DPR: Ahmadiyah Berpotensi Konflik, Presiden Harus Segera Membubarkan

Ketua Fraksi PPP, Hasrul Azwar, mendesak kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar tidak ragu untuk membubarkan Ahmadiyah. Lantaran, gerakan keyakinan yang berasal dari Pakistan itu selalu memiliki masalah dan potensi konflik di masyarakat. “Ahmadiyah itu sesat dan menyesatkan, Presiden harus segera membubarkan,” desaknya.

Menurut dia, kehadiran Ahmadiyah pertama kali di Tanah Air pada 1925. Lima tahun kemudian muncul konflik yang disebabkan oleh menyimpangnya ajaran mereka. “Di Negara asalnya, Ahmadiyah sudah dilarang. Sekarang sudah 81 tahun, yang ada hanya menyebabkan konflik, tapi negara diam saja,” bebernya.

Inilah beritanya:

DPR: Ahmadiyah Harus Segera Dibubarkan

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Ahmadiyah diminta untuk jadi agama sendiri. Tujuannya agar tidak lagi ada kekerasan atas nama agama.

Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, menegaskan jika Ahmadiyah tidak mau mendeklarasikan diri sebagai agama baru, maka Ahmadiyah harus mematuhi aturan dalam agama Islam. “Tidak perlu ragu untuk mendeklrasikan sebagai agama baru,” beber Priyo pada Kamis (10/2).

Priyo mengungkapkan bahwa terdapat beberapa klausul dalam ajaran Ahmadiyah yang bertentangan dalam Agama Islam. Menurut dia, keberadaan Ahmadiyah merupakan sesuatu yang mencemaskan kondisi umat Islam itu sendiri dan berpotensi memicu konflik dan kekerasan. “Negara harus melindungi warga negaranya. Tapi kalau Ahmadiyah terus-terusan dikejar, itukan kasihan,” tukasnya.

Ketua Fraksi PPP, Hasrul Azwar, mendesak kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar tidak ragu untuk membubarkan Ahmadiyah. Lantaran, gerakan keyakinan yang berasal dari Pakistan itu selalu memiliki masalah dan potensi konflik di masyarakat. “Ahmadiyah itu sesat dan menyesatkan, Presiden harus segera membubarkan,” desaknya.

Menurut dia, kehadiran Ahmadiyah pertama kali di Tanah Air pada 1925. Lima tahun kemudian muncul konflik yang disebabkan oleh menyimpangnya ajaran mereka. “Di Negara asalnya, Ahmadiyah sudah dilarang. Sekarang sudah 81 tahun, yang ada hanya menyebabkan konflik, tapi negara diam saja,” bebernya.

Dia berharap SBY jangan hanya mengedepankan pencitraan hanya karena Ahmadiyah termasuk kelompok yang mendukungnya. “Jangan cuma pencitraan. Jumlahnya nggak banyak kok, cuma 50 ribu orang,” tukasnya.

Red: Didi Purwadi

Rep: Agung Budiono

Sumber: REPUBLIKA.CO.ID, Kamis, 10 Februari 2011, 15:34 WIB

(nahimunkar.com)