Di Qatar Kantor Dagang Israel Ditutup

Di Indonesia Malah Dibuka, Maka Diprotes

Agresi Israel Hancurkan Gaza

qatar

kilasberita.com

Negeri Muslim yang terlanjur ada kantor dagang Israel seperti Qatar (satu-satunya negeri di Timur Tengah yang ada kamar dagang Israel sejak 1996) telah menutupnya Januari 2009, akibat serangan Israel yang membabi buta terhadap penduduk sipil Palestina di jalur Gaza hingga menewaskan 1.245 orang, termasuk 400 anak-anak dan melukai 5.300 orang lainnya.

Tahu-tahu Indonesia malah dikabarkan dibuka kantor dagang Zionis Israel di Jakarta, Agustus 2009, beberapa hari setelah masyarakatterlena dengan berita bom yang disiarkan secara besar-besaran. Sehingga nyaris tak terdengar berita yang sebenarnya sangat mengagetkan Ummat Islam tentang dibukanya kantor perdagangan Zionis Israel di Jakarta itu.

Begitu Ummat Islam mendengarnya, keruan saja Ummat Islam yang masih ada kewaspadaan dalam dirinya langsung memprotes keras kejadian yang janggal lagi ironis di negeri Muslim, Indonesia ini.

Beritanya sebagai berikut:

FUI Tolak Kamar Dagang Israel

By Republika Newsroom
Sabtu, 15 Agustus 2009 pukul 19:41:00

JAKARTA–Forum Umat Islam (FUI) menyerukan pemerintah agar menutup hubungan bilateral Indonesia dengan negara zionis Israel. FUI menemukan indikasi adanya kerja sama tertutup antardua negara makin dipererat dengan keberadaan kantor dagang Israel di Indonesia.

“Diam-diam Israel membuka kantor dagang di Jakarta saat semua media massa menayangkan rentetan peristiwa pengeboman hotel Ritz Carlton dan JW Marriott dan penangkapan jaringan teroris,” ujar Sekjen FUI, Muhammad Al Khathath, saat konferensi pers tablig akbar bertema “Menolak Perwakila Dagang Israel di Indonesia”, Sabtu (15/8) di Jakarta.

Menurut dia, keberadaan kantor dagang Israel itu mulai terendus tujuh tahun silam. Pada 2001, Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Luhut Binsar Pandjaitan, menandatangani surat keputusan Nomor 23/MPP/01/2001 tanggal 10 Januari 2001. Isinya melegalkan hubungan dagang antara RI-Israel.

Dugaan itu menguat dengan pemberitaan media Israel berbahasa Ibrani, Dza Marker, yang melaporkan upaya Israel memperluas jejaring ekonominya di Asia Tenggara. Bahkan kepala kantor dagang Israel-Asia, Ran Kohin, menegaskan dibukanya kantor dagang Israel di Jakarta merupakan perkembangan baik dalam hubungan dagang kedua negara yang telah berlangsung beberapa tahun lalu. Hanya saja, imbuh Khathath, kantor dagang yang dikepalai Immanuel Shahaf itu sampai kini belum diketahui alamatnya.  Karena itu, FUI mengimbau seluruh lapisan masyarakat menginformasikan hal itu bila mengetahuinya.

Di kesempatan yang sama, FUI yang merupakan forum silaturahmi para ulama, ormas, dan orpol Islam serta seluruh jamaah Islam se-Indonesia pun menyerukan keprihatinannya. Seperti yang disampaikan Ketua An Nashr Institut, Munarman, dan Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Joserizal Jurnalis.

“Zionis Israel biasanya mendirikan kantor dagang di sebuah negara sebagai kamuflase intelijennya,” terang Munarman. Daya tawar Israel pun menguat karena mereka menyasar sektor penyediaan alat kesehatan,senjata, dan geothermal. Maka, Munarman mewanti-wanti agar umat Muslim nantinya tak terpecah belah melawan dominasi Israel di segala sektor.

Sedangkan Joserizal menerangkan betapa Israel adalah sebuah negara yang menjadi musuh besar umat sedunia. Dalam catatannya, Israel melakukan kekejaman dengan meggunakan bom fosfor dan bom lempengan yang membuat cacatribuan muslim Palestina. Jose berharap pemerintah RI mempertimbangkan kembali kerja sama dengan Israel.

Sementara itu pembina Pondok Pesantren Ngruki, Solo –Abu Bakar Ba’asyir– mengingatkan Pesiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk bertindak tegas. “Kalau tak sanggup melawan Yahudi, bubarkan saja majelis zikirnya,” ucapnya keras. Ba’asyir pun menegaskan perlawanan terhadap tindkan kaum Yahudi harus dilakukan dengan keras karena Allah telah berfirman dalam beberapa surat Alquran bahwa kaum Yahudi merupakan musuh nomor wahid. c84/rif

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/69703/FUI_Tolak_Kamar_Dagang_Israel

Indonesia membuka pintu untuk ditempati kantor dagang Israel, tampaknya tutup mata terhadap berita ini:

Qatar Tutup Kantor Dagang Israel di Doha


Senin, 19 Januari 2009 11:07

Doha, Pemerintah Qatar telah memerintahkan penutupan kantor perwakilan dagang Israel di Doha, menyusul serangan kepada warga Palestina di Gaza. Perintah penutupan dikeluarkan meski sudah tercapai kesepakatan gencatan senjatan antara Hamas dan Israel.

“Kementerian Qatar juga telah memerintahkan pimpinan kantor perwakilan perdagangan Israel untuk meninggalkan Doha dan memberinya memorandum resmi terkait keputusan Qatar untuk menutup biro,” jelas kantor berita pemerintah Qatar yang mengutip pejabat departemen luar negerinya, seperti dikutip dari AFP, Senin (19/1/2009).

Para pejabat yang berada di kantor perwakilan perdagangan itu diberi waktu 7 hari untuk meninggalkan Doha.

Qatar sebelumnya merupakan satu-satunya negara di Timur Tengah yang menjalin hubungan dagang dengan Israel. Kantor perdagangan dagang Israel di Doha itu dibuka sejak tahun 1996.

Qatar dan Mauritania pada Jumat lalu telah memutuskan untuk menghentikan sementara hubungan dengan Israel dalam ‘Arab Summit’ yang berlangsung di Doha.

Israel telah mengumumkan gencatan senjata untuk mengakhiri serangan ke Hamas selama 22 hari. Konflik tersebut sejauh ini telah menewaskan 1.245 orang, termasuk 400 anak-anak dan melukai 5.300 orang lainnya.

Israel mulai menarik pasukannya dari Gaza setelah gencatan senjata berlaku efektif pada Minggu, 18 Januari pukul 2 dini hari waktu setempat. Namun pemerintah Israel mengancam, militernya akan kembali melancarkan serangan jika diserang Hamas. (kilasberita.com/amz/dtc)

Sumber: http://www.kilasberita.com/kb-finance/ekonomi-a-moneter/14448-qatar-tutup-kantor-dagang-israel-di-doha

(Redaksi nahimunkar.com)