Elemen Muslim Solo Tolak Makanan Buka Puasa dari Gereja

Senin, 09 Agustus 2010, 16:27 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO—-Forum Ukhuwah Islamiyah Elemen Umat Islam Solo menolak penjualan atau pembagian makanan untuk buka puasa dari gereja. Hal ini lantaran, mereka menilai buka puasa termasuk dalam rangkaian ibadah yang tidak bisa dicampuri oleh umat agama lain.

Pimpinan Cabang NU Solo, Helmy mengungkapkan, permasalahan pembagian makanan buka puasa dari gereja tersebut muncul pada tahun-tahun sebelumnya ketika Gereja Kristen Jawa (GKJ) Manahan selalu menjual atau membagi Nasi Murah ketika bulan Ramdhan.

Dari situ, ujarnya, timbul keresahan umat Islam tentang pengadaan makanan buka puasa. “Buka puasa itu termasuk rangkaian dalam ibadah puasa sehingga sumber makanan juga harus jelas. Kalau itu dari gereja, ada ketersinggungan karena umat lain mencampuri urusan ibadah, “ terang Helmy dalam jumpa pers, di Solo, Senin (9/8).

Helmy mengatakan, pihaknya sudah melakukan dialog dengan pihak GKJ Manahan terkait pembagian makanan berbuka tersebut pada Senin, kemarin. Dari pertemuan tersebut, pihak GKJ menyetujui untuk tidak mengadakan buka puasa atau pembagian makanan di depan kompleks GKJ Manahan seperti sebelumnya. “Kita juga menolak, mereka membagikan makanan buka puasa atau menggelar buka puasa yang mengatasnamakan gereja meskipun tidak digelar di depan gereja, “ ujarnya.

Diakuinya, masalah tersebut merupakan masalah yang cukup sensitif antar umat. Lantaran hal itu, pihaknya akan mengadakan pendekatan persuasif dengan pihak gereja. “Kami akan tetap jaga kondusifitas di Kota Solo, jangan sampai dengan permasalahan ini timbul konflik SARA, “ ujarnya.

Senada, Ahmad Dahlan Harjo Taruno dari Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Solo mengatakan, meskipun memberikan makanan berbuka adalah hal yang baik, tetapi buka puasa sudah masuk ranah ibadah. Lantaran hal itu, jika Gereja mengadakan buka puasa dinilai sudah melampui batas. “Amal dari gereja bisa dengan umat lain misalnya dalam hal sosial, tapi bukan dalam hal ibadah, “ tegasnya.

Untuk menampung elemen masyarakat yang ingin berbuka puasa, Dahlan mengatakan pihak forum ukhuwah akan membuat acara buka puasa gratis di seluruh masjid di Solo. Selain masjid, juga akan menggelar acara buka puasa gratis di sejumlah titik seperti di jalur lambat barat Jl MT Haryono.

Sementara itu, Ketua Bhineka Peduli Kemanusiaan dan Perdamaian GKJ Manahan, Zaenal Abidin Achmad mengatakan pihaknya tidak akan menyelenggarakan nasi murah lagi pada Ramadhan tahun ini. “Kita ingin jaga kondusifitas Kota Solo, “ ujarnya. Selain itu, diakuinya penyelenggaraan nasi murah tersebut pada tahun ini juga tidak mendapat jaminan keamanan sehingga urung digelar kembali.

Red: Krisman Purwoko
Rep: my1

Sumber: republika.co.id