Enam WNI Pengikut Aliran Sesat Islam Jama’ah Disidang di Malaysia

Shah Alam, Malaysia (Voa-Islam.com) – Departemen Agama Islam Selangor (Jais) akan mendakwa 21 orang pengikut ajaran sesat Islam Jamaah (IJ), termasuk enam warga negara Indonesia dan dua warga Bangladesh yang ditahan di sebuah surau di Sungai Tangkas, Kajang Jumat (26/11) lalu.

Direktur JAIS Datuk Mohamed Kushrin Munawi berkata  mereka semua akan didakwa di Mahkamah Syariah Kajang besok (hari ini-Red) karena kesalahan menunaikan shalat Juma’at tanpa kebenaran serta mengikuti imam yang tidak mendapat rekomendasi dari Departemen agama Islam negeri itu.

“Mereka semua berusia antara 29 hingga 50 tahun, menunaikan solat Jumaat tidak cukup jumlah jemaahnya yaitu kurang dari 40 orang, selain itu membaca khutbah dalam Bahasa Arab yang kutip dari koleksi buku terbitan mereka sendiri bukan mengikuti teks yang dikeluarkan oleh JAIS,” katanya dalam konferensi pers hari ini (29/11).

Beliau berkata mereka akan didakwa mengikut Seksyen 12 (c) dan 13 (1) Enakmen Jinayah Syariah Selangor kerana melanggar fatwa dari Jabatan Fatwa Selangor dan untuk setiap kesalahan bisa didenda tidak lebih RM3,000 (-+Rp 75 juta)  atau penjara maksimal dua tahun atau kedua-duanya jika terbukti bersalah.

Untuk kesalahan menggunakan bangunan, untuk sebuah urusan yang hanya boleh menggunakan masjid, mereka dituduh mengikut Seksyen 97 (1) Enakmen Pentadbiran Agama Islam (Selangor) di mana bisa didenda maksimal RM3,000 atau penjara maksimal setahun atau sekaligus kedua-duanya, jika terbukti bersalah.

Sementara itu, Kushrin mengatakan bahwa ketua ajaran itu, Abdul Wahab Jantan, 41, masih diburu Jais karena ia dipercayai berada di Solo Indonesia. untuk tujuan mendalami ajaran tersebut sewaktu penggerebekan dilakukan.

..Jais telah melakukan pengamatan terhadap gerakan ajaran sesat itu sejak setahun lalu dan menunggu waktu serta bukti yang sesuai untuk melakukan penggerebekan..

Beliau berkata Jais telah melakukan pengamatan terhadap gerakan ajaran sesat itu sejak setahun lalu dan menunggu waktu serta bukti yang sesuai untuk melakukan penggerebekan.

Katanya, beberapa barang bukti disita untuk tujuan dakwaan, seperti teks khutbah Jumaat yang dikeluarkan sendiri oleh kelompok Islam Jamaah (IJ), mimbar, satu set perlengkapan suara, risalah Islam Jemaah serta 15 keping surat pernyataan taubat yang dibuat dalam upacara “taubat”.

Selain itu, ajaran tersebut juga dipercaya menjadi sindikat agen nikah tidak sah menyusul penemuan beberapa dokumen mengenai pasangan yang ingin dinikahkan oleh pemimpin organisasi tersebut.

“Kami percaya terdapat kira-kira 1,000 pengikut ajaran IJ yang masih aktif di negeri ini yang dipercayai beroperasi di Sungai Tangkas, Kajang, Padang Jawa dan Sungai Udang, Klang, Bagan Hailam, Pelabuhan Klang dan Bandar Baru Hicom, Shah Alam,” katanya.

Dipercaya ajaran Islam Jemaah (IJ) diperkenalkan di Jawa Timur, Indonesia, pada tahun 1941 oleh penggagasnya yang dikenali sebagai Nurhasan al-Ubaidah atau nama sebenarnya, Mohammad Madigol Abdul Aziz.

Diantara ciri-ciri ajaran sesat ini adalah orang Islam selain dari kelompok mereka dan orang lain dianggap kafir dan najis mughallazah, binatang yang mati dalam kawasan kampung orang Islam tidak perlu disembelih dan halal dimakan serta tulang babi tidak haram.

Mereka juga menganggap bahwa shahih tidaknya suatu hadits tergantung kepada amir mereka. Sebuah hadits palsu dapat dianggap hadits shahih jika menurut amir mereka hadist shahih.

Ajaran itu juga percaya dosa bisa diampuni dengan membayar barang tebusan dosa yang ditentukan oleh pemimpinnya.  (aa/Bernama)

Voaislam, Selasa, 30 Nov 2010

(nahimunkar.com)