Dua Wanita Durhaka Jadi Perdana Menteri

Sekarang ini dunia sedang diisi aneka tingkah orang berdosa alias durhaka. Di antara para pendosa itu ada dua wanita yang jadi perdana menteri. Yang satu tidak percaya Tuhan dan hidup berpacaran dengan lelaki tanpa nikah. Yang satunya lagi menikah namun dengan wanita pula.

PM Australia Julia Gillard selain pandangannya yang tidak mengakui Tuhan, Gillard juga terang-terangan menjalani kehidupan tanpa pernah menikah.

PM Gillard sejak tahun 2006 berpacaran dengan Tim Mathieson, yang bekerja sebagai pemasar produk properti perusahaan yang dimiliki oleh pelobi pro-Isreal Albert Dadon.

Sementara itu wanita durhaka yang lainnya, Perdana Menteri Islandia, Johanna Sigurdardottir, resmi menikahi kekasihnya yang juga seorang perempuan, Jonina Leosdottir. Sigurdardottir menjadi pemimpin negara pertama yang melaksanakan pernikahan sesama jenis.

Kantor PM Islandia, Senin (28/6), merilis pernyataan bahwa pernikahan tersebut dilangsungkan pada Ahad, 27 Juni 2010.

Berita-berita tentang dua wanita durhaka yang jadi perdana menteri sebagai berikut:

PM Australia Tidak Percaya Tuhan

Thursday, July 1, 2010, 8:16

Australia tengah merajut sejarah baru dalam asa politiknasionalnya, setelah penggulingan Perdana Menteri (PM) Kevin Rudd oleh Partai Buruh (ALP) pada 24 Juni 2010.

Kini penggantinya Julia Gillard menjadi PM perempuan, PM yang tidak menikah, dan PM ateis pertama di Australia.

Pernyataan terbuka PM Gillard tentang keyakinannya terhadap Tuhan disampaikan dalam wawancara dengan radio ABC Melbourne kemarin, Senin (29/6).

“Saya bukan orang yang religius,” kata PM Gillard (50) yang lebih lanjut menegaskan bahwa dirinya tidak akan berpura-pura religius untuk merebut hati publik Australia.

PM Gillard menceritakan, “Saya dibesarkan dalam lingkungan Gereja Baptis namun pada masa dewasa saya menemukan jalan yang berbeda. Saya tentu punya hormat kepada para penganut agama, tapi kepercayaan itu bukan hal yang saya yakini.”

Dengan lantang ia menegaskan “Saya tidak akan berpura-pura punya iman yang tidak saya yakini. Saya tidak pernah berpikir untuk menjalani ritual agama hanya demi citra. Saya adalah saya. Dan orang akan menilai saya seperti itu.”

PM Gillard lahir di kota kecil di Barry, Inggris. Ia dibesarkan di komunitas Kristen, dalam tradisi Kristiani yang kuat bahkan Gillard pernah juara `catechism` – kompetisi menghapal ayat-ayat Alkitab.

Pernyataan yang cukup kontroversial dari PM Gillard boleh jadi kurang mengundang simpati dari para pemilih di Australia yang mayoritas beragama Kristen.

Tapi PM ke-27 Australia itu mengaku tidak gentar, sebab ia mengupayakan kebijakan yang dibuat pemerintahannya tidak berdasarkan kepentingan agama apapun dan tidak dipengaruhi filsafat agama.

Pilihan Gillard berbeda dengan kelaziman politisi di Australia. Mantan PM Kevin Rudd misalnya, kerap menyatakan keyakinan beragamanya dan bersama sang istri Therese pun mereka kerap diberitakan beribadah di gereja pada akhir pekan.

Di Australia, sekitar 16-17 persen penduduknya mengaku tidak menyakini agama apapun alias atheis. Dilihat dari trennya, angka mereka yang memilih atheis terus meningkat dari waktu ke waktu dan mengikis porsi penganut Kristen yang saat ini berada di kisaran 70 persen populasi.

Selain pandangannya yang tidak mengakui Tuhan, PM Gillard juga terang-terangan menjalani kehidupan tanpa pernah menikah.

PM Gillard sejak tahun 2006 berpacaran dengan Tim Mathieson, yang bekerja sebagai pemasar produk properti perusahaan yang dimiliki oleh pelobi pro-Isreal Albert Dadon.

sumber: lintasberita.com

Berikut ini berita tentang perdana menteri wanita yang menikahi wanita pula:

Edan, Perdana Menteri Islandia Menikahi Sesama Jenis

REYKJAVIK (voa-islam.com): Tepat di hari mulai berlakunya aturan hukum baru yang melegalkan pernikahan sesama jenis di Islandia, Perdana Menteri Islandia, Johanna Sigurdardottir, resmi menikahi kekasihnya yang juga seorang perempuan, Jonina Leosdottir. Sigurdardottir menjadi pemimpin negara pertama yang melaksanakan pernikahan sesama jenis.

Kantor PM Islandia, Senin (28/6), merilis pernyataan bahwa pernikahan tersebut dilangsungkan pada Ahad, 27 Juni 2010.

Pernikahan resmi itu dilaksanakan tepat pada dengan mulai berlakunya peraturan hukum baru mengenai pernikahan sesama jenis di Islandia. Juga, bertepatan dengan peringatan hari internasional hak-hak homoseksual.

Selama bertahun-tahun, Sigurdardottir dan Leosdottir yang berprofesi sebagai penulis sudah menjalin hubungan asmara. Kini, merekai melegalkan hubungan tidak normal mereka secara hukum. Pernikahan pasangan sesama jenis ini dirayakan melalui kebaktian di gereja.

..Sigurdardottir telah memiliki anak dari pernikahan heteroseksual sebelumnya. Meski secara jujur mengakui sebagai kaum penyuka sesama jenis, preferensi seksual Sigurdardottir selama ini hampir tak pernah menjadi isu besar di Islandia

Kantor PM mengatakan bahwa PM berusia 68 tahun tersebut telah mengirimkan pesan bahwa hukum baru tersebut patut dirayakan seluruh penduduk Islandia. “Saya hari ini memanfaatkan hukum ini,” kata Sigurdardottir seperti dikatakan salah seorang penasehatnya, Hrannar B. Arnarsson.

Gereja Lutheran di Islandia selama ini menolak pemberlakukan aturan pernikahan sesama jenis tersebut. Kongres gereja pada April lalu juga tidak terang-terangan mendukung aturan tersebut.

Sigurdardottir telah memiliki anak dari pernikahan heteroseksual sebelumnya. Meski secara jujur mengakui sebagai kaum penyuka sesama jenis, preferensi seksual Sigurdardottir selama ini hampir tak pernah menjadi isu besar di Islandia.

Naudzubillah hi mindzalik.

[za/sm]

Sumber: Voaislam. Jum’at, 02 Jul 2010

(nahimunkar.com)