Buku Bambang Tri “Jokowi Undercover” menjadi buku paling kontroversial dalam sejarah Presiden Indonesia. (Foto istimewa)


Jakarta – Perjalanan Bambang Tri Mulyono untuk menerbitkan buku “Jokowi Undercover” rupanya berliku dan kerap mendapat penolakan sejumlah Penerbit lantaran “Isi” buku dianggap hasil opini pribadi Bambang Tri.

Hal itu dijelaskan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigjen Rikwanto.

Dia mengatakan Bambang Tri Mulyono, sempat mengajukan hasil karyanya kepada beberapa penerbit. “Dia mencoba ke Penerbit, Namun ditolak karena tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Rikwanto di kompleks Mabes Polri, Jakarta, seperti dikutip dari Kriminalitas.com, Selasa (3/1/2017).

Lantaran itulah Bambang Tri memutuskan untuk mencetak buku sendiri. Dan dia berhasil mewujudkan mimpinya tersebut. “Jokowi Undercover” berhasil terbit ke dunia.

Rikwanto menegaskan, saat ini pihaknya tengah melacak dimana Bambang Tri mencetak buku tersebut. Bahkan peredaran buku itu yang telah sampai ke beberapa Orang juga terus dilacak peredarannya.

Fenomena Bambang Tri yang berceloteh soal Presiden Joko Widodo memalsukan identitas pada saat pendaftaran Pipres 2014 lalu tergolong berani.

Polisi menyebut tulisan Bambang Tri Mulyono tidak dilandasi oleh Riset dan pembuktian, namun hanya beropini setelah mendapat bahan dari sembarang sumber. Lantaran tak dapat membuktikan itulah bambang Tri bakal jadi pesakitan di kursi pengadilan. (Red)

Sumber : Berita360.com

(nahimunkar.com)