Dua Kali Dipenjara, Lia Eden Sesumbar Tidak Kapok

lia-eden-g-kapok

Lia Eden (janda 64 tahun) sudah dua kali dipenjara, pertama 2 tahun dan kedua 2,5 tahun, karena menodai agama dan bahkan menganjurkan agar Agama Islam dihapus. Anjurannya pakai surat kepada Presiden dan lainnya itu mengakibatkan dia dipenjara 2 tahun 6 bulan.

Jum’at kemarin (15/4 2011) Lia Eden bebas karena waktu pemenjaraannya telah habis. Namun dia sesumbar, tidak kapok.

Masalah Lia Eden mau menghapus Agama Islam itu dapat dibaca laporan nahimunkar.com, https://www.nahimunkar.com/lia-eden-memerintahkan-penghapusan-islam/

Adapun bebasnya Lia Eden dari penjara dan sesumbarnya, inilah beritanya:

Lia Eden Tidak Kapok Dipenjara & Tetap Akan Siarkan Keyakinannya

Jumat, 15/04/2011 08:37 WIB

Jakarta – Terpidana kasus penodaan agama, Lia Aminuddin alias Lia Eden mengaku tidak kapok dipenjara hampir 3 tahun. Lia menyatakan akan terus menyiarkan keyakinannya dengan mendamaikan semua agama.

“Ah nggak. Saya tidak kapok. Saya akan kembali dengan tugas mulia saya. Saya tidak takut. Ini urusan Tuhan harus dilakukan. Amanat Allah harus dilakukan,” kata Lia Eden saat menghirup udara bebas di LP Perempuan Tangerang, Jumat (15/4/2011).

“Kan hukum di Indonesia tidak boleh mengajarkan seperti itu?” tanya wartawan.

“Nah itu dia. Di Indonesia harus ada keadilan untuk keyakinan. Apalagi tugas saya mendamaikan seluruh agama. Kami diamanatkan untuk mendamaikan agama. Saya tidak ini tidak penah berbuat kejahatan. Saya menjalani 4,5 tahun penjara bukan karena melakukan kejahatan loh,” jawab Lia Eden.

Saat meninggalkan penjara, Lia dijemput 7 orang pengikutnya dengan 2 kendaraan Kijang dan Panther. Pengikutnya berbaju putih, bersorban warna hijau lebar dengan ikat kepala putih terbuat dari kayu yang menyerupai mahkota sederhana. Sementara Lia membawa tongkat panjang dengan bulatan besar di ujung tongkatnya.

Selama di lapas, Lia mengajar cara merangkai bunga ke narapidana yang lain. Juga mengajar lukis dan membuat boneka dari kulit jagung pelepah pisang.

“Pastilah bahagia kalau sudah bebas begini. Mana ada yang tidak bahagia. Saya di dalam sempat sakit-sakitan. Usia saya sudah tua, sudah 64 tahun. Saya menderita diabetes,” ucap Lia sambil meluncur pulang ke rumahnya di Mahoni, Senen, Jakarta Pusat (Ari/fay)

Sumber: Dira Derby – detikNews

Lia Eden sampai ditangkap kemudian diadili, inilah kasusnya:

Lia Eden Ancam SBY

Desember 15, 2008

Setelah beberapa bulan bebas dari jeratan hukum, Lia Eden kembali menuai kontroversi. Hari ini Senin (15/12), sejumlah anggota komunitas Salamullah pimpinan Lia Aminuddin alias Lia Eden diciduk aparat Polda Metro Jaya.

Lia Eden mengeluarkan fatwa agar agama Islam dan agama-agama lainnya dihapus. Pemimpin komunitas Eden itu pun dilaporkan dengan tuduhan telah melakukan penistaan agama.

Selain fatwa itu, ada pula surat dari Lia Eden yang ditujukan kepada SBY.

Berikut Surat Lia Eden kepada SBY:

Wahyu Tuhan untuk Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono

Atas Nama Tuhan Yang Maha Perkasa

Wahyu Tuhan:

Sedapat-dapatnya Aku memberitahukan kepadamu tentang Keinginan-Ku memberdaulatkan Kerajaan Eden dan Surga Eden di negaramu ini. Namun telah kauabaikan semua Surat-surat-Ku yang Kutujukan kepadamu. Sampailah Aku pada kesimpulan bahwa Anda benar-benar tak bersedia mematuhi-Ku. Maka Aku pun telah sampai pada batas waktu yang patut Kuberikan kepadamu.

Inilah Surat-Ku yang berisi fatwa penghapusan kedaulatanmu sebagai pemimpin negara Indonesia. Aku takkan memberimu peluang untuk terpilih kembali, dan pemerintahanmu ini akan berakhir chaos, dan negaramu Kubuat tak berdaya, karena Aku menundukkanmu, dan Aku akan mendirikan Kerajaan-Ku dengan segala cara!

Perubahan drastis akan segera terjadi seusai Surat-Ku ini sampai kepadamu.

Demikian Wahyu Tuhan telah kami sampaikan. Terima kasih atas perhatiannya.

Jakarta, 23 November 2008

ruhul kudus

Jibril Ruhul Kudus

Jika dahulu Lia Eden ditangkap dengan tuduhan penistaan agama, maka sekarang tuduhan itu bertambah. Lia Eden tidak lagi mengancam agama lain, seperti yang dikatakan oleh beberapa ormas Islam, tetapi sekarang Lia Eden juga telah menunjukkan taringnya dengan mengancam Presiden SBY.

Akan bertambah banyakkah Pasal yang kira-kira dapat digunakan untuk menjerat Lia Eden?

Sumber: ressay.wordpress.com/2008/12/15/lia-eden-ancam-sby/ Desember 15, 2008

Tidak kapok-kapoknya

Masalah Lia Eden dan pengikutnya tidak kapok-kapoknya itu telah dibahas di buku. Inilah di antaranya:

Kasus Lia Eden, itu adalah kasus yang sudah pernah ditangani dengan ditangkap, diadili, kemudian dihukum penjara. Namun tampaknya mereka tidak kapok, bahkan bertingkah lagi, maka ditangkap lagi, ditahan, dan akan diproses secara hukum.

Lia Eden beserta pengikutnya walaupun hanya sedikit namun tidak kapok-kapoknya itu perlu diteliti, kenapa mereka tidak jera. Di samping itu, Lia Eden dan anggotanya itu tampaknya hanya salah satu produk, sehingga perlu ditelusuri produsernya. Pabriknya itulah yang mesti dilacak pula. Kalau dilihat dari nabi palsunya atau imam besarnya, yakni Abdul Rahman, yang di komunitas Lia Eden sebagai imam besar dan bahkan dianggap sebagai reinkarnasi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam; dia itu adalah alumni IAIN (kini UIN) Jakarta. Sementara itu, pembela utamanya di antaranya adalah orang-orang IAIN/ UIN Jakarta juga, seperti di awal tulisan ini, Rumadi dan Moqsith. Bahkan Lia Eden sendiri hubungannya dekat juga dengan rector UIN, Komaruddin Hidayat, sampai ada wahyu khusus untuk Komaruddin Hidayat segala, wahyu tentang ajakan makan siang. (lihat buku Hartono Ahmad Jaiz, Nabi-nabi Palsu dan Para Penyesat Umat, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 2008).

(nahimunkar.com)