Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Auditorium Kementerian Pertanian (toga)


JAKARTA – Pelapor kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merasa kecewa dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa. Jaksa menuntut Ahok dengan kurungan pidana selama 1 tahun dengan masa percobaan selama 2 tahun.

Pedri Kasman, seorang pelapor yang mengikuti persidangan pembacaan tuntutan juga mempwrmasalahkan pasal yang digunakan jaksa menjerat Ahok, yakni pasal 156 KUHP.

“Kami kecewa, sangat kecewa dengan tuntutan yang dibacakan JPU, dituntut 1 tahun penjara dan masa coba 2 tahun, yg dikenakan pasal 156,” ujar Pedri usai sidang di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017).

Karenanya, Pedri menuding JPU dalam melayangkan tuntutan kepada Ahok tidak independen. Ia menuding ada pihak yang mengintervensi tuntutan itu.

“JPU diduga keras diintervensi kekuasaan dan kekuataan lain yang mengintervensi secara besar-besaran, sehingga JPU tak independen dan JPU malah jadi pembelanya Ahok,” tambahnya.

Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah ini bahkan menuding persidangan kasus penodaan agama itu hanya sebuah dagelan dan sandiwara. Pedri melihat hal ini sebagai tanda bahwa terjadi kondisi darurat penegak hukum.

“Persidangan ysng sudah berlangusng 19 kali ini jadi mubazir. Sidang hari ini adalah dagelan dan sandiwara yang memuakan, Indonesia hari ini pantas dikatakan darurat penegakan hukum karena hukum diintervensi kekuatan materi dan lain-lain, sehingga JPU tak bisa independen,” tutup Pedri.

Sementara itu, pelapor lainnya, Samsu Hilal menyatakan akan melaporkan hal ini kepada Komisi Yudisial (KY). Hilal menyebut tuntutan terhadap Ahok sebagai matinya hukum di Indoensia.

” Kami sebagai warga negara yg baik, akan lakukan langkah hukum selanjutkanya, kami akan ajukan keberatan atau peninjauan pada komisi kejaksaan maupun pada komisi yudisial karena hal ini bentuk matinya hukum di Indonesia,” tegas Hilal.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan terdakwa Ahok secara sah melakukan tindak pidana. Ahok dituntut 1 tahun pidana dengan masa percobaan selama 2 tahun. JPU menyatakan Ahok terbukti secara sah melanggar pasal 156 KUHP tentang penodaan agama. (ikbal/sir)

Sumber: poskotanews.com

(nahimunkar.com)