Data Final Rumah Rusak Akibat Gempa Sumatra Barat

Keseluruhan rumah rusak akibat gempa 249.833 unit. Jumlah korban jiwa meninggal dunia di seluruh Sumatra Barat akibat bencana ini tercatat 1.195 orang.

Rumah rusak berat akan dibantu Rp15 juta, sedang Rp10 juta, dan rusak ringan Rp1 juta.

Gempa 7,9 Scala Richter pada 30 September lalu menyebabkan 114.797 unit rumah rusak berat. Sebanyak 67.838 rumah rusak ringan dan 67.198 rusak sedang, sehingga jumlah keseluruhan rumah rusak akibat gempa 249.833 unit.

Sementara itu, jumlah korban jiwa meninggal dunia di seluruh Sumatra Barat akibat bencana ini tercatat 1.195 orang, terdiri atas 983 orang ditemukan jasadnya dan teridentifikasi serta 212 orang hilang tak ditemukan. (nahimunkar.com, 11:15 pm)

Mengenai bantuan untuk kerusakan bangunan, rumah rusak berat akan dibantu Rp 15 juta dan rusak sedang Rp 10 juta. Sedangkan bantuan untuk rusak ringan Rp 1 juta.
Rumah yang rusak berat dan rusak ringan akan dibantu dari dana APBN dari pemerintah pusat, sedangkan rumah rusak ringan akan dibantu dari dana Pemerintah Kota dan Kabupaten

Inilah beritanya:

Gempa Sumatera Barat Sebabkan 114 Ribu Rumah Rusak Berat

Sabtu, 12 Desember 2009 | 08:14 WIB

TEMPO Interaktif, Padang -Gempa 7,9 Scala Richter pada 30 September lalu menyebabkan 114.797 unit rumah rusak berat. Sebanyak 67.838 rumah rusak ringan dan 67.198 rusak sedang, sehingga jumlah keseluruhan rumah rusak akibat gempa 249.833 unit.

Ketua Tim Assesment Bangunan, Febrin Anas Ismail mengatakan rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa menyebar di 12 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Hasil verifikasi bangunan rusak oleh Tim Assesment Bangunan akan dijadikan pedoman Badan Nasional Penaggulangan Bencana untuk mengucurkan bantuan perbaikan rumah rusak berat dan sedang di 12 kota dan kabupaten yang terkena bencana.

“Meski datanya sudah final, tapi bisa saja bertambah misalnya kalau ada rumah korban yang terletak di pelosok yang ternyata belum masuk data, jadi meski sudah final data ini dinamis,” kata Febrin Anas Ismail, Sabtu (12/12).

Untuk memverifikasi rumah yang rusak Tim Assesment Bangunan menggunakan 720 orang tenaga mahasiswa sipil sejumlah perguruan tinggi di Sumatera Barat selama sebulan setelah gempa.

Perguruan tinggi yang terlibat berasal dari Universita Andalas, Universitas Bung Hatta, Universitas Negeri Padang, Institut Teknologi Padang, Universitas Muhammadiyah Sumbar, Universitas Putra Indonesia, dan STT Payakumbuh dengan dana Rp1,7 miliar dari dana Badan Nasional Penagggulangan Bencana.

Namun menurut Febrin, dana yang terpakai hanya Rp 1,3 miliar. Sisanya Rp 400 juta tidak digunakan. Hasil verifikasi ditandai dengan kertas ‘merah’ untuk rumah rusak berat, ‘kuning’ untuk rusak sedang, dan ‘hijau’ untuk rusak ringan.

Rumah rusak berat akan dibantu Rp 15 juta dan rusak sedang Rp 10 juta. Sedangkan bantuan untuk rusak ringan Rp 1 juta.

“Rumah yang rusak berat dan rusak ringan akan dibantu dari dana APBN dari pemerintah pusat, sedangkan rumah rusak ringan akan dibantu dari dana Pemerintah Kota dan Kabupaten,” kata Febrin Anas Ismail.

Dana bantuan untuk rekonstruksi rumah akan diberikan pada 2010 dan 2011. Kebutuhan perbaikan rumah rusak seluruhnya Rp 3,27 triliun. Pembangunan rumah rakyat tersebut, menurut Febrin akan memakai pola “Pokmas” atau “Kelompok Masyarakat”.

Satu pokmas gabungan 20 sampai 25 pemilik rumah rusak berat dan sedang di satu lokasi, membentuk pengurus di antara mereka, ada ketua, sekretaris, dan bendahara, lalu membuka satu rekening untuk satu kelompok.

Pembangunan rumah akan didampingi Tim Klinik konstruksi yang terdiri dari insinyur sipil yang disediakan Pemerintah Sumatera Barat akan mengawasi pembangunan rumah dengan konstruksi tahan gempa.

FEBRIANTI

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/12/12/brk,20091212-213394,id.html