokoh masyarakat dan unsur muspida turut mendukung keputusan ini.

2. Agam, Sumatera Barat

Mesjid Pincuran Gadang di Kabupaten Agam

Mesjid Pincuran Gadang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat


Pemerintah daerah kabupaten Agam, Sumatera Barat melarang perayaan tahun baru karena masih memegang erat budaya dan agama Islam. Agam sendiri adalah daerah dengan penduduk mayoritas muslim dengan ratusan mesjid dan pondok pesantren. Sebagian besar penduduk menganggap perayaan pergantian tahun bertentangan dengan adat dan agama.

Bahkan sebagai tidak lanjut larangan ini, pemerintah mengeluarkan surat perintah agar objek wisata ditutup selama perayaan tahun baru.

“Kami telah surati semua pengelola objek wisata dan penginapan untuk tidak mengadakan kegiatan selama malam pergantian tahun baru,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Agam Hadi Suryadi, Minggu (27/12/2015), dilansir Liputan6.

3. Brunai Darussalam

Sultan Brunei Darussalam
Sultan Brunei Darussalam melarang perayaan natal dan tahun baru sebagai bagian dari hukum syariat Islam


Sultai Hassanal Bolkiah menerapkan larangan perayaan natal dan tahun baru sebagai bagian dari syariat Islam yang telah menjadi hukum resmi di negara tersebut.

Warga non muslim, tetap diperbolehkan merayakan natal dan tahun baru secara terbatas bagi komunitas mereka sendiri. Jika ada yang kedapatan mengorganisir perayaan Natal akan dihukum penjara.

4. Somalia

emerintah Somalia larang perayaan natal dan tahun baru
Pemerintah Somalia larang perayaan natal dan tahun baru


Somalia, negara di Afrika dengan penduduk nyaris 100 persen muslim, melarang perayaan Natal dan tahun baru karena bertentangan dengan kebudayaan Islam. Termasuk dikhawatirkan dapat memprovokasi gerakan radikal sayap kanan, Al-Shahaab untuk melaksanakan tindakan teror.

“Semua even berkaitan dengan Natal dan perayaan tahun baru bertentangan dengan kebudayaan Islam, dan ini akan merusak akidah masyarakat muslim. Tidak boleh ada perayaan sama sekali, tahun ini,” kata Dirjen Kementrian Agama, Sheikh Mohamed Khayrow di Tribunnews.

Sheyrow menambahkan, pihaknya telah meminta kepolisian dan aparat berwenang termasuk intelijen untuk melakukan pengawasan dan mencegah perayaan natal dan tahun baru dalam bentuk apapun.

5. Tajikistan

mesjid besar di Dushanbe, Tajikistan
Salah satu mesjid besar di Dushanbe, Tajikistan


Negara pecahan Uni Soviet, Tajikistan, melarang perayaan natal dan tahun baru termasuk mendirikan pohon natal baik yang asli ataupun buatan di tempat-tempat umum, termasuk sekolah dan kampus.

Dikutip dari Merdeka, Pemerintah Tajikistan mengeluarkan dekrit pelarangan tersebut, termasuk menggunakan kembang api, petasan dan berbagai hadiah dalam rangka peringatan tahun baru.

Larangan itu juga mencakup penggunaan sosok Bapa Frost, sinterklas versi Rusia dalam semua acara termasuk siaran di televisi. Publik Tajikistan sangat akrab dengan sosok Bapa Frost karena selalu muncul setiap perayaaan natal dan tahun baru.

6. Arab Saudi

Masjidil Haram di Arab Saudi
Masjidil Haram di Arab Saudi


Sejumlah ulama di Arab Saudi memberi masukan kepada negara dan akhirnya resmi menjadi keputusan Mutawa – Komisi Kebijakan dan Pencegahan Kejahatan – untuk melarangan perayaan tahun baru di negara tempat dua kota suci tersebut.

Keputusan itu termasuk melarang sejumlah toko menjual aksesori, bunga dan boneka yang bertema pergantian tahun. Pihak kepolisian syariah akan melakukan razia dan pengawasan secara ketat.

Negara Arab Saudi sudah sejak lama memberlakukan larangan tersebut termasuk peringatan valentine setiap yang dirayakan setiap bulan Februari.

Sumber: bersamaislam.com/Ahmad Yasin/Wednesday, December 30, 2015

(nahimunkar.com)

Next Post

Related Post

(Arsip) Banda Aceh : Haram Perayaan Natal dan Tahun Baru
by nahimunkar.com, 1 Januari 2014 Banda Aceh – Sungguh sangat mulia ulama dan pemerintah Aceh yang telah

Related Post

Kasus Mesum, Wanita Muda Pingsan setelah Dihukum Cambuk di Banda Aceh
Sejumlah orang menjalani hukuman cambuk di depan Masjid Al-Furqan, Beurawe Banda Aceh, Senin 1 Agustus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *