ESQ LC Diminta Akui dan Publikasikan Penyelewengannya

ESQ Leadership Center (ESQ LC/ Emotional Spiritual Quotient Leadership Center) diminta mengakui dan mempublikasikan penyelewengan yang dilakukan. ”Sebarkan dulu kesalahan ke publik lewat media massa baru kita boleh bersama-sama bersatu,” tegas M Amin Djamaluddin ketua LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) dalam acara diskusi yang diselenggarakan Forum Umat Islam (FUI) bertema “Benarkah ESQ Sesat?” di Jakarta, Kamis (29/7 2010).

Republika.co.id memberitakan, Amin Djamaluddin mendapati, penyelewengan akidah ditemukan dalam buku panduan utama training ESQ LC yang berjudul ‘ESQ: The ESQ Way 165; Ihsan 6 Rukun Iman 5 Rukun Islam’.

”Ini soal akidah, tidak peduli ESQ LC sudah dapat dukungan dari pihak manapun,” ujarnya dalam diskusi ke-58 yang diselenggarakan oleh Forum Kajian Sosial Kemasyarakatan bertajuk ‘Benarkah ESQ LC Sesat?’ di Jakarta, Kamis (29/7).

Amin menuturkan, ESQ LC menghadirkan istilah dan pemahaman baru yang tidak terdapat dalam syariat. ESQ LC, misalnya, menambahkan istilah zakat selain yang termaktub dalam Alquran dan hadis, yaitu zakat sanubari, visi, ilmu, hati, kolabarasi, dan zakat kepemimpinan. Selain itu, penyimpangan akidah terlihat kental tatkala menyejajarkan Allah dengan makhluk tatkala menafsirkan 99 nama-nama Allah. Sebagai contoh, ESQ LC mengartikan kata Al-Aziz dengan Saya Yang Maha Kuat.

Terkait suara hati, Amin mengatakan, istilah tersebut tidak boleh digunakan sebagai sumber kebenaran dan penentuan hukum. Bahkan, dalam beberapa literatur hadis seperti Syarah Shahih Bukhari ditegaskan ungkapan ‘ikuti suara hatimu’ istafti qalbak adalah pernyataan yang kerap digunakan golongan zindik yang dikecam Islam.

Sementara itu pembicara lain dari MUI, Anwar Ibrahim mengatakan, pihaknya meragukan kemampuan yang dimiliki pihak Ary Ginanjar dalam menerjemahkan ayat Al-Quran dan jumlah literatur Islam yang telah dibacanya. Dalam kaitan ini MUI akan mengkaji masalah ESQ, sebagaimana diberitakan berikut ini:

Dituding Sesat, MUI Akan Kaji ESQ

30/07/2010 – 04:07

INILAH.COM, Jakarta – Dituding Mufti Malaysia sebagai ajaran yang sesat dan haram, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Ibrahim mengaku, akan mengkaji ESQ.

“Dalam rapat nanti sebelum menentukan fatwa, akan diajukan pengkajian terhadap ESQ terlebih dahulu,” ujarnya di Jakarta, Kamis (29/5).

Sebelumnya hal tersebut, menurut dia, belum pernah dikaji di MUI walaupun ada beberapa anggota MUI yang telah memaparkan pendapatnya. “Itu merupakan pernyataan pribadi, bukan pernyataan dari MUI,” tegasnya.

Proses pengkajian tersebut, Anwar mengatakan, akan memakan waktu beberapa bulan. Karena MUI tidak bisa hanya melihat dari luar semata. Melainkan harus memahami betul isi dari ESQ tersebut dengan mendatangkan beberapa ahli dan pengarang buku tersebut.

Sebelumnya, secara pribadi Anwar juga memaparkan pendapatnya terhadap isi buku dan pelatihan ESQ Way 165. Ia menilai, dirinya tidak menganggap jika ESQ itu sesat, tapi dikhawatirkan ada kesalahan yang dapat membuatnya menjadi sesat. “Saya tidak mengatakan Ary sesat, tapi saya khawatir,” ujarnya.

Anwar juga mengatakan, pihaknya meragukan kemampuan yang dimiliki pihak Ary Ginanjar dalam menerjemahkan ayat Al-Quran dan jumlah literatur Islam yang telah dibacanya. [ant/jib] (inilah.com)

Pihak penyelenggara diskusi yang juga alumni ESQ tidak kalah tajamnya dalam mengkritik ESQ.

Inilah beritanya:

FUI: ESQ Perlu Dikoreksi Bersama

Kamis 29/ 07/ 2010

Jakarta, (ANTARA) – Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al Khaththath, mengatakan, pelatihan ESQ maupun buku ESQ karangan Ary Ginanjar perlu dikoreksi bersama untuk mencegah adanya kesesatan.

“Kami tidak ada niat untuk menghakimi Ary, tapi kami hanya ingin mengoreksi,” katanya dalam acara diskusi berjudul “Benarkah ESQ Sesat?” di Jakarta, Kamis.

Ia juga mengatakan, terdapat beberapa bagian dalam pelatihan tersebut yaitu salah satunya berkaitan dengan Asmaul Husna atau nama-nama Allah. Di dalam pelatihan tersebut peserta didoktrin untuk meneladani sifat Allah.

Padahal, katanya, seharusnya bukan sifat Allah yang menjadi teladan bagi manusia, khususnya umat Islam, melainkan Nabi Muhammad SAW sebagai Rosulullah.

“Bagaimana mungkin manusia bisa menyamai sifat Allah, itu tidak masuk akal,” ujarnya.

Khaththath yang juga merupakan alumnus ESQ angkatan 36 itu mengatakan, ESQ juga mencampuradukkan semua ajaran agama di dalamnya.

“Kita tidak boleh mendapatkan kebenaran dari semua agama, kemudian dijadikan satu, cukup satu agama saja,” ujarnya.

Senada dengan itu, pembicara lainnya, mantan misionaris, Bernard Abdul Jabar, mengatakan, misi ESQ hingga isinya semua berasal dari ajaran agama-agama yang ada.

“Ini bukan pelatihan kepemimpinan, ini sebenarnya ‘gado-gado’ karena misinya bukan sekadar pelatihan, tapi menuntun pada satu jalan hidup,” katanya.

Ia setuju perlu adanya pengoreksian terhadap isi dari buku tersebut.

Dalam acara tersebut juga hadir ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), Amin Djamaluddin. Dia mengaku sempat mengoreksi buku tersebut, namun hanya ditanggapi dengan pernyataan saja oleh Ary Ginanjar.

Selain itu, beberapa peserta diskusi yang mengaku pernah mengikuti pelatihan ESQ juga memaparkan beberapa bagian yang mereka anggap telah menyalahi agama Islam. Namun ada juga yang mengatakan bahwa pelatihan ESQ sedikit banyak telah mengubah seseorang menjadi lebih baik.

Di lain pihak, Ary Ginanjar yang juga diundang menjadi pembicara diskusi tersebut tidak dapat hadir karena ada urusan lain.

ESQ Way 165 saat ini merupakan salah satu lembaga pelatihan sumber daya manusia terbesar diIndonesia dan telah berdiri sejak tahun 2006 yang hingga kini telah memiliki peserta hingga jutaan orang dari beberapa negara, tidak hanya Indonesia.

Peserta yang mengikuti pelatihan ESQ pun biasanya terdiri dari orang-orang terkemuka seperti ulama, politisi, dan orang-orang penting lainnya yang memiliki peran di negaranya. (*/wij) antara-sumbar.com

Meskipun telah banyak peserta yang ikut, bahkan ada pula pendukung-pendukungnya namun bukan berarti itu benar, menurut Amin Djamaluddin. Sehingga telah difatwakan oleh Mufti Persekutuan Wilayah Malaysia bahwa ESQ Ary Ginanjar Agustian itu sesat dan banyak menyimpang dari Islam.

Dengan adanya bukti-bukti rangkaian penyimpangan itu makanya Amin Djalamuddin, seperti diberitakan Republika.co.id, menghimbau ESQ LC memperbaiki konten materi yang menyimpang dari syariat Islam. Tak hanya itu, ESQ LC diminta mengakui dan mempublikasikan penyelewengan yang dilakukan. ”Sebarkan dulu kesalahan ke publik lewat media massa baru kita boleh bersama-sama bersatu,” tegasnya. (nahimunkar.com dari berbagai sumber).