Pemberangkatan Kloter Pertama Jamaah Haji Reguler Dimajukan

Jakarta, (Analisa)

Anggota DPR Lily Chadidjah Wahid mempertanyakan fatwa halal vaksin meningitis produksi Novartis Vaccines and Diagnostics SRL dari Italia dan Zhejiang Tianyuan Bio-Pharmaceutical asal China, namun mengharamkan vaksin Glaxo Smith Kline (GSK) asal Belgia.

Menurut Lily di Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat, fatwa itu diterbitkan Majelis Ulama Indonesia.  Dia menjelaskan, bibit awal/biang atau “parent seed” dari kedua vaksin itu berasal dari kuman meningitis yang dikembangbiakkan dengan medium enzim pankreas babi. Tapi dalam proses laboratoriumnya melalui pencucian dengan debu dan yang dipakai adalah keturunan ke-14, maka lembaga Bahtsul Masail PBNU menyatakan vaksin meningtis adalah halal.

“Tapi oleh MUI vaksin mevac TM-ACW 135Y ex Glaxo Smith Kline Beecham Pharmceutical Belgium diharamkan. Sementara vaksin Menveo Meningococcal group A,C,W, 135 dan Y conyugate vaccine ex Novartis vaccine dan diagnostic S.R.L yang ‘parent seed’-nya sama dengan Mencefax dinyatakan halal,” katanya.  Sedangkan vaksin Meningococcal ex Zheijiang Tianyuan Pharmaceutical yang belum diujikan pada manusia sama sekali, dinyatakan halal. “Ada apa sebenarnya dengan MUI?” kata Lily.

Ia menenggarai, adanya perbedaan soal fatwa halal-haram terhadap kedua vaksin tersebut tak lain karena persaingan bisnis. “Karena untuk pengadaan vaksin tersebut bernilai kurang lebih Rp60 miliar. Harga vaksin Menveo beberapa kali lebih besar atau mahal dari harga vaksin Mencefax. Jadi ini persaingan bisnis saja,” kata Lily.

Keharaman
Majelis Ulama Indonesia menerbitkan sertifikat halal untuk vaksin meningitis produksi Novartis Vaccines and Diagnostics Srl dari Italia dan Zhejiang Tianyuan Bio-Pharmaceutical asal China. Dengan terbitnya sertifikat halal, fatwa yang membolehkan penggunaan vaksin meningitis terpapar zat mengandung unsur babi karena belum ada vaksin yang halal menjadi tak berlaku lagi.

“Titik kritis keharaman vaksin ini terletak pada media pertumbuhannya yang kemungkinan bersentuhan dengan bahan yang berasal dari babi atau yang terkontaminasi dengan produk yang tercemar dengan najis babi,” kata Ketua MUI KH Ma’ruf Amin di Jakarta, Selasa (20/7).

Vaksin meningitis produksi NV&D yang mendapat sertifikat halal itu bermerek Menveo Meningococcal Group A, C, W-135 dan Y Cnnyugate Vaccine. Produk TY yang halal adalah Mevac ACYW135. (Ant)

analisadaily.com, Sabtu, 04 September 2010