Nurfahmi Budi/Tribunnews.com

Pesawat kepresidenan Air Force One yang membawa Presiden Obama mendarat di Bandara Ngurah Rai Bali, Kamis (17/11/2011)

Ungkapan untuk kedatangan Obama di Bali bermacam-macam. Di antara yang bermacam-macam itu ada juga yang menghargainya. Bukan menghargai Obama-nya tetapi menghargai siapa saja yang menolak kedatangan Obama.

“Siapa saja yang menolak kedatangan Obama sesuai kemampuannya kita hargai,” kutip sebuah situs atas suara nara sumbernya.

Inilah di antara ungkapan yang dimaksud. Dan kemudian dilanjutkan di bagian bawah, berita kedatangan Obama di Bali Kamis sore (17/11 2011) akan menandatangani kerjasama, bertemu SBY dan hadiri KTT ASEAN. Orang yang tak disukai kehadirannya oleh orang-orang yang masih ada ghirah Islamiyahnya – karena selama ini AS banyak membunuhi Muslimin di berbagai negeri dan menguras kekayaan sebagaimana penjajah–  itu dijadwalkan meninggalkan Indonesia Juma’t malam (18/11 2011).

***

Ba’asyir: Kafir Harbi Obama Wajib Diperangi, Kedatangannya Bawa Fitnah

JAKARTA (voa-islam.com) – Dari balik terali besi, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir tetap vokal menyuarakan syariat Islam sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Mendengar rencana kedatangan Barack Obama untuk yang ke sekian kalinya ulama kharismatik paling dimusuhi Amerika ini kembali menyampaikan kecaman terhadap Presiden AS  Barack Obama yang berencana menghadiri KTT ASEAN di Bali.

Menurut Ustadz Abu, Obama itu mewakili kepentingan Amerika yang menurut syariat Islam, statusnya adalah kafir harbi sehingga menolak kedatangannya adalah wajib. “Obama dan Amerika itu hukumnya kafir harbi. Jadi menolak kedatangannya itu hukumnya wajib menurut kemampuan. Kita wajib membenci, kita tidak boleh menyukai karena dia kafir harbi yang merusak Islam. Siapa saja yang menolak kedatangan Obama sesuai kemampuannya kita hargai,” ujarnya kepada voa-islam.com, Selasa (15/11/2011).

Karena status Obama adalah kafir harbi, jelas Ustadz Abu, maka menurut Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 29, seharusnya Obama diperangi, bukan disambut dan dihormati sebagai tamu.

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk” (Qs At-Taubah 29).

“Jadi, kita itu harusnya memerangi kalau mampu, bukan malah menyambut. Kalau tidak mampu memerangi ya jangan diterima kedatangannya,” jelas Ustadz Abu. “Kedatangannya itu mesti membawa fitnah karena Amerika sudah mengumumkan perang salib. Sejak George W Bush laknatulllah itu dia sudah mengumumkan perang salib,” tambahnya.

Ustadz Abu mewanti-wanti kepada umat Islam agat tidak berkasih sayang terhadap musuh yang memerangi Islam, karena perbuatan itu dilarang menurut syariat. “Kita tidak boleh berkasih sayang terhadap musuh Allah, seperti dalam surat Al-Mujadilah 22: “Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka…” tutupnya. [ahmed widad] Kamis, 17 Nov 2011(voa-islam.com)

 

***

KTT ASEAN

Barack Obama Tiba di Bali Tanpa Didampingi Anak-Istri

Tribunnews.com – Kamis, 17 November 2011 18:27 WIB

DENPASAR – Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama mendarat di bandara internasional Ngurah Rai, Kamis (17/11/2011) petang, tepat pukul 18.45 WITA. Pesawat kepresidenan Air Force One yang membawa presiden dari negeri adidaya tersebut tiba satu jam lebih cepat dari jadwal semula.

Begitu pintu pesawat terbuka, suami Michelle Obama ini langsung melambaikan tangan kiri, dan turun dari tangga pesawat. Beberapa pejabat negara mulai dari Gubernur, Kapolda dan Duta Besar AS untuk Indonesia, Scott Marciel, langsung menyambut.

Sempat berbasa basi sebentar, Obama langsung masuk mobil kepresidenan, dan meninggalkan landasan Ngurah Rai.

Menurut pihak Kedutaan Besar AS, Obama akan beristirahat di Grand Hyatt Nusa Dua, dan agenda pertama besok adalah menyaksikan penandatangan kerjasama Boeing dengan satu perusahaan Indonesia, bersama Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Rencananya, selain bertemu empat mata dengan SBY, Obama juga akan menghadiri KTT Asia Timur dan berdialog dengan para pemimpin ASEAN dan mitra. Obama dijadwalkan meninggalkan Bali pada besok malam.

Penulis: Nurfahmi Budi  |  Editor: Johnson Simanjuntak/ TRIBUNNEWS.COM

(nahimunkar.com)