قمة إسطنبول ترفض الاستيطان الإسرائيلي

Dunia Islam Seru Israel Stop Permukiman di Jerusalem

Selasa, 11 Mei 2010 08:39 WIB

Istanbul, (tvOne)

Anggota dan ketua parlemen dari 29 negara Islam –termasuk Mesir, Iran, Irak, Jordania dan Suriah– di Istanbul, Turki, Senin, mensahkan Deklarasi Istanbul, yang menyeru Israel agar menghentikan semua kegiatan permukiman di Jerusalem.

Deklarasi Istanbul disahkan pada pertemuan luar biasa kedua negara anggota Uni Parlemen Organisasi Konferensi Islam (OKI) –PUOIC– di Conrad Hilton Hotel, Istanbul.

Ketua Parlemen Iran Ali Larijani dan Ketua Parlemen Suriah Mahmoud Al Abrash termasuk di antara ketua parlemen dari 14 negara. Wakil ketua parlemen dari lima negara dan anggota parlemen dari 10 negara juga menghadiri pertemuan tersebut.

Deklarasi itu mengutuk berlanjutnya aksi sengaja provokatif Israel di Jerusalem dan kota besar lain Palestina, dan pada saat yang sama mendesak umat Muslim serta Kristiani di semua bagian dunia agar bekerja sama guna melindungi kota suci, warisan dan sejarah di Jerusalem.

Ketika berpidato pada saat pembukaan pertemuan tersebut, Sekretaris Jenderal OKI Ekmeleddin Ihsanoglu mengatakan Israel sedang berusaha mengakhiri keberadaan orang Palestina di Jerusalem. Ihsanoglu mengatakan Israel melaksanakan rencana rahasia di Jerusalem dan mendapat keuntungan internasional.

Masalah rakyat Palestina dan Jerusalem adalah keprihatinan seluruh masyarakat Islam. Rakyat Palestina akan melewati hari-hari mengerikan yang tak pernah mereka alami sebelumnya, kata Ihsanoglu. “Jerusalem menghadapi bahaya. Jerusalem berada di bawah pendudukan yang tak pernah terjadi sebelumnya. Identitas rakyat yang tinggal di Jerusalem sedang diubah dengan tindakan demografis dan politis,” katanya.

Semua umat Muslim memiliki tanggung jawab atas Jerusalem. Semua umat Muslim memiliki kewajiban untuk menyelamatkan saudara mereka yang tinggal di Jerusalem, kata Ihsanoglu.

Ketua Parlemen Turki Mehmet Ali Sahin menyatakan sikap tak bertanggung jawab Israel terhadap Jerusalem adalah penghalang terbesar dalam proses perdamaian Timur Tengah.

Ia mengatakan penyelesaian realistis, adil dan langgeng dapat dicapai dalam konflik Palestina-Israel, kalau saja masalah yang berkaitan dengan Jerusalem diselesaikan dengan cara damai. “Semua tindakan sepihak yang mengubah status Jerusalem, susunan dan tekstur demografis mesti segera disingkirkan,” kata Sahin.

Ketua parlemen tersebut menyatakan permukiman Yahudi yang menghalangi proses perdamaian mesti dihentikan, tembok dan pos pemeriksaan yang memisahkan Jerusalem dan Tepi Barat Sungai Jordan dari masing-masing wilayah mesti dicabut. Rakyat Palestina tak boleh dipaksa meninggalkan rumah mereka.

“Turki sejak dulu selalu merasakan tanggung jawab sejarah mengenai masalah Jerusalem,” katanya. Ditambahkannya, perdamaian mesti ditegakkan di Jerusalem dan Timur Tengah lebih dulu guna menyediakan perdamaian di dunia.

Ketua Parlemen Uganda Edward Ssekandi mengatakan ia mendukung uni tersebut dan menghargannya semua upayanya guna membantu menerapkan resolusi dan saran yang disahkan oleh berbagai organ PUIC. (Ant)

http://internasional.tvone.co.id/berita/view/38717/2010/05/11/dunia_islam_seru_israel_stop_permukiman_di_jerusalem/

قمة إسطنبول ترفض الاستيطان الإسرائيلي

التاريخ : الاثنين 10 مايو 2010 09:25:02 صباحاً

مباشر-  وكالات –دعا زعماء تركيا وقطر وسوريا في ختام قمتهم الثلاثية في مدينة إسطنبول التركية إلى وقف التوسع الاستيطاني في القدس الشرقية , واحترام خيار الشعب العراقي.

وقال وزير الخارجية التركي أحمد داود أوغلو: “إن أمير قطر حمد بن خليفة آل ثاني والرئيس السوري بشار الأسد ورئيس الوزراء التركي رجب طيب أردوغان شددوا على أن سياسة التوسع الاستيطاني في القدس غير مقبولة، وطالبوا إسرائيل بوقف أعمال البناء الجديدة”.

وأضاف خلال مؤتمر صحفي أمس الأحد “أن الزعماء الثلاثة دعوا إلى إنهاء كل الأعمال التي تهدد الهوية الدينية والتاريخية للقدس الشرقية”.

وتطرق البيان الختامي إلى المفاوضات السورية الإسرائيلية غير المباشرة التي كانت تجرى برعاية تركية قبل توقفها عام 2008 في عهد رئيس الوزراء الإسرائيلي المتطرف إيهود أولمرت حيث أكد البيان “استعداد سوريا لبدء مفاوضات غير مباشرة مع إسرائيل من حيث توقفت”.

وفي موضوع العراق, قال البيان: “إن القادة الثلاثة طالبوا باحترام خيار شعبه الذي تحقق في الانتخابات الأخيرة”، مؤكدين دعمهم لتشكيل حكومة عراقية جديدة في أسرع وقت ممكن، على أن تضم هذه الحكومة جميع مكونات المجتمع العراقي.

وفي إشارة إلى الملف النووي الإيراني، قال أوغلو: “إن زعيمي سوريا وقطر يدعمان جهود أنقرة في التوسط بين إيران والغرب واستضافتها للمباحثات بين إيران والدول الست الدائمة العضوية في مجلس الأمن (أمريكا وروسيا والصين وبريطانيا وفرنسا إضافة إلى ألمانيا).

يشار إلى أن القمة الثلاثية عقدت بشكل مفاجئ حيث تطرق لها السبت الرئيسان عبد الله غل وبشار الأسد خلال زيارة الأخير الرسمية ومدتها يومان ثم انضم إليهما الأحد أمير قطر الذي حضر في زيارة استغرقت يوما واحدا.

http://www.mobashernews.net/index.php?go=news&r=1052010&more=271061