Publik-News.com – Semenjak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan pernyataan akan ada nama-nama besar yang akan di ungkap dalam kasus Proyek E-KTP, kini sejumlah anggota DRR ramai-ramai ingin merevisi  Undang-Undang (UU) Nomor 30/2002 tentang KPK

Ketua DPR RI Setya Novanto menganggap revisi ini tujuannnya adalah ingin memperkuat posisi KPK. Ia membantah jika revisi ini ingin melemahkan KPK dalam mengusut kasus Proyek E-KTP.

“Saya kira tidaklah, dari dulu wewenang KPK itu yang saya ketahui DPR itu adalah memperkuat KPK. Jadi, itu hal-hal yang selalu dibicarakan antara pemerintah dengan pihak-pihak di DPR bagaimana agar KPK itu semakin baik, semakin diperkuat,” ungkap Novanto.

“Semua itu kan melalui proses yang sangat panjang yang kita ketahui sampai sekarang juga masih ada di prolegnas,” jelas Novanto.

Sementara itu, Peneliti Indonesia Legal Roundtable (ILR) Erwin Natosmal Oemar menilai wacana revisi ini menunjukkan langkah yang jelas untuk melumpuhkan KPK.  Ia meyakini hal ini berkaitan dengan dugaan keterlibatan anggota DPR dalam kasus tersebut.

“Kasus ini akan membuat serangan balik terhadap KPK menguat. Akan ada serangan secara sistemastis untuk melumpuhkan KPK dari pelbagai juru mata angin. Mereka-mereka yang dipersepsikan oleh pubkik sebagai figur yang baik, ternyata juga bagian dari praktik koruptif tersebut,” jelas Erwin Natosmal.

Ia mengatakan ini merupakan serangan balik ke KPK supaya tidak berani mengungkap nama besar dalam kasus yang merugikan  negara sebesar Rp2,3 Triliun itu.

“Saya berharap KPK mau dan berani menjerat nama-nama legislator yang terlibat.Termasuk yang mengembalikan dana suap e-KTP. Pengembalian tidak menghilangkan pertangungjawaban pidanannya,” katanya.

Sementara KPK sudah melakukan pemeriksaan terhadap Ketua DPR, Setya Novanto. KPK meminta semua pihak menahan diri karena nama-nama itu nantinya akan disebut dalam persidangan.

“Sampai saat ini KPK belum sebutkan nama siapapun yang akan muncul di dakwaan, Nama-nama mereka kami buka di 9 Maret saat sidang perdana ” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Fq)

Sumber: publik-news.com

(nahimunkar.com)