Dikhawatirkan Tangan “Siluman” Hilangkan Data Bank Century

Jangan sampai ada tangan-tangan ” siluman “yang bisa menghilangkan data Bank Century.

Mengacu ke skandal BLBI, kasus dengan jumlah jauh lebih besar hingga ratusan triliun saja bisa hilang tanpa jejak, apalagi Bank Century.

Selain itu dalam beberapa waktu kedepan, DPR pun akan memasuki masa reses, sehingga terbuka celah bagi tangan-tangan “siluman” untuk menghilangkan berbagai bukti.

Inilah beritanya:

Amien: SBY Belum Penuhi Harapan Rakyat

By Republika Newsroom

Selasa, 24 November 2009 pukul 13:19:00

ANTARA

JAKARTA–Mantan Ketua MPR, Amien Rais, menilai pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang jawabannya atas rekomendasi Tim 8 masih penuh kata-kata bersayap. Alhasil, nilai dia, harapan rakyat cenderung belum terpenuhi semuanya.

“Jadi sesungguhnya pidato (SBY) yang ditunggu oleh rakyat itu cenderung belum terpenuhi semuanya,” ujar Amien kepada pers seusai menjadi pembicara dalam diskusi tentang kehutanan di Jakarta, Selasa (24/11).

Namun demikian, ia menambahkan, jawaban Presiden atas rekomendasi Tim 8 itu sudah cukup jelas. “Saya pikir sudah jelas arahnya,” katanya.

Lebih lanjut Amien mengatakan bahwa hal terpenting yang patut dicermati lagi adalah bagaimana menyelesaikan masalah skandal Bank Century. Dia khawatir penanganan masalah Bank Century bernasib seperti biasanya, alias hanya selesai “setengah jalan”.

“Misal yang dikejar dalam pengusutan itu hanya pelakunya saja, sementara aliaran dana tidak sampai terungkap,” papar Amien.

“Hampir semua permasalahan besar kita, seperti kasus Munir, DPT, angket BBM dan apa pun, selalu demikian nasibnya,” kata Amien. Ia juga mengingatkan jangan sampai ada tangan-tangan ” siluman “yang bisa menghilangkan data Bank Century tersebut.

Dia kemudian mengacu ke skandal BLBI. Kasus dengan jumlah jauh lebih besar hingga ratusan triliun saja bisa hilang tanpa jejak, apalagi Bank Century.

Selain itu dalam beberapa waktu kedepan, DPR pun akan memasuki masa reses, sehingga terbuka celah bagi tangan-tangan “siluman” tersebut untuk menghilangkan berbagai bukti.

“Jadi sekarang ini bola ada di tangan polri dan kejaksaan. Terserah pada Kapolri(Jenderal Bambang Hendarso Danuri red) dan Jaksa Agung(Hendarman supandji),”. ant/itz (republika.co.id)

http://www.republika.co.id/berita/91426/Amien_SBY_Belum_Penuhi_Harapan_Rakyat

Kenapa BPK Tak Ungkap Aliran Dana Bailout Century

BPK tidak ungkap aliran dana talangan Bank century karena Presiden tak keluarkan Perppu.

Disayangkan, Presiden Tak Keluarkan Perppu, Audit BPK Tak Ungkap Aliran Dana Bailout Century

Hasil laporan audit BPK tidak ada cakupan aliran dana sebesar Rp 6,7 triliun. Dalam laporan ini tidak ada hasil audit aliran dana. Karena tidak ada dasar dan landasan hukum bagi BPK.

Sangat disayangkan, pernyataan Presiden SBY baru dilontarkan semalam, sebelum laporan audit ini dilaporkan ke DPR. Padahal dalam minggu-minggu sebelumnya sudah diminta untuk dikeluarkan Perppu oleh Presiden agar BPK bisa menelusuri aliran dana. Ini sangat disayangkan sekali.

Jadi, hasil audit BPK ini justru tidak menyentuh bagian pokok permasalahan yang harus diungkap yaitu kemana saja dana bailout Bank Century ini mengalir.

Inilah beritanya:

Hasil Audit BPK Tak Ungkap Aliran Dana Bailout Century Rp 6,7 Triliun

Herdaru Purnomo – detikFinance

Senin, 23/11/2009 10:43 WIB

Jakarta – Hasil audit investigastif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap aliran dana bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun mengecewakan. Hasil audit tersebut justru tidak mengungkap kemana saja dana bailout untuk bank yang sudah berganti nama menjadi Bank Mutiara itu tersebut mengalir.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR Maruarar Sirait usai mengikutip penyerahan hasil audit BPK ke pimpinan DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/11/2009).

“Hasil laporan audit BPK tidak ada cakupan aliran dana sebesar Rp 6,7 triliun, Barusan saya tanya kepada beberapa Anggota BPK dan memang dalam laporan ini tidak ada hasil audit aliran dana. Karena tidak ada dasar dan landasan hukum bagi BPK,” tuturnya.

Maruarar sangat menyayangkan pernyataan Presiden SBY baru dilontarkan semalam, sebelum laporan audit ini dilaporkan ke DPR. “Padahal dalam minggu-minggu sebelumnya kita sudah meminta untuk dikeluarkan Perppu oleh Presiden agar BPK bisa menelusuri aliran dana. Ini sangat disayangkan sekali,” katanya.

Jadi, hasil audit BPK ini justru tidak menyentuh bagian pokok permasalahan yang harus diungkap yaitu kemana saja dana bailout Bank Century ini mengalir.

“Kita belum mengetahui kemana saja uang hasil bailout , kapan, dan siapa saja yang menerima. Karena nasabah sebagian ada yang sudah menerima dan ada yang belum,” jelasnya.

Saat ini di ruang Pimpinan DPR, Ketua BPK Hadi Poernomo beserta beberapa Anggota BPK sedang menyerahkan laporan hasil audit Bank Century, sejak pukul 10.00 tadi. (dnl/qom) sumber: detikfinance.com

Kronologi suntikan dana talangan Century

Tahu jumlah duit yang dilarikan, tapi tak tahu siapa yang melarikan.

Dana yang lari entah ke mana itu merupakan dana yang dikucurkan pada tahap kedua, yaitu sebesar Rp 2,20 triliun. Berikut adalah kronologi keputusan suntikan bailout Century:

Inilah berita dan kronologinya:

Ke Kantong Siapa Larinya Duit Rp 2,20 Triliun Itu?

Laporan: Furqon Majid

Senin, 23 November 2009 | 16:55 WITA

ANEH, BPK menemukan ada penggelembungan sengaja dalam kasus bailout Century, tapi tak tahu ke kantong siapa duit itu lari. Yang jelas, dalam laporan BPK, ada dana yang lari entah ke mana. Keputusan pengucurannya pun tidak dikoordinasikan sebagaimana seharusnya.

Dana yang lari entah ke mana itu merupakan dana yang dikucurkan pada tahap kedua, yaitu sebesar Rp 2,20 triliun. Berikut adalah kronologi keputusan suntikan bailout Century:

13 November 2008

Gubernur Bank Indonesia Boediono membenarkan Bank Century kalah kliring atau tidak bisa membayar dana permintaan nasabah sehingga terjadi rush. BI segera menggelar teleconference dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang sedang berada di AS bersama pesiden.

14 November 2008

Bank Century mengajukan permohonan fasilitas pendanaan darurat (FPD/bailout) dengan alasan sulit mendapat pendanaan.

17 November 2008

Rapat konsultasi antara depkeu, BI, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

18 November 2008

Boediono mengeluarkan peraturan Nomor 10/31/PBI/2008 tentang FPD yang mengubah peraturan sebelumnya. Jika peraturan sebelumnya menyatakan hanya bank dengan CAR delapan persen, Boediono mengubahnya menjadi lima persen. Bailout untuk Century pun mulus.

20 November 2008

Rapat konsultasi KSSK. Dalam presentasinya, BI (Boediono) menyatakan Bank Century adalah bank gagal yang dapat menimbulkan dampak sistemik (berakibat pada instabilitas sistem keuangan nasional)

21 November 2008 (Pukul 04.00 WIB)

Rapat KSSK yang dihadiri Sri Mulyani, Boediono, dan Raden Pardede. Rapat menetapkan Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik. Kemudian rapat menetapkan penanganan Bank Century kepada LPS

21 November 2008 (Pukul 05.30 WIB)

Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sri Mulyani. Rapat memutuskan penanganan Bank Century harus dilakukan oleh LPS secepatnya

23 November 2008

LPS mengucurkan dana sebesar Rp 2,77 triliun

Desember 2008

LPS mengucurkan lagi dana sebesar Rp 2,20 triliun (ini yang ditengarai BPK tanpa koordinasi)

Februari 2009

LPS kembali menyuntikkan dan sebesar Rp 1,55 triliun

21 Juli 2009

LPS menambah suntikan dana sebesar Rp 630 miliar

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/59447

Tiga orang di balik kisruh Century

Di balik kisruh penyuntikan uang itu, ada tiga nama yang paling bertanggung jawab.

Inilah beritanya:

Tiga Orang Ini Paling Bertanggung Jawab

Laporan: Furqon Majid

Senin, 23 November 2009 | 17:04 WITA

SKANDAL penggelembungan bailout Bank Century terus bergulir dan mendekati puncaknya. Di balik kisruh penyuntikan uang itu, ada tiga nama yang paling bertanggung jawab. Inilah mereka yang memegang keputusan penting bailout Century dan perannya masing-masing.

Sri Mulyani

Menteri Keuangan dan Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK)

Peran: Penentu kebijakan penyelamatan Bank Century dan pengucuran Bailout hingga Rp 6,76 triliun

Raden Pardede

Sekretaris Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK)

Menyetujui kebijakan penyelamatan Bank Century dan pengucuran bailout hingga Rp 6,76 triliun

Boediono

Gubernur Bank Indonesia/Anggota KSSK

Mengubah Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang persyaratan rasio kecukupan modal (CAR) sehingga Bank Century yang semula tidak bisa menerima bailout menjadi bisa menerimanya(*)

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/59448

Inilah yang jadi persoalan:

Desember 2008

LPS mengucurkan lagi dana sebesar Rp 2,20 triliun (ini yang ditengarai BPK tanpa koordinasi)

Tanpa koordinasi dan larinya duit itu ke mana itulah yang jadi masalah hingga kisruh disertai sikap-sikap mbulet yang menjadikan masyarakat harap-harap cemas. Sampai-sampai Amien Rais khawatir akan ada tanga-tangan “siluman” yang menghilangkan data sebagaimana biasanya, kasus-kasus yang lebih besar pun menguap begitu saja. (nahimunkar.com).