Ahok – IST


Pilkada DKI Jakarta menjadi pertarungan dua taipan besar untuk merebut ibu kota dan posisi pribumi tetap tersingkir.

“Pilkada DKI Jakarta hanya jadi rebutan dua taipan besar dari pro China dan pro AS,” kata pengamat politik Sahirul Alem kepada suaranasional, Kamis (9/3).

Menurut Alem, Anies-Sandi yang minta dukungan Hary Tanoesoedibjo mengindikasikan nantinya penguasa media ini punya peran dalam proyek di ibu kota. “Kalau Ahok menang, taipan pro reklamasi yang menguasai juga dan pribumi tetap saja tersingkir,” jelas Alem.

Kata Alem, Hary Tanoesoedibjo punya kepentingan besar mendukung Anies-Sandi agar bisa bersaing dengan taipan pro Ahok. “Hary Tanoe arah condong politiknya ke Amerika terlebih Donald Trump rekan bisnisnya menjadi Presiden AS,” ungkap Alem.

Menurut Alem, dalam posisi pribumi yang terjepit dalam Pilkada DKI Jakarta, memilih Anies-Sandi sebagai pilihan terbaik dari yang terburuk. “Kalaupun nantinya Anies-Sandi berpihak ke taipan Hary Tanoe kita perlu ingatkan juga,” pungkas Alem.

Sumber: suaranasional.com

(nahimunkar.com)