ilustrasi


Pada tulisan ini saya ingin membawakan sepenggal cerita dari masjid Nabawi,,,

Halaqoh Syeikh Rusyaidan bukanlah halaqoh yang asing di telinga para mahasiswa UIM Madinah, terlebih lagi anak-anak fakultas hadist, halaqoh ini terkenal halaqoh yg sangat disiplin, dan demikian yang saya rasakan selama 2 tahun lebih 1 bulan saya mengikuti halaqoh ini,,,

Halaqoh tidak ada mengenal yang namanya libur, kecuali pada musim panas, tidak seperti halaqoh2 lainnya, tidak boleh ghoib dengan alasan apapun, sampai dibuat perjanjian yang ditandatangani oleh semua anggota halaqoh yang berisi,  “apabila saya tidak hadir 1 hari, saya akan di asingkan ke halaqoh lain sampai dipanggil kembali oleh pembimbing hafalan, dan apabila masih juga absen walaupun sehari langsung akan dikeluarkan”,, dan masih banyak lagi disiplin2 yang apabila dituliskan di sini mungkin akan berepisode, Yang ingin saya ceritakan adalah guruku yang spesial menurutku, bagaimana tidak,,,tidak ada hari-hari yang kulalui di sini melainkan aku mendengar suara bentakannya, bahkan sampai orang tua yang sudah beruban rambut dan janggutnya tidak selamat dari bentakannya, apabila hafalan baru tidak lancar hanya karna lupa atau berhenti sejenak saat setoran beliau akan mengusir kita dan meminta untuk menyetor ulang esok hari di iringi raut wajah marah saat berbicara, namun apabila saya yang kena marah, saya hanya senyum-senyum manis, karena sudah biasa merasakan ketika dimarahi,

Berlalu satu semester dan ujian demi ujian saya lalui dengan nilai mumtaz, bukan berarti saya luar biasa karena di halaqoh ini nilai mumtaz adalah hal biasa, bahkan ketika nilai ujian anda dibawah mumtaz, jayyid jiddan atau jayyid, saya pastikan anda harus siap mendengar ceramah beliau, dan apabila nilai anda maqbul, saran saya anda tidak perlu balik ke halaqoh ini lagi, karena anda akan di usir, sudah 2 teman saya yang di usir salah satunya orang Al jazair,,,

Sampai akhirnya tiba waktu saya untuk ujian 30 juz, sebelum beliau mendaftarkan nama saya untuk mngikuti ujian 30 juz, beliau menawarkan untuk ujian di smester berikutnya jika belum siap, namun saya memilih untuk disegerakan, sampai akhirnya beliau setuju,

Berlalu 2 bulan dari jadwal ujian yang ditentukan, tiba hari itu, hari yang saya bayangkan mungkin sebagai hari terakhir saya di halaqoh ini, di malam sebelum ujian musyrifku memanggil seperti hari-hari sebelum ujian yang lalu, nasehat yang tidak akan saya lupakan, ;

“Luruskan niatmu, mohon pertolongan kepada Allah, dan jangan sekali-kali kamu bersandar pada hafalanmu”, Selain nasehat itu beliau cerita banyak tentang halaqoh yang beliau asuh ini, terasa seperti kalimat perpisahan, Keesokan harinya setelah ujian, aku merasa tidak enak, karena mengecewakan beliau, hari itu saya gundah, tidak tau bagaimana cara mengutarakan prediksi hasil ujiannya, sampai-sampai saya kirim sms perpisahn pada teman-teman halaqoh lainnya, sampai tiba di halaqoh, dengan wajah senyum-senyum cemas bercampur kasihan karena mengecewakan, saya sampaikan ; “Syeikh,,, mungkin saya rosib / gagal dalam ujian ini,” Beliau diam sjenak, yang ada dipikiranku adalah, aku harus siap dikeluarkan seperti teman Al-jazair itu, sambil menarik nafas, beliau mengaggetkanku dengan ucapannya, “bersabarlah, ini cuma ujian-ujian dunia, mulai besok kamu tahsin (memperbaiki bacaan alquran) dengan saya”, ucapan beliau membuat saya kembali berpikir agar tidak meninggalkan halaqoh ini, karena perhatiannya yang sangat besar.

Berlalu satu bulan dari pengumuman hasil ujian, yang menyatakn bahwa saya benar2 rosib pada tajwid, saya merasa ingin keluar dari halaqoh ini, setelah sekian lama dan berkali-kali rasa itu datang, kali ini saya rasa sudah dipuncak,  Saya mencoba meminta izin untuk keluar namun tidak di izinkan, dengan terpaksa saya menempuh cara yang sebenarnya tidak sopan seperti teman-teman yang telah meninggalkan halaqoh, iyaa,,, dengan tidak hadir sampai akhirnya keluar, Beda dengan saya, hari ke 4 saya tidak datang halaqoh, guru saya berkata ke Asep Ridwan Taufiq teman seperjuangan d halaqoh ini, ;

لا يظن أني محتاج إليه لأجل اختبار ٣٠ جزء.. أصلا هو راسب.. أنا أشد عليه من أجل مصلحته.. بقي شهرين ونصف

ما اريد حركات مثل هذا. أفصله مباشرة، لا أفصل
أحدا إلا ويأتي من هو أحسن منه.

Syekh marah, dia berkata : jangan kira saya tahan-tahan rifai karena saya butuh dia agar dia tes 30 juz atas nama saya. Dia sudah gagal. Saya menahan-nahan dia untuk kemashlahatannya.. ujian yang akan datang tinggal 2 bulan setengah lagi.

Saya tidak mau beliau seperti ini (meliburkan diri dari halaqoh), saya akan keluarkan dia dari halaqoh. Saya tidak pernah mengeluarkan seseorang dari halaqoh melainkan akan ada orang yang lebih baik darinya.

Mendengar kata-kata itu, panas rasanya telinga ini, sampai saya putuskan untuk datang menemui beliau sambil minta maaf dan pamitan, sengaja saya telat, sebelum saya ke halaqoh, Asep mengirim saya pesan, ;

قال الشيخ:
رفاعي لا يريد أن يأتي؟
أين حسن العشرة التي كانت بيننا؟

Syaikh berkata : Rifai tidak mau datang lagi ke halaqoh?? Kemana hubungan baik yang sudah kita bangun sejak lama?

tersentuh perasaan saya mendengar perkataan beliau,,, Akhirnya saya datang menemui beliau, dengan wajah senyum saya sapa dan sya jelaskan bahwa saya sudah tidak bisa di sini, saya ingin keluar, (berharap dapat mendengar nasehat perpisahan) Beliau hanya hanya senyum dan mengingatkan, “setelah ujian kuliah kamu mau ke mana?”, saya sampaikan kalau saya ingin pindah ke halaqoh mutun (masih milik Syeikh Rusyaidan), beliau menawarkan agar tetap ke mutun namun setiap selesai setoran mutun saya harus datang menemui beliau untuk tahsin bacaan alquran,  tidak saya bayangkan ternyata begtu besar perhatian beliau sampai memikirkan jalan keluar seperti ini, yang akhirnya saya iyakan saran itu,  sambil mendoakan saya, pada akhir pertemuan itu sampai nanti kita bertemu lagi di semester berikutnya, saya mngucapkan جزاك الله خيرا sebagai kata perpisahan.

Dialah guru teladan saya,  syeikh ABDURROHMAN YARBA ALMUKHTAR ASSYINGQITIY, Sedikit tentang keajaiban hafalan beliau, yang saya tau selain hafal alquran beliu juga hafal 10 ألفيات, itu artinya beliau hafal 10 ribu bait syi’ir.

Buat teman seperjuangan Asep Ridwan Taufiq, bersabarlah dan bertahanlah sampai kamu menyelasaikan hafalanmu di halaqoh ini, karena hasilnya akan manis kau rasakan di akhir.

Madinah-7-robiul tsani-1438
Wihdah pojok~
Muhammad Rifai la Harisy

via fb Deliana Dahlan

(nahimunkar.com)