DPR Menilai Polri Tidak Serius Usut Video Mesum yang Merusak Moral

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan melihat Polri tidak serius mengusut siapa pengunggah video mesum tersebut. Taufik lantas membandingkan kinerja Polri yang sangat sigap memberantas terorisme.

“Saya sempat berpikir juga menjawab ketika ada warga masyarakat yang menanyakan mengapa membongkar jaringan teroris yang bermodalkan rekaman kamera CCTV yang tidak jelas gambarnya pihak aparat bisa cepat bertindak. Sementara kasus Ariel ini yang sudah jelas gambarnya selalu menyampaikan ini harus dibuktikan dulu,” keluh Taufik.

Inilah berita tentang lambannya pihak polisi ketika menangani masalah video zina yang telah merusak moral bangsa itu:

DPR Desak Polri Segera Tuntaskan Kasus Video Porno Ariel

Elvan Dany Sutrisno – detikNews

Selasa, 29/06/2010 12:03 WIB

Jakarta – Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mendengar langsung keluhan masyarakat terkait video porno Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari. Taufik mendesak Polri tidak berlama-lama menuntaskan pengusutan video 3 artis itu yang telah merusak moral bangsa ini.

“Pada waktu menjaring aspirasi ke daerah selama masa reses ini, saya banyak mendapatkan pertanyaan seputar kasus video artis tersebut karena terkesan pihak aparat lamban menanganinya,” ujar Taufik kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/6/2010).

Taufik melihat Polri tidak serius mengusut siapa pengunggah video mesum tersebut. Taufik lantas membandingkan kinerja Polri yang sangat sigap memberantas terorisme.

“Saya sempat berpikir juga menjawab ketika ada warga masyarakat yang menanyakan mengapa membongkar jaringan teroris yg bermodalkan rekaman kamera CCTV yang tidak jelas gambarnya pihak aparat bisa cepat bertindak. Sementara kasus Ariel ini yang sudah jelas gambarnya selalu menyampaikan ini harus dibuktikan dulu,” keluh Taufik.

Taufik berharap Polri segera mengusut tuntas dan menetapkan siapa yang layak dihukum atas penyebaran video yang merusak mental bangsa ini. Taufik khawatir makin banyak korban dari video asusila ini.

“Yang sangat memperihatinkan peredaran video tersebut banyak beredar di kalangan pelajar di bawah umur, pedagang-pedagang di pasar, masyarakat di pelosok pedesaan di tanah air,” ungkapnya.

(van/yid)

Sumber: detiknews.com