Banjir setinggi pinggang orang dewasa di depan Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat pagi ini./Warta Kota/Arie Puji Waluyo


WARTA KOTA, GAMBIR – Hujan lebat yang melanda di kawasan Jakarta semalam, menyebabkan ribuan rumah terendam banjir, Selasa (21/2/2017) pagi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan sebanyak 401 laporan dari masyarakat mengenai banjir di Jakarta dan sekitarnya.

“Dalam laporannya ribuan rumah dan jalan terendam banjir dengan ketinggian bervariasi 10 -150 centimeter,” kata Sutopo dalam rilisnya, Selasa (21/2/2017).

Diseluruh Jakarta, lanjutnya, terdapat 54 titik banjir dan genangan. Yaitu di Jakarta Selatan 11 titik, Jakarta Timur 29 titik), dan Jakarta Utara 14 titik.

Hingga Selasa (21/2/2017) pukul 08.00, lanjutnya, daerah-daerah yang terendam banjir.

Belum kunjung surut, Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan tidak dapat menahan diri untuk melihat langsung kondisi permukiman warga di kawasan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur yang terpapar banjir sejak Minggu (19/2/2017) kemarin. (Warta Kota/Dwi Rizki)

“Banjir lebih disebabkan karena drainase perkotaan yang tidak mampu menampung aliran permukaan. Selain itu juga disebabkan luapan dari sungai yang naik Siaga 1 dan 2 sehingga aliran permukaan dari drainase tidak dapat dialirkan ke sungai,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat, mengatakan bahwa banjir yang terjadi di Kampung Arus RW 02, Cawang, Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu (12/2/2017) hanyalah genangan.

Meskipun air tersebut merendam rumah warga hingga ketinggian 70 cm.

“Tadi malam saya cek, ini bukan banjir, tapi tergenang sekarang sudah surut. Tidak ada lagi banjir seperti dulu, sampai enam jam,” kata Djarot di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2017) pagi.

Djarot pun menilai bahwa sistem saluran air kini sudah mulai bagus.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjalani hari pertama kerja usai cuti pilkada, di Bala Kota, Senin (13/2/2017). (Warta Kota/Mohamad Yusuf)

Pasalnya meski hujan sudah terjadi beberapa jam namun tidak ada banjir.

Ia memantau langsung melalui 5.600 CCTV yang terpasang di Smart City.

“Jadi kalau banjir cuma sejenak itu bukan banjir. Kalau banjir itu bisa berjam-jam, 6-8 jam. Sehingga warga harus ngungsi. Tapi kalau genangan, dalam waktu kurang dari enam jam sudah surut, sehingga nggak perlu lagi mereka mengungsi. Jadi ini sudah mulai berkurang,” katanya.

Data Banjir di Jakarta hingga Pukul 08.00 :

Jakarta Selatan

  1. JOR Arah Pondok Indah, Jakarta Selatan 30 cm
  2. Duta Indah Blok M, Jakarta Selatan 32 cm
  3. Komp. Kejagung Blok H, Jakarta Selatan 30 cm
  4. Kalibata City, Jakarta selatan 30 – 40 cm
  5. Mampang, Jakarta Selatan 20 – 50 cm
  6. Simprug Golp Senayan,Jakarta Selatan 15 cm
  7. mampang Prapatan, jakarta Selatan 40 cm
  8. jl. Pancoran Barat, Jakarta Selatan 40 cm
  9. jl. Komp. Bank indonesia, Jakarta Selatan 20 – 30 cm
  10. St. Tebet, Jakarta Selatan 20 – 40 cm
  11. LAN Pejompongan, Jakarta Selatan 30 cm.

Jakarta Timur

  1. Kebon Pala, KP. Makasar jakarta Timur 40 cm
  2. Pondok Kelapa, Pemukiman Rumah Lampiri 30 – 50 cm
  3. Komp. Bilimun 70 cm
  4. jl. Pndok Kelapa, Jakata Timur 20-30 cm
  5. Pondok Kelapa, Lembah lontar, Jakarta Timur 100 cm
  6. Pondok Kelapa, Lembah Nyiur, Jakarta Timur 30 cm
  7. Taman Malaka selatan 3, Jakarta Timur 100 cm
  8. Jl. Pendidikan Raya, Jakarta Timur 50 – 60 cm
  9. Rumah sakit duren sawit, Jakarta Timur 40-50 cm
  10. 8 titik di Klender, Jakarta timur 10 – 20 cm
  11. 2 titik di Duren sawit, Jakarta Timur 20 – 30 cm
  12. Perumnas klender, Jakarta Timur 50 cm
  13. Rw, 5 Kel. Jatinegara, Jakarta Timur 40 cm
  14. Kawasan indutru pulo gadung, Jakarta Timur 10 – 12 cm
  15. Kel. Rawa teratae, Jakarta Timur 40 – 60 cm
  16. Perum Jatinegara indah, Jakarta Timur 30 cm
  17. Pulogebang PHP, Jakarta Timur 20 – 30 cm
  18. Cakung timur, Jakarta Timur 30 cm
  19. cakung , Jakarta Timur 30 – 40 cm
  20. Garden City Cakung, Jakarta Timur 40 cm
  21. Komp. Keuangan, Jakarta Timur 20 cm
  22. Layur, Jakarta Timur 14 cm
  23. Jalan Balai Pustaka, Jakarta Timur 50 cm
  24. Jalan Pemuda, Rawa Mangun, Jakarta Timur 20 cm
  25. Jl Rawa mangun, Jakarta Timur 30 cm
  26. Pulomas Kayuputih Jakarta Timur 40 cm
  27. Kel. Kayuputih, Jakarta Timur 10 – 15 cm
  28. Kayumas Utara, Jakarta Timur 40 cm
  29. Kayu Manis I, Jakarta Timur 30 cm.

Jakarta Utara

  1. Pulo Nangka Timur, Jakarta Utara 30 cm
  2. Kelapa Gading, Jakarta Utara 20 – 30 cm
  3. Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara 40 cm
  4. komp. Janur Indah, Jakarta Utara 15 – 25 cm
  5. RS Mitra keluarga Kelapa gading barat, Jakarta Utara25 cm
  6. Bulevard MOI, Jakarta Utara 28 cm
  7. Pegangsaan, Jakarta Utara 2 60 cm
  8. Rw. 12 Pegangsaan 2, Jakarta Utara 40 cm
  9. Tugu Utar Pelumpang, Jakarta Utara 80 cm
  10. kel Laboa Kec. Koja 20-80 cm, Jakarta Utara (dua titik)
  11. Pasar Rebo, Jakarta Timur 50 cm
  12. Kel. Ciracas, Jakarta Timur 40 – 90 cm
  13. kel. Kramat Jati, Jakrata Timur 60 cm
  14. Kel. Pondok Gede, Jakarta Timur 20 – 70 cm

Tinggi banjir di Cipinang Melayu Jakarta Timur bervariasi antara 70 – 150 centimeter.

Banjir juga merendam wilayah di Bekasi (Jakasetia dan Jakasampurna), termasuk di Tangerang di Pondokranji.*/wartakota.tribunnews.com

***

Jakarta Banjir, Fadli Zon Terang-terangan Berkicau Sindir Ahok Seperti Ini

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sejumlah wilayah di Jakarta pada Kamis (16/2/2017) terendam air hasil banjir kiriman dari Bogor, Jawa Barat.

Menanggapi banjir itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon melontarkan kicauan yang menyindir Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Dalam cuitannya tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menyindir ucapan Ahok yang sesumbar bahwa Jakarta tidak akan banjir lagi.

“Banjir Jakarta, masih terus terjadi walaupun @basuki_btp sesumbar tak akan banjir lagi. Tak boleh angkuh n jumawa,” cuit Fadli melalui akun jejaring sosial Twitter miliknya @fadlizon.

Tak hanya berkicau, Fadli Zon juga mengunggah foto kondisi banjir di lingkungan sebuah sekolah, dengan debit air yang cukup tinggi.

Selang beberapa saat, Fadli kembali bercuit.

Kali ini, dia menuliskan status di linimasa sambil mengunggah dua foto yang dicuplik dari berita di laman situs media massa.

“Ini yg ngomong diawang2 tak ada bukti. @basuki_btp,” kicau akun @fadlizon.

Fadli juga me-mention akun Twitter milik Ahok, @basuki_btp.

Pembelaan Ahok

Ahok menjelaskan, ada kawasan yang masih banjir lantaran belum dilakukan normalisasi sungai.

Misalnya yang terjadi di Bukit Duri dan Manggarai Jakarta Selatan. Namun Ahok mengatakan, hasil laporan yang diterimanya, status Pintu Air Katulampa sudah mengalami penurunan.

“(bendungan) Katulampa sudah turun debit airnya. Sudah kita monitor malam juga sudah turun, setiap menit pintu dibuka. Yang banjir itu memang daerah-daerah yang kita belum selesai normalisasi,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Menurut Ahok ada perumahan yang diduduki, bersengketa menjadi kendala normalisasi. Hal itu ditemuinya saat blusukan masa kampanye.

Untuk itu, Ahok akan menggelar rapat bersama Dinas PU dan Tata Air Pemprov DKI Jakarta.

“Ini mau rapat dengan PU Tata Air. Kami harus tahu kalau ada masalah tetap normalisasi,” kata Ahok.

Sebelumnya, diguyur hujan terus menerus dan kiriman air dari Bogor, ibu kota kembali kebanjiran. Akibatnya Sungai Ciliwung meluap hingga merendam beberapa kawasan di Jakarta.

Informasi dihimpun kawasan yang terkena banjir yakni Bukit Duri, Kampung Melayu, Rawajati, Bidaracina, Cawang. Ketinggian air pun beragam dari 50 cm sampai satu meter.*/ tribunnews.com

(nahimunkar.com)