Ilustrasi/ar-rhaudhaseluma.sch.id


Dikhawatirkan temasuk mempermainkan agama, orang yang mengatakan, shalat witir satu raka’at dibanding 3 raka’at lebih utama yang mana. Lebih utama yang 3 kan. Nah, ingat-ingat itu. (Tapi kepentingan menyebut tentang 3 raka’at shalat witir itu karena dirinya no 3 dalam suatu pencalonan kepala daerah).

Para ulama, kyai, dan tokoh Islam yang mendengarkan ceramah orang yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah itu kelihatannya di video mereka diam saja tidak menegurnya.

Kalau itu termasuk mempermainkan agama (karena 3 raka’at shalat witir tidak ada kaitannya dengan nomor 3 dalam pilkada, tapi secara tersirat dimaksudkan untuk itu oleh pengkampanye), maka mereka semua terkena. Bahkan mungkin mereka yang diam itu dikhawatirkan pula jadi syaithon akhrash (setan gagu/ bisu) yaitu diam saja terhadap kemunkaran yang harusnya mereka cegah dengan lisannya.

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

(nahimunkar.com)